Rabu, 02 Juli 2014

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat

Tak hanya pemandangan alam dan kuliner yang menarik hati, Anda juga akan menemukan nilai-nilai Islam di kabupaten muda ini. Sikunir info jalan-jalan. Pulau Sumbawa memang tak sepopuler tetangganya yaitu Pulau Lombok. Tapi, jangan buru-buru pandang sebelah mata ya. Pulau ini pun menyimpan keindahan alam yang tak kalah memukau. Ayo jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat.

Di pulau ini, ada satu kabupaten yang baru beranjak dewasa, yakni Sumbawa Barat. Ya, Kabupaten Sumbawa Barat baru diresmikan pada 2003 bagian pemekaran dari Kabupaten Sumbawa. Di usianya yang muda, jangan heran bila berbagai pembangunan fisik dan non fisik sedang digiatkan oleh pemerintah daerah setempat, termasuk industri pariwisata.

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat
Selain panorama alam, Anda juga akan menemukan nilai-nilai Islam yang terpancar di beberapa bangunannya. Karena itu, pemerintah setempat juga memfokuskan pada wisata religi.

Kemutar Telu Center
Biasa disingkat KTC. Ini merupakan kompleks seluas 48 hektare yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat. Letaknya di Taliwang, ibu kota sekaligus sentral peradaban dan budaya. KTC sengaja dirancang berbentuk bintang segi delapan. Bentuk ini meniru simbol masa keemasan Islam di Cordoba, Spanyol. Bentuk ini juga melambangkan sikap masyarakat setempat yang terbuka dengan perubahan.

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat
Di Kemutar Telu, terdapat beberapa bangunan penting. Salah satunya Masjid Agung Darussalam. Masjid yang berdiri kokoh di atas kolam seluas 5 ribu meter persegi ini, diharapkan bisa memancarkan ‘Ruh Peradaban Fitrah’ bagi jajaran pemerintah maupun warga Sumbawa Barat.

Belum banyak yang tahu keindahan masjid yang sejajar dengan Graha Fitrah (kantor bupati) dan Gedung Setda ini. Tapi masyarakat setempat bangga menjadikannya sebagai tujuan wisata religi. Pemerintah setempat berharap masjid ini menjadi Pusat Kajian Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Setiap lantai nantinya akan dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku-buku agama dan ilmu pengetahuan.

Apalagi di momen Ramadhan seperti sekarang ini berbagai kegiatan keagamaan, seperti lomba MTQ, pesantren kilat dan buka puasa bersama menyemarakkan masjid ini. Masjid baru akan sepi setelah pukul 22.00 WITA. Mereka yang datang ada yang sekadar berjalan-jalan mengitari kompleks, atau bercengkerama dengan sahabat. Bahkan ada yang hanya menikmati keindahan Masjid Agung Darussalam yang terefleksi di air kolam di bawahnya.

Jalan-jalan ke Kabupaten Muda Sumbawa Barat
Arsitektur masjid banyak terinspirasi dari masjid-masjid di Mekah dan Madinah. Terdiri dari empat lantai yang ditopang 99 tiang bermakna Asmaul Husna. Anak tangganya berjumlah 112 menandakan nomor surat Al Ikhlas di dalam Alquran. Hiasan kaligrafi bertuliskan ayat suci Alquran memenuhi langit-langit ruangannya. Terdapat satu kubah besar, lima kubah kecil, serta dua menara yang menjulang tinggi di kanan-kiri masjid. Tiga lantai yang ada mampu menampung hingga empat ribuan jemaah.

Tak jauh dari masjid, ada Tugu Syukur. Desain tugu ini juga memiliki beberapa makna filosofis Islami, misalnya pada kepala tugu berbentuk bola dari emas berdiameter 112 sentimeter. Diameter bola itu mengacu pada nomor surat Al Ikhlas dalam Alquran, dan bola emas yang berputar teratur itu memiliki makna dzikirullah. Saat musim mudik Lebaran, kompleks ini selalu ramai dikunjungi. Kebanyakan adalah perantau yang pulang kampung untuk merayakan Idulfitri.

Kuliner
Salah satu kuliner yang terkenal dari Sumbawa Barat adalah susu kerbau, yang konon khasiatnya lebih bagus dari susu sapi. Sentra pemerahan susu kerbau di Sumbawa Barat ada di Desa Rarak, Kecamatan Telaga Bertong, Taliwang. Di desa ini, kita menyaksikan langsung bagaimana binatang yang suka berkubang ini diternakkan dan diperah susunya. Atau juga bisa mencicipi susu segar, yang langsung diminum usai diperah tanpa melalui proses pemanasan. Lebih enak katanya.

Susu ini dipercaya bagus untuk orang yang punya keluhan susah tidur atau insomnia. Soal rasa boleh diadu. Lebih gurih dan lebih kental ketimbang susu sapi dan susu kambing. Setelah mencicipi susu kerbau, jangan lupa mencoba makanan khas yang biasa disebut ‘singang’. Singang merupakan masakan tradisional berbahan ikan segar dengan bumbu berbagai macam rempah. Tampilannya sekilas mirip gulai ikan, tapi lebih segar dan menggugah selera.

Makanan lainnya yang layak dicoba adalah ‘gecok’. Hidangan berbahan dasar jeroan dan daging sapi ini hadir dalam bentuk tumis daging berbalut parutan kelapa berbumbu. Rasanya gurih, renyah, dan agak garing. Nikmat disantap dengan nasi hangat. Ingin coba? Yuk, ke Sumbawa Barat. Sumber:majalahdetik.