Sikunir info jalan-jalan. Pulau Penyengat Kepulauan Riau adalah merupakan Mahar untuk Putri Raja. Pulau ini dulu nya menjadi mahar saat Sultan Mahmud mempersunting Putri Raja Hamidah. Jauh sebelum itu, pulau di sebelah barat Tanjungpinang ini menjadi benteng pertahanan untuk melawan Belanda. Cerita mitos nya bagi yang sedang berpacaran jangan pergi ke pulau Penyengat ini berdua dengan sang pacar karena nanti apabila setelah pulang dari pulau ini bakalan putus hehehe, itu cuma cerita mitos, karena jodoh, maut dan ridzki adalah merupakah rahasia Tuhan untuk manusia. Aamiiin
Sampai ke Pulau Penyengat
Menurut cerita, pulau mungil yang mirip buaya lagi berjemur ini kalau dilihat dari Puncak Bukit Kursi sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang ada di pulau ini. Nama penyengat diberikan kepada nama pulau Penyengat (Indra Sakti) ini karena pernah seorang pelaut terkenal yang tengah mengambil air tawar di pulau ini diserang oleh hewan semacam lebah. Sehingga pulau ini menjadi familiar dengan sebutan pulau Penyengat. Sampai saat ini.
![]() |
| Makam Raja Hamidah (Engku Puteri) Penyengat |
Pada tahun 1803 Pulau Penyengat telah dibina dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri, dan kemudian berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau Lingga, sementara Sultan berkediaman resmi di Daik Lingga. Baru kemudian pada tahun 1900 Sultan Riau Lingga ke Pulau Penyengat.
Objek wisata sejarah
Di kalangan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), nama Pulau Penyengat sudah lama dikenal sebagai obyek wisata sejarah. Pulau Penyengat menjadi saksi bisu perlawanan bangsa Melayu terhadap penjajahan Belanda. Sisa-sisa perang melawan Belanda pada 1782-1784 masih bisa dilihat di Bukit Kursi Pulau Penyengat. Di puncak Bukit Kursi ada terdapat 7 buah meriam dan dikelilingi lubang pertahanan, mirip strategi perang Khandaq pada waktu zaman Nabi Muhammad SAW. Pulau Penyengat ini terletak 1,5 kilometer di sebelah barat Kota Tanjungpinang ini punya nilai sejarah tinggi.
![]() |
| Bukit Kursi Pulau Penyengat |
Memang tak mudah untuk sampai ke pulau Penyengat ini. Kalau ingin menuju ke Pulau Penyengat datang dari wilayah Batam maka harus melalui Pelabuhan Punggur Batam, Anda dapat menggunakan feri menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjungpinang. Setiap penumpang dikenai tiket Rp 50 ribu. Nah, dari pelabuhan Sri Bintan Pura masih harus berjalan kaki beberapa ratus meter menuju tempat berlabuh nya pongpong yang akan berangkat ke Pulau Penyengat.
Barulah kemudian anda menumpang perahu (pongpong) dengan tarif Rp 10 ribu per orang menuju Pulau Penyengat. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 15 menit. Obyek wisata pertama yang disaksikan oleh para pengunjung biasanya Masjid Raya Sultan Riau, sebuah bangunan bersejarah didirikan pada 1832 oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahman. Kalau sampai ditempat ini diwaktu sholat Djuhur sebaiknya sholat dulu di masjid ini.
![]() |
| Masjid Raya Sultan Riau Penyengat |
Masyarakat sekitar menyebut Masjid Raya Sultan Riau ini dengan sebutan masjid telor. Konon dalam membangun masjid ini campuran pasir nya menggunakan putih telur, yang berfungsi sebagai perekat antara bata yang satu dengan bata yang lain. Dan untuk warna cat tembok nya sehingga warnanya kuning nya kelihatan pudar digunakan campuran kuning telur untuk membuat warnanya. Ukuran masjidnya 19,8 x 18 meter dan dibelakang masjid banyak terdapat makam para guru dan ulama masjid. Bagian luar masjid ini berwarna kuning muda. Meski catnya terlihat pudar, aura kemegahannya masih terpancar. Di dalam masjid terpajang sebuah Al-Quran tulisan tangan karya Abdurrahman Stambul (1867). Pengunjung juga bisa menyaksikan 300 kitab suci kuno koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.
Bangunan ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga Pulau Penyengat. Dan biasanya masyarakat pulau Penyengat ini amat mudah dikenali mereka berasal dari Pulau Penyengat. Biasanya pemberian nama untuk anak-anak pulau Penyengat baik pria ataupun wanita di depan namanya disertakan nama Raja. Kalau ada yang bernama Raja di awal namanya baik itu pria ataupun wanita berarti sudah dapat dipastikan bahwa mereka berasal dari Pulau Penyengat kalau masih disekitar wilayah kepulauan Riau. Karena ada juga mantan Gubernur Sumut yang meninggal karena kecelakaan pesawat namanya Raja Inal Siregar tetapi beliau tidak dari Pulau Penyengat yach melainkan dari Tapanuli Selatan Sumatera Utara hehehe.
Makam raja-raja
Obyek wisata lain yang juga banyak dikunjungi traveler adalah makam raja-raja serta kediaman raja-raja, salah satunya Istana Kantor. Kompleks istana ini dibangun pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali pada 1844-1857. Pada masa itulah istana difungsikan sebagai kantor, bukan tempat tinggal raja. Itulah mengapa istana ini disebut dengan Istana Kantor. Namun kini bangunan yang dulu megah ini hanya tersisa bagian depan saja. Bagian belakang istana sudah hancur, tinggal reruntuhan.
![]() |
| Makam Raja Ali Haji di Penyengat Kepulauan Riau |
Jangan lupa singgah ke Balai Adat. Ada beberapa benda bersejarah, seperti replika pelaminan adat Melayu disini. Untuk mengelilingi pulau seluas 2 kilometer persegi ini, wisatawan bisa berjalan kaki. Tapi tentu saja bersiaplah pegal-pegal.
![]() |
| Balai Adat Penyengat Kepulauan Riau |
Kalau ingin lebih nyaman, sewalah sepeda. Nah, kalau tidak ingin capek, silakan menumpang becak motor, yang bisa dipakai untuk dua orang. Tapi tentu saja tarifnya mahal, Rp 30 ribu sekali jalan untuk menyambangi obyek-obyek wisata pulau yang penting. Meski pulau ini tak begitu besar, ada banyak tempat makan yang bisa Anda singgahi. Kebanyakan menyediakan olahan laut, seperti ikan kakap atau ikan pari. Jadi jangan khawatir bakal kelaparan. Yuk, jalan-jalan ke sana ke Pulau Penyengat Kepulauan Riau.





