Rabu, 23 Juli 2014

Tips mudik lebaran dengan aman dan nyaman

Sahabat Sikunir, lebaran sebentar lagi, saatnya kita merayakan kemenangan setelah sebulan lamanya berpuasa menahan segala lapar dan haus, dan sudah saatnya saling memaafkan atas segala dosa yang diperbuat dan saatnya mudik ke kampung halaman.

Tradisi mudik atau pulang kampung bukan suatu beban berat bagi yang kebetulan kampung halamannya bisa ditempuh dalam hitungan jam, namun bagi yang harus menempuh perjalanan seharian atau bahkan berhari-hari diperjalanan, apalagi dengan membawa kendaraan pribadi, acara mudik harus dipersiapkan benar-benar, terutama kondisi fisik. Hal ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Masalah yang sering muncul saat mengajak anak melakukan perjalanan luar kota yang memakan waktu berjam-jam adalah mabuk darat, laut maupun udara. Jika Anda akan mudik Lebaran bersama anak, hendaknya diperhatikan beberapa hal supaya tetap aman dan nyaman dalam perjalanan.

Tips mudik lebaran dengan aman dan nyaman
Tips mudik lebaran dengan aman dan nyaman

Yang tak kalah pentingnya adalah kondisi kendaraan, pastikan jauh-jauh hari bahwa kendaraan yang akan dipakai sudah siap 'tempur'. 

Berikut tips mudik bagi anda yang hendak bersilahturahmi kepada keluarga di kampung halaman :
Hindari mudik dengan sepeda motor
Tidak membawa anak mudik dengan sepeda motor, apalagi untuk perjalanan jauh karena sangat melelahkan untuk anak

Awasi terus si kecil
Apabila anak ikut mudik dengan menggunakan angkutan umum, upayakan agar anak tidak ikut berdesak-desakan. Para orang tua harap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak.

Mainan
Siapkan mainan yang disukai anak untuk menemaninya sepanjang perjalanan.

Obat-obatan
Siapkan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan untuk anak sepanjang perjalanan.

Periksa kondisi kendaraan
Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan mobil dalam kondisi baik. Periksa kondisi mobil seperti mesin, oli mesin, serta ban cadangan. Cek juga perlengkapan dalam mobil.

Bercerita di perjalanan
Sebagai edukasi, jelaskan pada anak ciri khas mengenai kota-kota yang dilalui. Selain bisa menambah pengetahuan anak, cara ini juga bisa membuang rasa jenuh anak.

Istirahat
Sering-seringlah beristirahat di tempat-tempat yang telah disediakan. Jangan paksakan mengemudi ketika kondisi badan sudah lelah dan jangan kebut-kebutan.

Siapkan kebutuhan penting
Jangan lupa membawa perlengkapan dan kebutuhan dasar bagi mereka seperti popok, bedak, bantal, makanan bayi/ anak, dan lain-lain,

Fisik prima
Orang tua perlu menyiapkan fisik yang prima dan mental yang baik sebelum mudik.

Siapkan bekal
Siapkan perbekalan dan uang yang cukup selama melakukan perjalanan. sumber:inilah.com

Senin, 21 Juli 2014

Jalan-jalan ke bumi Tadulako

Bumi Tadulako Palu mungkin bukan kota tujuan wisata. Tetapi, sedikit pergi ke luar kota, kita bisa menikmati alam yang indah. Juga jejak manusia purba lewat benda-benda Megalitikum yang ada.

Yuk kita lihat bandar udaranya yach. Bandar Udara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah. Bandara itu tak terlalu besar, tapi cukup ramai. Letaknya di pinggiran Kota Palu, dan bisa dicapai dalam waktu setengah jam dari pusat kota.

Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini ternyata tak terlalu luas. Untuk mengitarinya, hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu jam. Selain itu, Palu termasuk kota muda, sehingga nyaris tak ada bangunan tua yang bisa ditemukan di sana.

Palu juga bukan kota tujuan wisata. Tak banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi saat kita berada di sini. Dari yang sedikit itu, Pantai Talise salah satunya. Pantai di tepian Teluk Palu ini menjadi pilihan warga setempat untuk menikmati angin laut. Airnya kecokelatan, berombak tenang, sehingga aman bagi pengunjung untuk berenang.

Jalan-jalan ke bumi Tadulako
Jalan-jalan ke bumi Tadulako

Pada malam hari, Pantai Talise terasa romantis oleh kerlap-kerlip lampu dari bangunan yang berada di tepiannya. Jembatan Palu IV, yang menjadi landmark Kota Palu, melengkapi keindahan ini.

Sou Raja atau rumah raja menjadi tujuan lainnya. Di sisi belakang terdapat bangunan semacam lumbung. Sebuah lesung yang sudah lapuk teronggok di bawah kakinya. Sambil menikmati senja, selanjutnya bisa memesan pisang epek dan saraba. Merencanakan lokasi yang akan dikunjungi selama dua hari di Kota Palu.

Pantai Tanjung Karang
Pantai Tanjung Karang menjadi pilihan bagi yang hanya satu-dua hari berada di Palu. Tanjung Karang bisa dijangkau kurang dari satu jam dari Kota Palu. Airnya yang biru jernih. Kontras dengan pantainya yang berpasir putih.

Sejumlah pengunjung asyik berenang di airnya yang dingin. Ada yang bermain pasir. Sebagian lainnya asyik mencoba banana boat. Ada juga yang hanya duduk-duduk di dangau sambil mencicipi durian khas Donggala. Buahnya kecil-kecil memang, tapi rasanya tak kalah dibanding durian Montong.

Jalan-jalan ke bumi Tadulako
Jalan-jalan ke bumi Tadulako

Wisata laut Tanjung Karang dengan menikmati keindahan bawah lautnya yang kesohor. Wisatawan cukup puas menikmati keindahan itu dari atas perahu, yang banyak disewakan warga setempat. Setiap perahu bisa ditumpangi 10 orang. Tarifnya Rp 100 ribu per jam.

Jika pengunjung ingin melakukan snorkeling, warga juga menyewakan alat-alat yang dibutuhkan (pelampung, kacamata, dan alat bantu pernapasan). Tarifnya Rp 200 ribu per jam. Alam bawah laut Tanjung Karang memang indah. Sayang, banyak karang yang rusak.

Dalam perjalanan pulang, apabila ingin menyempatkan diri mampir ke Watu Sampu, sentra tenun sarung Donggala. Warna-warna mencolok yang melambangkan sifat dinamis warga Palu masih dipertahankan.

Hanya motifnya yang mulai dikembangkan. Selain motif bomba (bunga), kini mulai muncul motif cardinal fish ataupun tai ganja. Hingga kini, pembuatan tenun Donggala masih dilakukan secara tradisional. Itu sebabnya, harga sarung Donggala tak bisa dibilang murah. Sarung Donggala gedogan (alat tenun bukan mesin) dihargai Rp 350 ribu. Sedangkan yang ditenun secara tradisional harganya di atas Rp 1 juta.

Taman Nasional Lore Lindu
Dengan perjalanan darat, Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) bisa dicapai dalam waktu tiga setengah jam dari Palu. Sedangkan jika kita berangkat dari Poso, hanya butuh waktu satu setengah jam. Lore Lindu sudah lama ditetapkan menjadi cagar biosfer dunia karena kekayaan biotanya.

Secara biogeografis, kawasan ini merupakan daerah peralihan dari Zona Asia ke Zona Australia atau disebut Garis Wallace, yang terbentang dari Taman Nasional Nani Wartabone di Bolaang Mongondow hingga Donggala dan Poso melintasi hutan TNLL hingga ke hutan tropis di Sulawesi Tenggara. Itu sebabnya, TNLL kaya akan binatang endemik, yang tak ditemukan di tempat lain.


