Mungkin anda belum lazim dengan istilah caving. Susur gua atau jelajah gua, salah satu kegiatan olah raga rekreasi menjelajahi gua. Tantangan dari olah raga ini tergantung dari gua yang dikunjungi. Caving kadangkala dilakukan hanya untuk kenikmatan melakukan aktivitas untuk latihan fisik.
Gua telah dijelajahi karena kebutuhan hidup manusia pada beberapa ribu tahun yang lalu, namun hanya dalam beberapa abad terakhir aktivitas ini menjadi sebuah olah raga. Caving telah berubah karena adanya peralatan dan baju perlindungan modern. So pastinya seru nya dech. Sikunir info jalan-jalan kali ini akan bercerita tentang Gua Jomblang di Jogja. Tepatnya cahaya surga dari Gua Jomblang.
Memang jenis wisata olah raga caving ini tergolong ke dalam minat olah raga khusus yang punya penggemar sendiri. Selain memerlukan kemampuan dan ketrampilan khusus khusus dalam melakukan petualangannya. Gunung Kidul, Wonosari merupakan kawasan karst yang terkenal dengan kompleks gua.
Salah satu gua yang terkenal di daerah Wonosari ini adalah Gua Jomblang. Masyarakat suku Jawa sering juga menyebutnya Luweng Jomblang. Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang mempunyai hutan purba yang cukup rapat di dasarnya. Gua Jomblang memiliki kedalaman 80 meter tapi untuk menuruninya terdapat jalur yang bervariasi mulai dari 15 meter – 80 meter.
Cahaya Surga
Indah berselimut misteri hehehe. Gua Jomblang memang dikenal angker karena pernah menjadi lubang eksekusi korban kekerasan PKI. Kebanyakan petualang yang datang kesini menamakannya dengan “cahaya surga”. Gua Jomblang adalah gua vertikal bertipe collapse doline. Karena letaknya di daerah persawahan dan berbatu serta jauh dari keramaian, gua ini dapat dikatakan masih “perawan”. Tak perlu khawatir bila tak memiliki pengalaman menjelajahi gua. Sebab, Jomblang Resort mempunyai sumber daya masyarakat berpengalaman, termasuk peralatan yang memadai, untuk membantu dan memandu pengunjung saat menyusuri Gua Jomblang.
![]() |
| Gua Jomblang |
Untuk memasuki Gua Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Oleh karena itu, siapapun yang hendak caving di Gua Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar kemanan caving di gua vertikal dan harus didampingi oleh penelusur gua yang sudah berpengalaman. Setelah memakai coverall, sepatu boot, helm, dan headlamp, seorang pemandu pun memasangkan SRT sambil menjelaskan nama dan fungsinya masing-masing. SRT set tersebut terdiri dari seat harness, chest harness, ascender / croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek.
Petuangan menuju kedalaman perut bumi ini pun dimulai dengan berjalan meninggalkan basecamp menuju bibir gua yang sudah disiapkan sebagai lintasan. Ada beberapa lintasan di Gua Jomblang dengan ketinggian beragam mulai 40 hingga 80 meter. Kalau anda datang sebagai pemula dan baru pertama kali menuruni gua vertikal maka pilih lah lintasan terpendek. Setelah itu dilanjutkan menuruni tali sepanjang kurang lebih 20 meter untuk sampai di dasar gua. Rasa was-was yang sempat hinggap saat melayang di udara langsung menghilang begitu menjejakkan kaki kembali di atas tanah. Hehehe.
![]() |
| Cahaya Surga Gua Jomblang |
Pemandangan yang ada di depan mata mengundang decak kagum. Jika di atas sejauh mata memandang hanya akan menemui perbukitan karst dan jati yang meranggas, maka di perut Gua Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang jauh berbeda dengan kondisi di atas ini sering dikenal dengan nama hutan purba. Sejak proses runtuhnya tanah ke bawah, vegetasi ini terus hidup dan berkembang biak hingga saat ini.
Hutan Purba
Sesampai di dasar Gua Jomblang, dengan diameter lubang sekitar 50 meter, kita dapat menyaksikan hutan purba, yang memiliki tumbuhan yang sama sekali berbeda dengan yang ada di atas. Hutan yang berada di dalam gua masih rindang dan terjaga sampai sekarang. Hal ini terjadi karena sinar matahari masih dapat masuk menyinari sebagian tempat di dasar gua.
Saat menyusuri dasar Gua Jomblang, kita dapat terus berjalan dan diantar sampai ke Gua Grubug, yang berjarak sekitar 300 meter. Gua Grubug memiliki mulut lebih kecil, dengan diameter berkisar 5 meter. Bila cahaya matahari masuk melalui celah tumbuhan yang ada di atas gua, terpapar pemandangan yang sangat menakjubkan. Kebanyakan petualang menamakannya “cahaya surga”. Sebab, memang cahaya yang masuk sangat natural dan indah. Di samping tu, di bagian bawah gua mengalir air bawah tanah yang sejuk dan segar.
Gua Jomblang dikenal dengan cahaya Ilahinya yang memancar melalui lubang pintu masuk. Bagi penyusur gua yang tergolong pemula, ada baiknya melakukan persiapan, baik fisik, mental, maupun penguasaan single rope technique. Jangan ragu meminta panduan dari tenaga ahli yang terbiasa menyusuri Gua Jomblang. Biasanya mereka memasang tarif Rp 150-500 ribu per orang.
Jadi, jika kita termasuk orang yang ingin mengenal alam lebih dekat lagi, Gua Jomblang dapat dimasukkan dalam daftar tempat wisata yang patut dikunjungi. Rasa lelah saat mencapai gua akan terbayar saat sampai dan menikmati pemandangan di dalam Gua Jomblang.
Gua ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi, yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau seumuran, yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik. Karena di dalam gua terdapat mulut gua sekitar 50 meter tersebut, gua itu sering disebut Luweng Jomblang.
Tips caving Gua Jomblang
- Jangan lupa membawa makanan dan minuman untuk konsumsi di dalam gua.
- Jangan lupa sampah nya pungut kembali dan bawa keluar gua kembali, agar tidak kotor di dalamnya.
- Jangan menyentuh ornamen gua.
- Jangan buang air kecil maupun besar di dalam gua.
- Packing barang-barang elektronik di dalam bahan yang kedap air.
- Cek kondisi baterai headlamp sebelum memasuki gua.
Akses untuk mencapai tujuan Gua Jomblang dapat menggunakan transportasi umum. Berangkat dari Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta lalu naik bus jurusan Jogja - Wonosari menuju Simpang Lima Wonosari. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota menuju Kecamatan Semanu. Salam traveling.

