Sikunir info jalan-jalan ke Taj Mahal, berikut adalah bagaimana tips agar menikmati perjalanan wisata jalan-jalan ke Agra Taj Mahal. Berwisata ke India tentu berbeda dengan Anda pergi ke Singapura yang serba teratur. Ada sejumlah tips yang wajib Anda ketahui:
Sopir-sopir gigih
Jangan pedulikan penarik becak rickshaw maupun auto rickshaw yang memaksa Anda naik, jalan saja terus. Namun kalau capai menolak, naik pun tak apa. Ongkosnya tidak mahal, malah terhitung murah.
Hindari Paket Wisata
Pergilah dengan tuk-tuk sekali jalan, untuk jarak sekitar 5 km, paling banter Anda harus merogoh 50 rupee. Selain hemat, tujuan utamanya adalah menghindari jebakan sopir menyebalkan. Dari 6 jam carter, bisa jadi hanya 3 jam untuk ke destinasi wisata. Sisa waktu akan dia gunakan untuk membawa Anda ke toko dan memaksa Anda untuk berbelanja hingga dia mendapat bonus besar.
Jangan mudah terpesona
Jangan mudah terpesona oleh sapaan “Hello, my brother! Are you muslim? Assalamualaikum!” Banyak penipu di India, termasuk yang mendekati Anda dengan kesamaan agama.
Makanan Murah
Untuk efisiensi, jangan membandingkan harga makanan di Agra dengan di Indonesia. Di sini harga makanan terbilang murah, sekitar Rp 10 ribu untuk sekali makan.
Banyak penipu di India
Banyak penipu di India, termasuk yang mendekati Anda dengan kesamaan agama. Apalagi saat jalan-jalan ke Taj Mahal India. Memasuki kota ini ibarat menemukan oase. Kota Agra berada di negara bagian Uttar Pradesh. Jumlah penduduk muslim di kota ini lumayan besar, sekitar 15 persen dari total populasi 51 ribu jiwa. Itu menurut data resmi. Namun menurut beberapa orang lokal yang ada di sana, mulai petugas hotel sampai sopir auto rickshaw, jumlah muslim jauh lebih banyak daripada data resmi. Ya maklum saja, Agra memang bekas ibu kota imperium Mughal yang beragama Islam. Di banyak sudut memang menemukan tanda-tanda Islam di sana.
![]() |
| Taj Mahal |
Kopiah putih, maupun sekadar sapaan hangat yang seolah template karena selalu sama persis: “Hello, my brother! Are you muslim? Assalamualaikum!” dari para pedagang cendera mata. Dunia mengenal Agra dari Taj Mahal nya. Tak perlu dijelaskan lagi apa itu Taj Mahal. Monumen ‘cinta’ itu merupakan destinasi utama yang haram Anda lewatkan saat berkunjung ke Agra, bahkan ke India.
Resepsionis hotel disana akan menyarankan mengambil paket keliling tempat-tempat wisata, tetapi lebih baik jangan mengambil paket-paket yang ditawarkan oleh mereka. Tentu bukan dengan shuttle bus, karena bahkan kendaraan umum pun tak tampak. Dengan 400 rupee, atau sekitar Rp 80 ribu, akan diantar oleh tuk-tuk alias auto rickshaw berkeliling di antero Agra. Bukan ongkos tinggi bagi orang Indonesia. Namun di India, nilai itu sudah lumayan mahal.
Monumen cinta yang didirikan Shah Jahan pada tahun 1630-1653 Masehi itu membuat kita merinding. Ternyata jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan selama ini. Bukan Taj Mahal-nya saja, tapi lebih tepatnya adalah keseluruhan kompleks Taj Mahal. Di area seluas 22 hektare lebih, bangunan marmer Taj Mahal tidak berdiri sendirian. Bangunan ini ditemani oleh gerbang, masjid, beberapa makam lain, juga menara-menara peninjau berbahan bata merah. Kesemuanya dalam ukuran jumbo. Tak ketinggalan, taman luas yang penuh pepohonan rindang.
Mulai memasuki pintu gerbang depan, suasana megah dan mistis itu terasa sekali. Sunyi, sejuk dan bersih. Kompleks Taj Mahal memang sangat dijaga kebersihannya. Sebagai sesama situs UNESCO, jangan bandingkan kebersihan kompleks Taj Mahal dengan ‘kebersihan’ kompleks Candi Borobudur, misalnya.
Memasuki gerbang depan, semua pengunjung wajib menitipkan tasnya. Hanya air minum dan kamera yang boleh dibawa masuk. Bahkan ketika memasuki bangunan utama, pengunjung wajib membungkus kakinya dengan kain khusus. Sebaiknya sediakan waktu seharian untuk berkeliling. Kompleks ini sangat luas, dan waktu dua jam sangat-sangat kurang. Waktu sependek itu hanya pas untuk berkeliling di seputar bangunan utama berbahan marmer yang memang menakjubkan itu. Kalau ingin puas, jangan ambil paket wisata. Anda punya kesempatan lagi untuk menjelajah. Cobalah ke area masjid atau sekadar duduk-duduk di sisi barat sambil menikmati aduhainya Sungai Yamuna.
Meski belum merasa puas, harus bergeser ke tujuan berikutnya, Agra Fort. Ini merupakan bangunan bata merah yang alamak besarnya. Letaknya cuma 2,5 km dari Taj Mahal. Bangunan ini lebih tua dan lebih luas daripada Taj Mahal. Didirikan pada lebih dari seabad sebelum Shah Jahan membangun monumen marmernya. Agra Fort berdiri di lahan seluas 38 hektare. Untuk menikmati detailnya, butuh waktu dari pagi sampai sore. Eksplorasi yang terburu-buru cuma akan menyisakan sesal, hehehehe.
Lagi-lagi, sopir auto rickshaw memberikan waktu sangat singkat. Konon, Shah Jahan sangat sering menghabiskan waktu di atas benteng, memandangi Taj Mahal dari kejauhan. Itu terjadi setelah kekuasaannya surut dan kas kerajaan habis karena pembangunan Taj Mahal. Lalu Aurangzeb, anaknya menyekap sang ayah di Agra Fort hingga akhir hidupnya. Siapa tahu, Anda berdiri di tempat Kaisar Moghul itu memandang makam megah istri tercintanya.