Jika beruntung, di sini kita bisa bertemu dengan binatang endemik, seperti anoa, babi rusa, monyet hitam Sulawesi, kuskus, dan tarsius. Atau burung endemik yang unik, seperti maleo, rangkong, nuri,kakatua, dan pecuk ular.

Kita juga bisa meluangkan waktu untuk melihat jejak manusia purba di sini. Pada masanya, kawasan Lore Lindu diduga menjadi pusat kebudayaan Austronesia. Jejaknya bisa ditemukan dalam bentuk patung, belanga besar dari batu, lumpang batu, dan batu berukir lainnya. Menurut dinas pariwisata setempat, setidaknya ada 350 situs yang berumur ribuan tahun di kawasan ini. Kita bisa menengok situs batu Megalitikum yang tersisa, yang tersebar di Lembah Bada dan Besoa. Luangkan waktu juga untuk melihat budaya etnik lokal di Lembah Napu dan Bada.

Kuliner
Tak lengkap rasanya ke Palu tanpa mencicipi kaledo. Makanan berbahan dasar kaki lembu ini banyak dijual di Kota Palu. Salah satu yang terkenal adalah Kaledo Stereo milik Haji Nasir. Tempat ini tak pernah sepi.

Walau kedai tersebut ramai, pengunjung tidak harus menunggu lama. Dalam waktu 15 menit, hidangan kaledo dengan asap mengepul siap tersaji. Hmm..... bersama nasi putih dan sambal cabai mentah yang digerus kasar. Dalam sekejap, hidangan berupa daging bertulang dengan kuah bening yang memiliki rasa asam gurih segar ini ludes.

Menurut pemiliknya, setiap hari dibutuhkan 40 kaki sapi untuk memuaskan pelanggan yang datang. Ia membumbui masakan ini dengan asam, rempah, dan garam. Resep lainnya, kaledo wajib dimasak dengan kayu. “Agar menghasilkan aroma yang khas,” ujarnya. Belakangan, setelah kayu sulit ditemukan, ia menggantinya dengan tempurung kelapa.

Ada dua versi kaledo yang ditawarkan, yakni tanpa tulang (Rp 30 ribu per porsi) dan dengan tulang, yang dibanderol Rp 45 ribu per porsi. Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan kaledo dengan sumsum. Hmmm, lezatnya bikin lidah berkecap.

Hidangan khas Palu lainnya adalah nasi kuning. Bentuknya tidak beda dengan nasi kuning yang kita kenal. Sebagai lauk, biasanya warga Palu menambahkan sambal tomat, telur balado, ayam goreng, orek tempe, juga oseng ikan ekor kuning bakar yang khas. Ayo siapa yang mau berkunjung ke Tadulako.

Sabtu, 19 Juli 2014

7 buah masjid berkubah emas di dunia salah satunya masjid Kubah Emas Depok

Letaknya tak jauh dari Jakarta Selatan. Aslinya bernama Masjid Dian al-Mahri. Namun orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Masjid Kubah Emas. Ya, masjid ini memang punya lima kubah berlapis emas murni 24 karat bertebal 3 milimeter.

Masjid ini merupakan salah satu dari tujuh masjid berkubah emas di dunia. Enam sisanya berada di Palestina, Irak, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Pada akhir pekan, kawasan masjid di Jalan Raya Maruyung, Cinere, Depok, Jawa Barat, ini selalu ramai pengunjung. Orang yang datang berasal dari berbagai penjuru kota, bahkan dari luar negeri.

Dari Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, kalau lalu lintas tak macet, masjid ini bisa dijangkau dalam waktu kurang-lebih 30 menit. Tapi bisa lebih jika lalu lintas macet.

7 buah masjid berkubah emas di dunia salah satunya masjid Kubah Emas Depok
Masjid Kubah Emas

Paling enak memang menumpang mobil atau kendaraan pribadi. Anda hanya perlu membayar tiket parkir yang tak terlalu mahal, Rp 10 ribu untuk mobil dan Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Namun, jika Anda memilih angkutan umum, silakan menuju Terminal Lebak Bulus. Dari situ, Anda bisa menumpang angkutan bernomor 102 menuju pertigaan Parung Bingung.

Dari pertigaan itu, lokasi masjid kubah emas tak terlalu jauh. Banyak pengunjung memilih naik angkot, tapi tak sedikit yang berjalan kaki sekalian berolahraga.

Selain sebagai lokasi wisata religi, kubah emas menjadi pilihan favorit untuk akad nikah. Sejumlah pesohor, seperti Olla Ramlan, Andi Soraya, hingga politikus Idrus Marham, memilih masjid ini untuk mengikat janji suci itu.

7 buah masjid berkubah emas di dunia salah satunya masjid Kubah Emas Depok
Masjid Kubah Emas 

Turis luar negeri yang menyambangi masjid ini kebanyakan dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timur Tengah. Jumlah wisatawan meningkat saat bulan Ramadan.

Terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa, pengunjung masjid yang didirikan pada 31 Desember 2006 ini akan semakin padat. Jadi, kalau tak ingin bersesak-sesakan, pilihlah waktu pagi hari.

Jika diperhatikan, bentuk kubah utama di masjid ini dibuat menyerupai Taj Mahal di India. Untuk menuju masjid, ada hamparan taman luas dengan berbagai tanaman dan bunga. Ada beberapa peraturan yang wajib diikuti pengunjung yang hendak memasuki kawasan ini. Salah satunya mengenakan pakaian sopan.

Khusus perempuan diharuskan berhijab. Kalau Anda tidak berhijab dan kebetulan tidak membawa, jangan khawatir. Pengurus masjid kubah emas menyediakan hijab untuk dipinjam.

Ada tempat penitipan tas, sepatu, atau sandal gratis dan aman. Kalau ingin menunaikan salat di sini, jangan lupa mengambil air wudu sebelum masuk.

Jangan datang pada hari Kamis. Khusus hari itu, masjid kubah emas ditutup untuk umum untuk alasan pemeliharaan. Namun, pada hari lain, siapa saja boleh berkunjung.

7 buah masjid berkubah emas di dunia salah satunya masjid Kubah Emas Depok
Masjid Kubah Emas

Bangunan masjid berada agak menjorok ke dalam. Pengunjung harus berjalan kaki agak jauh untuk mencapai masjid ini. Tak apa-apa, sekalian melihat-lihat taman penuh bunga nan asri, kan? Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 8.000 meter persegi. Selain kubah, miniare, dan gapura, masjid ini dilengkapi dengan dekorasi berelemen geometris dan obelisk.

Material dari emas ternyata tak hanya digunakan pada kubahnya, tapi juga pada mahkota pilar interior, berupa serbuk emas serta gold plating pada tangga mezanin, capital, dan lampu gantung.

Sejumlah ornamen kaligrafi di langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar mihrab juga dihiasi emas. Lampu gantung seberat 8 ton dari Italia menjadi salah satu “tontonan” menarik.

Konon, lampu itu serupa dengan lampu di Masjid Sultan Oman. Di atas lampu indah itu, langit-langit kubah berganti warna setiap waktu salat.

Sebelum Anda memutuskan pulang, silakan mampir ke toko suvenir. Terdapat aneka cendera mata, seperti cangkir, pin, kaus, mukena, sajadah, songkok, dompet, jam, dan piring. Sumber:majalahdetik. Baca juga disini wisata religi masjid kubah emas kota Depok.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Wisatawan dunia pasti tahu bahwa Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin yang berkubah emas ada di Brunei Darussalam. Padahal Indonesia juga punya, tepatnya di Depok, Jawa Barat. Inilah Masjid Kubah Emas (Masjid Dian Al Mahri). Yuk kita berwisata religi ke masjid kubah emas ini. Sikunir info jalan-jalan.

Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. 

Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996. 

Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri

Masjid yang memiliki nama asli Masjid Dian al Mahri ini selesai dibangun pada tahun 2006 dan dengan cepat menjadi atraksi wisata religi. Masjid Dian Al Mahri dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H yang kedua kalinya pada tahun itu. Pembangunannya sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006. 

Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini. Ada sekitar 5 ribu jemaah yang mengikuti prosesi peresmian masjid ini. Yuk kita bersama-sama melihat wisata religi yang satu ini.

Spesifikasi Masjid
Bangunan masjid memiliki luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi. terdiri dari bangunan utama, mezamin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu, dan ruang wudhu. Masjid ini mampu menampung 15 ribu jemaah shalat dan 20 ribu jemaah taklim. Masjid ini merupakan salah satu di antara masjid-masjid termegah di Asia Tenggara.

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Kubah utama bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Relief hiasan di atas tempat imam terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Ruang utama masjid memiliki ukuran 45×57 meter, dapat menampung sebanyak 8.000 jamaah. Masjid ini memiliki 6 minaret berbentuk segi enam yang tingginya masing-masing 40 meter. 6 minaret ini dibalut granit abu-abu dari itali dengan ornamen yang melingkar. Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Kubah masjid ini mengacu kubah yang digunakan masjid-masjid Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan komputer.

Interior masjid ini menampilkan pilar-pilar kokoh yang tinggi menjulang untuk menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. 

Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang dikerjakan oleh ahli dari Italia.

Bangunan masjid besar dan unik
Mampu menampung kurang lebih 20.000 jamaah, masjid ini tidak saja didatangi wisatawan dalam pulau tapi juga luar pulau. Banyak yang sengaja datang berbondong-bondong dengan bus untuk menikmati keindahan masjid emas ini, sekaligus berwisata religi.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok
Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Selama Ramadan, biasanya selalu ada momen buka puasa bersama, sebelum salat Magrib berjamaah. Saat siang hari, traveler bisa itikaf sambil menunggu berbuka puasa. Saat malam hari, traveler juga bisa menghabiskan waktu dengan salat tarawih bersama.

Kubahnya emas
Ada 5 kubah di bangunan ini, dan semuanya terbuat dari emas dengan ketebalan 2-3 mm. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama para traveler. Namun tidak hanya itu, arsitektur masjid ini pun tak kalah mengagumkan.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok
Kubahnya terbuat dari emas

Selain kubah, relief di atas tempat imam pun terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Cantik!

Seperti berada di masjid Timur Tengah
Aula yang megah menjadi salah satu gaya khas Timur Tengah. Ditambah dengan warna dan gaya lorong yang sedemikian rupa. Membuat Anda merasa ada di Timur Tengah dan lupa sedang berada di Depok, jawa Barat.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Ornamen warna masjid yang lembut
Tidak banyak warna yang digunakan masjid ini. Kebanyakan berwarna hitam, krem atau salem. Namun, inilah yang membuatnya menarik. Sederhana dan klasik. Lorong dengan warna berlapis seperti ini persis seperti kebanyakan masjid di Turki dan kawasan Timur Tengah lainnya.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Megah sampai ke dalam masjid
Masuk ke dalam, seperti merasa di masjid yang ada di Timur Tengah. Belum lagi lampu gantung megah seberat 8 ton yang didatangkan langsung dari Italia. Bagian interiornya kebanyakan terbuat dari marmer yang diimpor dari Turki.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Taman yang cantik
Selesai mengagumi masjid, jangan lupa berkeliling ke komplek. Karena di sekitar masjid, ada taman-taman asri yang tertata dengan cantik dan sempurna. Sungguh wisata religi yang menyejukkan hati dan mata.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Rabu, 16 Juli 2014

Cahaya Surga dari Gua Jomblang

Mungkin anda belum lazim dengan istilah caving. Susur gua atau jelajah gua, salah satu kegiatan olah raga rekreasi menjelajahi gua. Tantangan dari olah raga ini tergantung dari gua yang dikunjungi. Caving kadangkala dilakukan hanya untuk kenikmatan melakukan aktivitas untuk latihan fisik. 

Gua telah dijelajahi karena kebutuhan hidup manusia pada beberapa ribu tahun yang lalu, namun hanya dalam beberapa abad terakhir aktivitas ini menjadi sebuah olah raga. Caving telah berubah karena adanya peralatan dan baju perlindungan modern. So pastinya seru nya dech. Sikunir info jalan-jalan kali ini akan bercerita tentang Gua Jomblang di Jogja. Tepatnya cahaya surga dari Gua Jomblang.

Memang jenis wisata olah raga caving ini tergolong ke dalam minat olah raga khusus yang punya penggemar sendiri. Selain memerlukan kemampuan dan ketrampilan khusus khusus dalam melakukan petualangannya. Gunung Kidul, Wonosari merupakan kawasan karst yang terkenal dengan kompleks gua. 

Salah satu gua yang terkenal di daerah Wonosari ini adalah Gua Jomblang. Masyarakat suku Jawa sering juga menyebutnya Luweng Jomblang. Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang mempunyai hutan purba yang cukup rapat di dasarnya. Gua Jomblang memiliki kedalaman 80 meter tapi untuk menuruninya terdapat jalur yang bervariasi mulai dari 15 meter – 80 meter. 

Cahaya Surga
Indah berselimut misteri hehehe. Gua Jomblang memang dikenal angker karena pernah menjadi lubang eksekusi korban kekerasan PKI. Kebanyakan petualang yang datang kesini menamakannya dengan “cahaya surga”. Gua Jomblang adalah gua vertikal bertipe collapse doline. Karena letaknya di daerah persawahan dan berbatu serta jauh dari keramaian, gua ini dapat dikatakan masih “perawan”. Tak perlu khawatir bila tak memiliki pengalaman menjelajahi gua. Sebab, Jomblang Resort mempunyai sumber daya masyarakat berpengalaman, termasuk peralatan yang memadai, untuk membantu dan memandu pengunjung saat menyusuri Gua Jomblang.

Cahaya Surga dari Gua Jomblang
Gua Jomblang

Untuk memasuki Gua Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Oleh karena itu, siapapun yang hendak caving di Gua Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar kemanan caving di gua vertikal dan harus didampingi oleh penelusur gua yang sudah berpengalaman. Setelah memakai coverall, sepatu boot, helm, dan headlamp, seorang pemandu pun memasangkan SRT sambil menjelaskan nama dan fungsinya masing-masing. SRT set tersebut terdiri dari seat harness, chest harness, ascender / croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek.

Petuangan menuju kedalaman perut bumi ini pun dimulai dengan berjalan meninggalkan basecamp menuju bibir gua yang sudah disiapkan sebagai lintasan. Ada beberapa lintasan di Gua Jomblang dengan ketinggian beragam mulai 40 hingga 80 meter. Kalau anda datang sebagai pemula dan baru pertama kali menuruni gua vertikal maka pilih lah lintasan terpendek. Setelah itu dilanjutkan menuruni tali sepanjang kurang lebih 20 meter untuk sampai di dasar gua. Rasa was-was yang sempat hinggap saat melayang di udara langsung menghilang begitu menjejakkan kaki kembali di atas tanah. Hehehe.

Cahaya Surga dari Gua Jomblang
Cahaya Surga Gua Jomblang

Pemandangan yang ada di depan mata mengundang decak kagum. Jika di atas sejauh mata memandang hanya akan menemui perbukitan karst dan jati yang meranggas, maka di perut Gua Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang jauh berbeda dengan kondisi di atas ini sering dikenal dengan nama hutan purba. Sejak proses runtuhnya tanah ke bawah, vegetasi ini terus hidup dan berkembang biak hingga saat ini.

