Sabtu, 19 Juli 2014

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Wisatawan dunia pasti tahu bahwa Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin yang berkubah emas ada di Brunei Darussalam. Padahal Indonesia juga punya, tepatnya di Depok, Jawa Barat. Inilah Masjid Kubah Emas (Masjid Dian Al Mahri). Yuk kita berwisata religi ke masjid kubah emas ini. Sikunir info jalan-jalan.

Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. 

Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996. 

Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri

Masjid yang memiliki nama asli Masjid Dian al Mahri ini selesai dibangun pada tahun 2006 dan dengan cepat menjadi atraksi wisata religi. Masjid Dian Al Mahri dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H yang kedua kalinya pada tahun itu. Pembangunannya sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006. 

Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini. Ada sekitar 5 ribu jemaah yang mengikuti prosesi peresmian masjid ini. Yuk kita bersama-sama melihat wisata religi yang satu ini.

Spesifikasi Masjid
Bangunan masjid memiliki luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi. terdiri dari bangunan utama, mezamin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu, dan ruang wudhu. Masjid ini mampu menampung 15 ribu jemaah shalat dan 20 ribu jemaah taklim. Masjid ini merupakan salah satu di antara masjid-masjid termegah di Asia Tenggara.

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Kubah utama bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Relief hiasan di atas tempat imam terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Ruang utama masjid memiliki ukuran 45×57 meter, dapat menampung sebanyak 8.000 jamaah. Masjid ini memiliki 6 minaret berbentuk segi enam yang tingginya masing-masing 40 meter. 6 minaret ini dibalut granit abu-abu dari itali dengan ornamen yang melingkar. Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Kubah masjid ini mengacu kubah yang digunakan masjid-masjid Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan komputer.

Interior masjid ini menampilkan pilar-pilar kokoh yang tinggi menjulang untuk menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. 

Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang dikerjakan oleh ahli dari Italia.

Bangunan masjid besar dan unik
Mampu menampung kurang lebih 20.000 jamaah, masjid ini tidak saja didatangi wisatawan dalam pulau tapi juga luar pulau. Banyak yang sengaja datang berbondong-bondong dengan bus untuk menikmati keindahan masjid emas ini, sekaligus berwisata religi.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok
Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Selama Ramadan, biasanya selalu ada momen buka puasa bersama, sebelum salat Magrib berjamaah. Saat siang hari, traveler bisa itikaf sambil menunggu berbuka puasa. Saat malam hari, traveler juga bisa menghabiskan waktu dengan salat tarawih bersama.

Kubahnya emas
Ada 5 kubah di bangunan ini, dan semuanya terbuat dari emas dengan ketebalan 2-3 mm. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama para traveler. Namun tidak hanya itu, arsitektur masjid ini pun tak kalah mengagumkan.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok
Kubahnya terbuat dari emas

Selain kubah, relief di atas tempat imam pun terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Cantik!

Seperti berada di masjid Timur Tengah
Aula yang megah menjadi salah satu gaya khas Timur Tengah. Ditambah dengan warna dan gaya lorong yang sedemikian rupa. Membuat Anda merasa ada di Timur Tengah dan lupa sedang berada di Depok, jawa Barat.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Ornamen warna masjid yang lembut
Tidak banyak warna yang digunakan masjid ini. Kebanyakan berwarna hitam, krem atau salem. Namun, inilah yang membuatnya menarik. Sederhana dan klasik. Lorong dengan warna berlapis seperti ini persis seperti kebanyakan masjid di Turki dan kawasan Timur Tengah lainnya.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Megah sampai ke dalam masjid
Masuk ke dalam, seperti merasa di masjid yang ada di Timur Tengah. Belum lagi lampu gantung megah seberat 8 ton yang didatangkan langsung dari Italia. Bagian interiornya kebanyakan terbuat dari marmer yang diimpor dari Turki.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok

Taman yang cantik
Selesai mengagumi masjid, jangan lupa berkeliling ke komplek. Karena di sekitar masjid, ada taman-taman asri yang tertata dengan cantik dan sempurna. Sungguh wisata religi yang menyejukkan hati dan mata.

Wisata religi masjid kubah emas kota Depok