Hutan Purba
Sesampai di dasar Gua Jomblang, dengan diameter lubang sekitar 50 meter, kita dapat menyaksikan hutan purba, yang memiliki tumbuhan yang sama sekali berbeda dengan yang ada di atas. Hutan yang berada di dalam gua masih rindang dan terjaga sampai sekarang. Hal ini terjadi karena sinar matahari masih dapat masuk menyinari sebagian tempat di dasar gua.

Saat menyusuri dasar Gua Jomblang, kita dapat terus berjalan dan diantar sampai ke Gua Grubug, yang berjarak sekitar 300 meter. Gua Grubug memiliki mulut lebih kecil, dengan diameter berkisar 5 meter. Bila cahaya matahari masuk melalui celah tumbuhan yang ada di atas gua, terpapar pemandangan yang sangat menakjubkan. Kebanyakan petualang menamakannya “cahaya surga”. Sebab, memang cahaya yang masuk sangat natural dan indah. Di samping tu, di bagian bawah gua mengalir air bawah tanah yang sejuk dan segar. 

Gua Jomblang dikenal dengan cahaya Ilahinya yang memancar melalui lubang pintu masuk. Bagi penyusur gua yang tergolong pemula, ada baiknya melakukan persiapan, baik fisik, mental, maupun penguasaan single rope technique. Jangan ragu meminta panduan dari tenaga ahli yang terbiasa menyusuri Gua Jomblang. Biasanya mereka memasang tarif Rp 150-500 ribu per orang.

Jadi, jika kita termasuk orang yang ingin mengenal alam lebih dekat lagi, Gua Jomblang dapat dimasukkan dalam daftar tempat wisata yang patut dikunjungi. Rasa lelah saat mencapai gua akan terbayar saat sampai dan menikmati pemandangan di dalam Gua Jomblang.

Gua ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi, yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau seumuran, yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik. Karena di dalam gua terdapat mulut gua sekitar 50 meter tersebut, gua itu sering disebut Luweng Jomblang.

Tips caving Gua Jomblang
  1. Jangan lupa membawa makanan dan minuman untuk konsumsi di dalam gua.
  2. Jangan lupa sampah nya pungut kembali dan bawa keluar gua kembali, agar tidak kotor di dalamnya.
  3. Jangan menyentuh ornamen gua.
  4. Jangan buang air kecil maupun besar di dalam gua.
  5. Packing barang-barang elektronik di dalam bahan yang kedap air.
  6. Cek kondisi baterai headlamp sebelum memasuki gua.
Akses Transportasi
Akses untuk mencapai tujuan Gua Jomblang dapat menggunakan transportasi umum. Berangkat dari Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta lalu naik bus jurusan Jogja - Wonosari menuju Simpang Lima Wonosari. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota menuju Kecamatan Semanu. Salam traveling.

Minggu, 13 Juli 2014

Menikmati keindahan wisata Pulau Penyu

Sikunir info jalan-jalan. Dari sekian banyak tempat wisata di Bali, ada satu tempat yang bisa digunakan untuk bersantai sambil mengamati penyu-penyu nan lucu menggemaskan. Di atas hamparan pasir putih yang luas, para wisatawan terlihat berjingkrak-jingkrak. Padahal tidak ada pertunjukan musik atau konser di sana. Hehehehe.

Ah, ternyata mereka bukan sedang mengikuti alunan musik. Tetapi karena kaki wisatawan yang disana kepanasan kenapa? karena siang itu matahari memang sangat terik. Ke pantai siang hari memang bukan ide bagus. Wisata Pulau Penyu merupakan paket wisata air dengan menggunakan perahu atau boat menyeberangi laut Tanjung Benoa menuju ke Pulau Penyu untuk melihat lokasi penangkaran penyu di Bali. 

Melihat telur penyu dan penyu kecil-kecil
Di sini wisatawan akan melihat telur penyu yang dikeram, kemudian penyu yang masih kecil-kecil lucu-lucu dech lihatnya serta penyu remaja sampai dengan penyu dewasa yang sudah siap menjadi induk. Di tempat ini terdapat banyak jenis penyu sehingga wisatawan akan disuguhkan tontonan yang menarik dimana setiap wisatawan bisa berinteraksi dengan binatang yang termasuk kategori langka ini. Di Pulau Penyu juga dijual berbagai macam kerajinan atau pernak-pernik dari bahan-bahan alami seperti kerajinan dari kulit penyu, yaitu gelang, kalung dan lainnya.

Menikmati keindahan wisata Pulau Penyu
Wisata Pulau Penyu

Penyu merupakan salah satu binatang langka yang dilindungi habitatnya. Obyek wisata air Tanjung Benoa Bali, menyediakan paket wisata air berkunjung ke pulau penyu dan melihat taman laut lepas pantai. Obyek wisata air ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat yang sebelumnya sebagian besar bekerja sebagai nelayan.

Wisata Pulau Penyu sangat cocok bagi keluarga yang memiliki anak kecil karena wisata ini sangat menarik saat bisa berinteraksi dengan penyu. Bersama pemandu setiap wisatawan akan menaiki perahu bermotor yang di bawahnya terdapat kaca bening. Dari atas kita dapat menikmati indahnya pemandangan bawah laut tanpa harus menyelam. Terumbu karang, bermacam-macam ikan hias, tumbuh-tumbuhan laut serta binatang laut lainnya sangat terjaga kelestariaanya. Jangan lupa membawa makanan seperti roti, agar anak-anak dapat memberi makan ikan- ikan yang sedang berenang dari atas perahu. Pejalanan ini berlangsung sekitar 15 menit.

Menikmati keindahan wisata Pulau Penyu
Wisata Pulau Penyu

Setelah puas melihat dan memberi makan ikan, maka perjalanan akan dilanjutkan ke pulau penyu yang menempuh waktu selama 15 menit. Indahnya pantai Tanjung Benoa dengan kapal-kapal yang sedang bongkar muat, pesawat terbang yang lepas landas serta kawasan hotel murah hingga berbintang dapat kita nikmati di atas perahu bermotor.

Setelah sampai di pulau penyu, pemandu akan dengan senang hati mengajak kita melihat-lihat penyu. Anak anak akan diperkenalkan bagaimana cara memelihara penyu, penyu yang akan menetaskan telornya, telor penyu yang baru menetas, serta penyu yang sudah berumur ratusan tahun. Jangan lupa mengabadikan aktivitas ini dengan berfoto-foto bersama penyu tersebut. Di tempat penangkaran penyu ini, kita juga dapat menjumpai binatang lain. Seperti monyet, ular, burung elang, burung kakak tua, dan kelelawar. Pemandu akan dengan senang hati menemani kita berfoto bersama binatang binatang tersebut. Dengan menumpang perahu motor berkapasitas 10 orang kita sudah dapat kesini dengan biaya ongkos 50 ribu pulang pergi.

Selama 1 jam kita berkunjung ke pulau penyu Tanjung Benoa, perjalanan akan dilanjutkan dengan kembali ke dermaga menumpangi kapal boat yang mengantar sebelumnya. Anak anak tentunya senang dengan kegiatan ini. Dimana obyek wisata ini lebih bersifat mendidik dan menambah wawasan mereka tentang lingkungan air dan hewan hewan yang sudah langka keberadaannya. Maka dari itu kita patut menjaga kelestarian alam yang indah ini.

Wisata air sudah tentu basah-basahan hehehe. Tapi, tenang saja, hanya sedikit di atas mata kaki, kok. Anda hanya perlu berhati-hati agar tak tergelincir saat berpapasan dengan ombak kecil. Begitu mencapai daratan, Anda akan disambut gerbang masuk, juga para pemandu khusus. Mereka biasanya ramah-ramah dan dengan sabar memberikan penjelasan kepada pengunjung soal Pulau Penyu. Pulau Penyu sebenarnya berkonsep mini-zoo. Bangunan yang khusus dibuat untuk tempat penangkaran penyu ini dikelilingi oleh pagar rapat dari bambu. Tiket masuknya cuma Rp 5.000. Sangat murah. Wisatawan bisa menyaksikan berbagai jenis penyu dan proses penangkarannya hingga pelepasan penyu-penyu ke lautan. Jangan lupa berfoto dengan penyu-penyu dewasa. Tapi jangan sekali-kali menyentuh penyu yang baru lahir, ya. Badan mereka masih sangat rentan.

Penyu-penyu dewasa ditempatkan di kolam besar yang berbatasan langsung dengan air laut. Nah, di kolam inilah para pengunjung dapat bercengkerama dengan penyu-penyu lucu tadi. Tapi jangan berulang kali memotret satu penyu, ya. Hal itu akan membuat penyu stres dan, jika dibiarkan, hewan-hewan itu bisa saja jatuh sakit.

Menikmati keindahan wisata Pulau Penyu
Wisata Pulau Penyu

Selain penyu, mini-zoo ini dihuni oleh Robert. Hmm, ini bukan nama orang, melainkan seekor elang laut yang sudah jinak. Pengunjung bahkan diizinkan masuk kandangnya untuk berfoto bersama. Hewan lainnya, seperti kelelawar, iguana, rangkong, dan ular, juga menghuni kebun binatang mini ini. Karena sudah terbiasa dengan manusia, hewan-hewan itu umumnya bersahabat. Bisa disentuh. Namun, sebelum menyentuh hewan-hewan di sini, pengunjung diwajibkan mencuci tangan terlebih dulu. Begitu juga sebelum meninggalkan Pulau Penyu, pengunjung wajib mencuci tangan.

Menikmati keindahan wisata Pulau Penyu
Wisata Pulau Penyu

Setelah puas melihat-lihat, silakan mampir ke toko suvenir, yang letaknya di area dalam minizoo. Ada banyak aksesori, seperti anting-anting, kalung, dan gelang, dengan bentuk unyu. Haus dan lapar? Jangan khawatir, silakan menyambangi kedai yang banyak menyediakan masakan laut. Jangan lupa menutup kunjungan dengan sebutir buah kelapa muda yang menyegarkan. Hmm mantab jalan-jalan ke pulau Penyu.

Jalan-jalan ke Taj Mahal

Sikunir info jalan-jalan ke Taj Mahal, berikut adalah bagaimana tips agar menikmati perjalanan wisata jalan-jalan ke Agra Taj Mahal. Berwisata ke India tentu berbeda dengan Anda pergi ke Singapura yang serba teratur. Ada sejumlah tips yang wajib Anda ketahui:

Sopir-sopir gigih
Jangan pedulikan penarik becak rickshaw maupun auto rickshaw yang memaksa Anda naik, jalan saja terus. Namun kalau capai menolak, naik pun tak apa. Ongkosnya tidak mahal, malah terhitung murah.

Hindari Paket Wisata
Pergilah dengan tuk-tuk sekali jalan, untuk jarak sekitar 5 km, paling banter Anda harus merogoh 50 rupee. Selain hemat, tujuan utamanya adalah menghindari jebakan sopir menyebalkan. Dari 6 jam carter, bisa jadi hanya 3 jam untuk ke destinasi wisata. Sisa waktu akan dia gunakan untuk membawa Anda ke toko dan memaksa Anda untuk berbelanja hingga dia mendapat bonus besar.

Jangan mudah terpesona
Jangan mudah terpesona oleh sapaan “Hello, my brother! Are you muslim? Assalamualaikum!” Banyak penipu di India, termasuk yang mendekati Anda dengan kesamaan agama.

Makanan Murah
Untuk efisiensi, jangan membandingkan harga makanan di Agra dengan di Indonesia. Di sini harga makanan terbilang murah, sekitar Rp 10 ribu untuk sekali makan.

Banyak penipu di India
Banyak penipu di India, termasuk yang mendekati Anda dengan kesamaan agama. Apalagi saat jalan-jalan ke Taj Mahal India. Memasuki kota ini ibarat menemukan oase. Kota Agra berada di negara bagian Uttar Pradesh. Jumlah penduduk muslim di kota ini lumayan besar, sekitar 15 persen dari total populasi 51 ribu jiwa. Itu menurut data resmi. Namun menurut beberapa orang lokal yang ada di sana, mulai petugas hotel sampai sopir auto rickshaw, jumlah muslim jauh lebih banyak daripada data resmi. Ya maklum saja, Agra memang bekas ibu kota imperium Mughal yang beragama Islam. Di banyak sudut memang menemukan tanda-tanda Islam di sana.

Taj Mahal
Taj Mahal

Kopiah putih, maupun sekadar sapaan hangat yang seolah template karena selalu sama persis: “Hello, my brother! Are you muslim? Assalamualaikum!” dari para pedagang cendera mata. Dunia mengenal Agra dari Taj Mahal nya. Tak perlu dijelaskan lagi apa itu Taj Mahal. Monumen ‘cinta’ itu merupakan destinasi utama yang haram Anda lewatkan saat berkunjung ke Agra, bahkan ke India. 

Jalan-jalan ke Taj Mahal

Resepsionis hotel disana akan menyarankan mengambil paket keliling tempat-tempat wisata, tetapi lebih baik jangan mengambil paket-paket yang ditawarkan oleh mereka. Tentu bukan dengan shuttle bus, karena bahkan kendaraan umum pun tak tampak. Dengan 400 rupee, atau sekitar Rp 80 ribu, akan diantar oleh tuk-tuk alias auto rickshaw berkeliling di antero Agra. Bukan ongkos tinggi bagi orang Indonesia. Namun di India, nilai itu sudah lumayan mahal.

Jalan-jalan ke Taj Mahal

Monumen cinta yang didirikan Shah Jahan pada tahun 1630-1653 Masehi itu membuat kita merinding. Ternyata jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan selama ini. Bukan Taj Mahal-nya saja, tapi lebih tepatnya adalah keseluruhan kompleks Taj Mahal. Di area seluas 22 hektare lebih, bangunan marmer Taj Mahal tidak berdiri sendirian. Bangunan ini ditemani oleh gerbang, masjid, beberapa makam lain, juga menara-menara peninjau berbahan bata merah. Kesemuanya dalam ukuran jumbo. Tak ketinggalan, taman luas yang penuh pepohonan rindang.

Mulai memasuki pintu gerbang depan, suasana megah dan mistis itu terasa sekali. Sunyi, sejuk dan bersih. Kompleks Taj Mahal memang sangat dijaga kebersihannya. Sebagai sesama situs UNESCO, jangan bandingkan kebersihan kompleks Taj Mahal dengan ‘kebersihan’ kompleks Candi Borobudur, misalnya.

Jalan-jalan ke Taj Mahal

Memasuki gerbang depan, semua pengunjung wajib menitipkan tasnya. Hanya air minum dan kamera yang boleh dibawa masuk. Bahkan ketika memasuki bangunan utama, pengunjung wajib membungkus kakinya dengan kain khusus. Sebaiknya sediakan waktu seharian untuk berkeliling. Kompleks ini sangat luas, dan waktu dua jam sangat-sangat kurang. Waktu sependek itu hanya pas untuk berkeliling di seputar bangunan utama berbahan marmer yang memang menakjubkan itu. Kalau ingin puas, jangan ambil paket wisata. Anda punya kesempatan lagi untuk menjelajah. Cobalah ke area masjid atau sekadar duduk-duduk di sisi barat sambil menikmati aduhainya Sungai Yamuna. 

Meski belum merasa puas, harus bergeser ke tujuan berikutnya, Agra Fort. Ini merupakan bangunan bata merah yang alamak besarnya. Letaknya cuma 2,5 km dari Taj Mahal. Bangunan ini lebih tua dan lebih luas daripada Taj Mahal. Didirikan pada lebih dari seabad sebelum Shah Jahan membangun monumen marmernya. Agra Fort berdiri di lahan seluas 38 hektare. Untuk menikmati detailnya, butuh waktu dari pagi sampai sore. Eksplorasi yang terburu-buru cuma akan menyisakan sesal, hehehehe.

Lagi-lagi, sopir auto rickshaw memberikan waktu sangat singkat. Konon, Shah Jahan sangat sering menghabiskan waktu di atas benteng, memandangi Taj Mahal dari kejauhan. Itu terjadi setelah kekuasaannya surut dan kas kerajaan habis karena pembangunan Taj Mahal. Lalu Aurangzeb, anaknya menyekap sang ayah di Agra Fort hingga akhir hidupnya. Siapa tahu, Anda berdiri di tempat Kaisar Moghul itu memandang makam megah istri tercintanya.

Senin, 07 Juli 2014

Pulau Penyengat Kepulauan Riau

Sikunir info jalan-jalan. Pulau Penyengat Kepulauan Riau adalah merupakan Mahar untuk Putri Raja. Pulau ini dulu nya menjadi mahar saat Sultan Mahmud mempersunting Putri Raja Hamidah. Jauh sebelum itu, pulau di sebelah barat Tanjungpinang ini menjadi benteng pertahanan untuk melawan Belanda. Cerita mitos nya bagi yang sedang berpacaran jangan pergi ke pulau Penyengat ini berdua dengan sang pacar karena nanti apabila setelah pulang dari pulau ini bakalan putus hehehe, itu cuma cerita mitos, karena jodoh, maut dan ridzki adalah merupakah rahasia Tuhan untuk manusia. Aamiiin  

Sampai ke Pulau Penyengat
Menurut cerita, pulau mungil yang mirip buaya lagi berjemur ini kalau dilihat dari Puncak Bukit Kursi sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi  tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang ada di pulau ini. Nama penyengat diberikan kepada nama pulau Penyengat (Indra Sakti)  ini karena pernah seorang pelaut terkenal yang tengah mengambil air tawar di pulau ini diserang oleh hewan semacam lebah. Sehingga pulau ini menjadi familiar dengan sebutan pulau Penyengat. Sampai saat ini.

Makam Raja Hamidah (Engku Puteri)
Makam Raja Hamidah (Engku Puteri) Penyengat

Pada tahun 1803 Pulau Penyengat telah dibina dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri, dan kemudian berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau Lingga, sementara Sultan berkediaman resmi di Daik Lingga. Baru kemudian pada tahun 1900 Sultan Riau Lingga ke Pulau Penyengat.

Objek wisata sejarah
Di kalangan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), nama Pulau Penyengat sudah lama dikenal sebagai obyek wisata sejarah. Pulau Penyengat menjadi saksi bisu perlawanan bangsa Melayu terhadap penjajahan Belanda. Sisa-sisa perang melawan Belanda pada 1782-1784 masih bisa dilihat di Bukit Kursi Pulau Penyengat. Di puncak Bukit Kursi ada terdapat 7 buah meriam dan dikelilingi lubang pertahanan, mirip strategi perang Khandaq pada waktu zaman Nabi Muhammad SAW. Pulau Penyengat ini terletak 1,5 kilometer di sebelah barat Kota Tanjungpinang ini punya nilai sejarah tinggi.

Bukit Kursi Pulau Penyengat
Bukit Kursi Pulau Penyengat
Memang tak mudah untuk sampai ke pulau Penyengat ini. Kalau ingin menuju ke Pulau Penyengat datang dari wilayah Batam maka harus melalui Pelabuhan Punggur Batam, Anda dapat menggunakan feri menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjungpinang. Setiap penumpang dikenai tiket Rp 50 ribu. Nah, dari pelabuhan Sri Bintan Pura masih harus berjalan kaki beberapa ratus meter menuju tempat berlabuh nya pongpong yang akan berangkat ke Pulau Penyengat.

Barulah kemudian anda menumpang perahu (pongpong) dengan tarif Rp 10 ribu per orang menuju Pulau Penyengat. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 15 menit. Obyek wisata pertama yang disaksikan oleh para pengunjung biasanya Masjid Raya Sultan Riau, sebuah bangunan bersejarah didirikan pada 1832 oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahman. Kalau sampai ditempat ini diwaktu sholat Djuhur sebaiknya sholat dulu di masjid ini.  

Masjid Raya Sultan Riau
Masjid Raya Sultan Riau Penyengat
Masyarakat sekitar menyebut Masjid Raya Sultan Riau ini dengan sebutan masjid telor. Konon dalam membangun masjid ini campuran pasir nya menggunakan putih telur, yang berfungsi sebagai perekat antara bata yang satu dengan bata yang lain. Dan untuk warna cat tembok nya sehingga warnanya kuning nya kelihatan pudar digunakan campuran kuning telur untuk membuat warnanya. Ukuran masjidnya 19,8 x 18 meter dan dibelakang masjid banyak terdapat makam para guru dan ulama masjid. Bagian luar masjid ini berwarna kuning muda. Meski catnya terlihat pudar, aura kemegahannya masih terpancar. Di dalam masjid terpajang sebuah Al-Quran tulisan tangan karya Abdurrahman Stambul (1867). Pengunjung juga bisa menyaksikan 300 kitab suci kuno koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.

Bangunan ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga Pulau Penyengat. Dan biasanya masyarakat pulau Penyengat ini amat mudah dikenali mereka berasal dari Pulau Penyengat. Biasanya pemberian nama untuk anak-anak pulau Penyengat baik pria ataupun wanita di depan namanya disertakan nama Raja. Kalau ada yang bernama Raja di awal namanya baik itu pria ataupun wanita berarti sudah dapat dipastikan bahwa mereka berasal dari Pulau Penyengat kalau masih disekitar wilayah kepulauan Riau. Karena ada juga mantan Gubernur Sumut yang meninggal karena kecelakaan pesawat namanya Raja Inal Siregar tetapi beliau tidak dari Pulau Penyengat yach melainkan dari Tapanuli Selatan Sumatera Utara hehehe.

Makam raja-raja
Obyek wisata lain yang juga banyak dikunjungi traveler adalah makam raja-raja serta kediaman raja-raja, salah satunya Istana Kantor. Kompleks istana ini dibangun pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali pada 1844-1857. Pada masa itulah istana difungsikan sebagai kantor, bukan tempat tinggal raja. Itulah mengapa istana ini disebut dengan Istana Kantor. Namun kini bangunan yang dulu megah ini hanya tersisa bagian depan saja. Bagian belakang istana sudah hancur, tinggal reruntuhan. 

Raja Ali Haji

Makam Raja Ali Haji
Makam Raja Ali Haji di Penyengat Kepulauan Riau
Jangan lupa singgah ke Balai Adat. Ada beberapa benda bersejarah, seperti replika pelaminan adat Melayu disini. Untuk mengelilingi pulau seluas 2 kilometer persegi ini, wisatawan bisa berjalan kaki. Tapi tentu saja bersiaplah pegal-pegal. 

Balai Adat Penyengat Kepulauan Riau
Balai Adat Penyengat Kepulauan Riau
Kalau ingin lebih nyaman, sewalah sepeda. Nah, kalau tidak ingin capek, silakan menumpang becak motor, yang bisa dipakai untuk dua orang. Tapi tentu saja tarifnya mahal, Rp 30 ribu sekali jalan untuk menyambangi obyek-obyek wisata pulau yang penting. Meski pulau ini tak begitu besar, ada banyak tempat makan yang bisa Anda singgahi. Kebanyakan menyediakan olahan laut, seperti ikan kakap atau ikan pari. Jadi jangan khawatir bakal kelaparan. Yuk, jalan-jalan ke sana ke Pulau Penyengat Kepulauan Riau.

Jumat, 04 Juli 2014

Teluk Cendrawasih

Teluk Cendrawasih, kawasan ini tak cuma menawarkan kecantikan baharinya. Ada juga wisata sejarah dan budaya yang layak dinikmati. Mari ke Teluk Cendrawasih. Para traveller tanah air dulu mungkin lebih suka pergi ke Bangkok atau Vietnam jika ingin berlibur. Namun kini, ada sedikit perubahan. Destinasi di dalam negeri khususnya wilayah Indonesia Timur makin digilai. Sikunir info jalan-jalan.

Papua Barat
Salah satunya Papua Barat. Di provinsi ini terdapat taman nasional dengan perairan terluas di Indonesia. Namanya Teluk Cendrawasih yang kini menjadi salah satu andalan pariwisata Papua Barat maupun Papua. Begitu tiba di lokasi ini, mata pengunjung akan langsung dimanja dengan pemandangannya yang elok. Bukit-bukit mengelilingi teluk begitu indah dipandang mata.

Belum lagi ratusan burung camar yang beterbangan kian kemari. Rasanya semua itu begitu pas dinikmati bersama matahari terbenam dan air kelapa murni yang dipetik langsung dari pohonnya. Hiu Paus satu yang paling menarik dari kawasan ini adalah keberadaan hiu paus atau whale shark. Hewan raksasa yang jinak ini biasanya memiliki panjang mencapai 14 meter.

Meski panjang dan besar, Anda tidak perlu takut. Hewan dengan nama latin Rhincodon typus ini hanya makan ikan teri kecil (ikan puri) dan plankton. Anda bahkan bisa mengajaknya bermain-main dengan cara melempar ikan puri ke laut. Tanpa dikomando, hewan cantik ini akan langsung menyembul ke permukaan air.

Hiu Paus
Hiu Paus
Meski jinak dan penyelam bisa sangat dekat berenang di dekatnya, sebaiknya tetap tidak menyentuhnya. Bagaimana pun, hewan itu berukuran sangat besar sehingga berbahaya. Di kawasan ini, Hiu Paus tersebar di beberapa titik. Alternatifnya antara lain di Ahe, bagian dari Kepulauan Harlem atau sekitar 1,5 jam dari Nabire, bila ditempuh dengan perahu. Bahari hingga Wisata Budaya Soal kekayaan baharinya, Teluk Cendrawasih sudah tak perlu ditanya. tercatat ada lebih dari 209 jenis ikan, di antaranya ornate ghost pipefish, bumphead, wobbegongs, cockatoo waspfish, butterflyfish dan rabbitfish.

Hiu Paus
Hiu Paus
Ada juga ikan duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan tentu saja hiu paus yang begitu memikat hati tadi. Ada pula habitat empat jenis penyu yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae) dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). 

Pantai Serui
Sementara di area pantainya yang hanya sekitar 0,9 persen dari total wilayah, juga tak kalah cantik. Salah satu pantai indah yang ditawarkan adalah Pantai Serui dengan pasir putih, air jernih dan ombak tenang. Kawasan darat yang juga menarik dikunjungi adalah Pulau Rumberpon. Di sini, ada lokasi untuk mengamati burung dan rusa. Anda juga bisa menyelam atau snorkeling di perairannya. Salah satu pemandangannya adalah bangkai pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut saat Perang Dunia II. 

Pantai Serui
Pantai Serui
Pulau Mioswaar
Pulau lainnya adalah Pulau Mioswaar yang terdapat sumber air panas dan air terjun cantik. Anda tak cuma mendapat pemandangan yang indah saja. Berwisata di kawasan ini juga akan memberi Anda pengalaman berharga karena Anda bisa berinteraksi langsung dengan masyarakatnya.

Di Pulau Yoop, Wendesi, Wasior dan Yomber dapat menjadi lokasi favorit untuk melihat ikan paus dan ikan lumba-lumba serta melihat sejumlah peninggalan kolonial dari abad 18. Sementara di Pulau Roon Anda bisa berwisata budaya dan gereja tua. Banyak umat kristiani berkunjung ke gereja di Desa Yende (Pulau Roon) untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.

Pulau Numfor
Selanjutnya di Pulau Numfor dan Misowaar terdapat gua prasejarah dengan kerangka manusia dari zaman prasejarah, lengkap dengan lukisan-lukisan karya mereka, piring antik dan peti berukir. Pun di Tanjung Manggar ada sebuah gua dalam air dengan kedalaman 100 kaki. Gua alam ini merupakan peninggalan zaman purba dan memiliki sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam.

Live Aboard Di kawasan ini, belum ada tempat menginap untuk wisatawan. Dengan begitu, cara paling logis untuk mengeksplorasi kawasan ini adalah dengan cara live aboard atau menginap di kapal. Cara ini sangat memudahkan saat para penyelam ingin menjelajahi berbagai titik menyelam. Ada beberapa operator yang bisa Anda pilih untuk melakukan perjalanan ini.

Pihak operator akan mengatur segala kebutuhan Anda selama tinggal berhari-hari di atas kapal. Anda juga tidak perlu bingung menentukan titik menyelam karena mereka biasanya sudah mengetahuinya. Anda tinggal mengikuti panduan mereka. Mereka sudah menyiapkan segala keperluan Anda termasuk soal makanan yang Anda konsumsi. Namun sudah pasti tarifnya mahal.

Berbeda selera Kawah Ijen dan Pantai Sukamade

Berbeda selera soal liburan bukan berarti tak bisa liburan bersama dong. Tinggal pintar-pintar pilih tempat saja. Pasangan suami istri memang tak harus memiliki selera yang sama, termasuk soal pilihan tempat berlibur. Satunya suka gunung atau pantai, bisa jadi si pasangan suka liburan ala kota metropolitan. Bahkan hal ini tak jarang membuat percekcokan terjadi. Masing-masing ngotot dengan tempat liburan yang dimauinya. Jadinya, bukannya senang mau piknik, malah jadi bete nggak keruan. Ok sikunir info akan berikan tips berlibur berbeda pilihan selera tetapi tetap bisa liburan bersama.

Nah, kenapa Anda tidak berkompromi saja? 
Mungkin dipikiran Anda terbesit, kenapa tidak berkompromi saja. Ada lho, tempat-tempat yang bisa dikunjungi oleh pasangan yang punya vacation style berbeda tanpa rasa terpaksa. Berikut sejumlah kota di Indonesia yang bisa Anda coba, kota ini bisa menjadi pilihan untuk suami istri yang punya gaya liburan berbeda. Jika suami menyukai hal-hal berbau alam, ada banyak tempat yang bisa dikunjungi, salah satunya Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Bondowoso-Banyuwangi. 

Kawah Ijen
Kawah Ijen
Kira-kira tiga jam dari pusat kota Surabaya, bisa ditempuh dengan mobil atau bus. Untuk menikmati gunung berapi dengan kawah hijau toska di tengahnya, Anda memang harus menjalani perjuangan yakni berjalan kaki selama dua jam. Namun semua akan terbayar saat Anda memandangi indahnya pemandangan di sini. Buat penyuka fotografi, jangan tinggalkan kamera Anda karena inilah saat beraksi. 

Pantai Sukamade
Wisata alam lainnya adalah Pantai Sukamade yang masih berada di wilayah Banyuwangi. Pantai ini merupakan habitat penyu laut. Otomatis, Anda bisa melihat penyu-penyu itu bertelur di pantai. Letaknya agak terpencil, tapi Anda tak perlu khawatir karena di tempat ini terdapat sejumlah fasilitas seperti cottage dan camping ground. Anda juga bisa menikmati hutan mangrove di sini. Sungai di dekat hutan ini bisa dipakai untuk berkano ria sambil melihat burung-burung yang terbang rendah seperti Roko-roko, Elang Laut, dan Dara Laut.

Pantai Sukamade
Pantai Sukamade
Kota Surabaya
Untuk kepuasan istri yang hobi kuliner, Anda bisa mengajaknya menjelajahi kota Surabaya. Kota ini menyimpan begitu banyak kekayaan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Ada banyak masakan khas, seperti lontong balap, rawon setan, pecel surabaya, tahu tek, dan pastinya rujak cingur. Semuanya enak-enak dan pastinya rasanya ‘khas’. Kalau diperhatikan, masakan ala Surabaya ini mirip dengan karakter orang Surabaya yang lumayan ‘ceplas-ceplos’. Tampilan masakan di sini juga biasanya terkesan ‘seadanya’.

Namun jangan ditanya soal rasa. Boleh diadu dengan masakan khas dari daerah lain lho, salah satunya semanggi suroboyo yang biasa dijual dengan bakul oleh ibu-ibu berkebaya dan berjarit. Makanan ini sebenarnya bisa dijumpai di hotel-hotel, tetapi kurang afdal kalau kita tidak mendapatkan yang asli. 

semanggi suroboyo
semanggi suroboyo
Biasanya, makanan ini dijajakan pada pagi hari untuk sarapan. Semanggi ini sebenarnya masakan yang sederhana, terdiri dari rebusan daun semanggi, taoge yang disiram  dengan bumbu mirip pecel. Bedanya, bumbu semanggi terbuat dari campuran ubi manis rebus, kacang tanah, gula merah dan petis. Semua bahan itu dihaluskan dan dicampur air. Kalau ingin pedas, tinggal tambahkan sambal.

Ingin mencoba lontong balap? 
Salah satu yang terkenal bernama lontong balap wonokromo. Namun tentu saja Anda bisa menemukan masakan ini di hampir seluruh penjuru Surabaya. Sesuai namanya, makanan ini terdiri dari lontong, taoge, tahu, dan lento. Buat yang belum tahu lento, ini adalah semacam gorengan yang terbuat dari campuran singkong serut dan kacang tolo. Dimakan bersama petis udang, kuahnya menjadi semakin gurih-gurih pedas. Harus dicoba!

Rabu, 02 Juli 2014

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat

Tak hanya pemandangan alam dan kuliner yang menarik hati, Anda juga akan menemukan nilai-nilai Islam di kabupaten muda ini. Sikunir info jalan-jalan. Pulau Sumbawa memang tak sepopuler tetangganya yaitu Pulau Lombok. Tapi, jangan buru-buru pandang sebelah mata ya. Pulau ini pun menyimpan keindahan alam yang tak kalah memukau. Ayo jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat.

Di pulau ini, ada satu kabupaten yang baru beranjak dewasa, yakni Sumbawa Barat. Ya, Kabupaten Sumbawa Barat baru diresmikan pada 2003 bagian pemekaran dari Kabupaten Sumbawa. Di usianya yang muda, jangan heran bila berbagai pembangunan fisik dan non fisik sedang digiatkan oleh pemerintah daerah setempat, termasuk industri pariwisata.

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat
Selain panorama alam, Anda juga akan menemukan nilai-nilai Islam yang terpancar di beberapa bangunannya. Karena itu, pemerintah setempat juga memfokuskan pada wisata religi.

Kemutar Telu Center
Biasa disingkat KTC. Ini merupakan kompleks seluas 48 hektare yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat. Letaknya di Taliwang, ibu kota sekaligus sentral peradaban dan budaya. KTC sengaja dirancang berbentuk bintang segi delapan. Bentuk ini meniru simbol masa keemasan Islam di Cordoba, Spanyol. Bentuk ini juga melambangkan sikap masyarakat setempat yang terbuka dengan perubahan.

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat
Di Kemutar Telu, terdapat beberapa bangunan penting. Salah satunya Masjid Agung Darussalam. Masjid yang berdiri kokoh di atas kolam seluas 5 ribu meter persegi ini, diharapkan bisa memancarkan ‘Ruh Peradaban Fitrah’ bagi jajaran pemerintah maupun warga Sumbawa Barat.

Belum banyak yang tahu keindahan masjid yang sejajar dengan Graha Fitrah (kantor bupati) dan Gedung Setda ini. Tapi masyarakat setempat bangga menjadikannya sebagai tujuan wisata religi. Pemerintah setempat berharap masjid ini menjadi Pusat Kajian Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Setiap lantai nantinya akan dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku-buku agama dan ilmu pengetahuan.

Apalagi di momen Ramadhan seperti sekarang ini berbagai kegiatan keagamaan, seperti lomba MTQ, pesantren kilat dan buka puasa bersama menyemarakkan masjid ini. Masjid baru akan sepi setelah pukul 22.00 WITA. Mereka yang datang ada yang sekadar berjalan-jalan mengitari kompleks, atau bercengkerama dengan sahabat. Bahkan ada yang hanya menikmati keindahan Masjid Agung Darussalam yang terefleksi di air kolam di bawahnya.

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat
Arsitektur masjid banyak terinspirasi dari masjid-masjid di Mekah dan Madinah. Terdiri dari empat lantai yang ditopang 99 tiang bermakna Asmaul Husna. Anak tangganya berjumlah 112 menandakan nomor surat Al Ikhlas di dalam Alquran. Hiasan kaligrafi bertuliskan ayat suci Alquran memenuhi langit-langit ruangannya. Terdapat satu kubah besar, lima kubah kecil, serta dua menara yang menjulang tinggi di kanan-kiri masjid. Tiga lantai yang ada mampu menampung hingga empat ribuan jemaah.

Tak jauh dari masjid, ada Tugu Syukur. Desain tugu ini juga memiliki beberapa makna filosofis Islami, misalnya pada kepala tugu berbentuk bola dari emas berdiameter 112 sentimeter. Diameter bola itu mengacu pada nomor surat Al Ikhlas dalam Alquran, dan bola emas yang berputar teratur itu memiliki makna dzikirullah. Saat musim mudik Lebaran, kompleks ini selalu ramai dikunjungi. Kebanyakan adalah perantau yang pulang kampung untuk merayakan Idulfitri.

Kuliner
Salah satu kuliner yang terkenal dari Sumbawa Barat adalah susu kerbau, yang konon khasiatnya lebih bagus dari susu sapi. Sentra pemerahan susu kerbau di Sumbawa Barat ada di Desa Rarak, Kecamatan Telaga Bertong, Taliwang. Di desa ini, kita menyaksikan langsung bagaimana binatang yang suka berkubang ini diternakkan dan diperah susunya. Atau juga bisa mencicipi susu segar, yang langsung diminum usai diperah tanpa melalui proses pemanasan. Lebih enak katanya.

Susu ini dipercaya bagus untuk orang yang punya keluhan susah tidur atau insomnia. Soal rasa boleh diadu. Lebih gurih dan lebih kental ketimbang susu sapi dan susu kambing. Setelah mencicipi susu kerbau, jangan lupa mencoba makanan khas yang biasa disebut ‘singang’. Singang merupakan masakan tradisional berbahan ikan segar dengan bumbu berbagai macam rempah. Tampilannya sekilas mirip gulai ikan, tapi lebih segar dan menggugah selera.

Makanan lainnya yang layak dicoba adalah ‘gecok’. Hidangan berbahan dasar jeroan dan daging sapi ini hadir dalam bentuk tumis daging berbalut parutan kelapa berbumbu. Rasanya gurih, renyah, dan agak garing. Nikmat disantap dengan nasi hangat. Ingin coba? Yuk, ke Sumbawa Barat. Sumber:majalahdetik.