Minggu, 29 Juni 2014

Indahnya raja Berau Kaltim

Airnya jernih. Tak salah jika danau mungil di Berau, Kaltim ini dijuluki cermin raksasa. Konon, di zaman dahulu menjadi tempat mandi para Raja Berau. Semakin ditelusuri, kecantikan Indonesia semakin tak dapat di sangkal. Satu tempat yang bisa membuktikannya adalah Danau Labuan Cermin di Berau, Kalimantan Timur. Ada alasan mengapa danau nan elok itu disebut cermin. Hal itu karena airnya sangat jernih bak cermin raksasa yang membentang. Sungguh indah dipandang. Sikunir info jalan-jalan. Kalau sunrise sikunir terkenal dengan keindahan suasana pagi menjelang sunrise sehingga disebut golden sunrise, nah kalau di raja Berau Kaltim ini dijuluki cermin raksasa.

Air danau nya rasa tawar dan asin
Danau ini juga unik karena dua rasa airnya. Tawar dan asin. Maklum saja, danau itu memang merupakan 'danau bercampur laut'. Air asin, bisa dijumpai di kedalaman sekitar dua meter dari permukaan danau. Sedang air tawar di permukaan danau. Orang bilang, menghipnotis karena Anda hampir tak ingin berkedip. Anda akan dibuat menganga oleh hamparan air jernih dan membiru. Ditambah udara sejuk yang mengeringkan keringat Anda. Konon, danau ini menjadi tempat mandi para Raja Berau zaman dulu. Danau nan indah itu tentu saja tidak hanya sedap dinikmati di permukaan. Dengan berenang, menyelam, atau sekadar snorkeling, Anda bisa menyaksikan biota lautnya yang memesona.

Karena tak cuma airnya yang ‘dua’, jenis ikan yang menghuni danau ini juga ada dua macam. Ikan-ikan air asin hidup di dasar danau sedangkan ikan air tawar hilir mudik di permukaannya. Selain itu, Anda juga bisa menikmati tumbuh-tumbuhan air dan batu-batuan alami. Di sejumlah titik, Anda akan merasakan sesuatu yang hangat karena adanya batas antara air laut dan air tawar. Rasakan juga gelembung-gelembung air yang membuat aktivitas menyelam semakin unik. Semua begitu memanjakan mata sehingga membuat Anda tak ingin beranjak menuju daratan. Namun Anda tetap harus berhati-hati jika berenang atau menyelam di danau mungil ini. Di sejumlah titik, arusnya sangat deras sehingga bisa menyeret dan membahayakan para perenang.

Indahnya raja Berau Kaltim
Indahnya raja Berau Kaltim 

Untuk menuju kesana butuh perjuangan ekstra
Untuk menikmati keindahan itu memang butuh perjuangan ekstra. Danau Labuan Cermin terletak di ujung hidung Borneo. Tepatnya di Desa Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kaltim. Dari Bengalon, desa pesisir itu bisa dicapai dalam waktu sekitar 12 jam. Kalau dari Samarinda, waktu yang dibutuhkan sekitar 20 - 24 jam. Perjalanan darat dari Samarinda ke Tanjung Redeb terkenal ganas dan menantang. Di musim hujan, jalur ini sangat berbahaya karena becek, berlubang, dan gelap di malam hari.

Bila pengemudi tidak kenal medan dan berhati-hati, bisa saja kendaraan terguling. Namun tenang saja, Anda tidak harus melewati jalur ini karena ada pesawat terbang dari Balikpapan. Setelah tiba di Tanjung Redeb, Anda bisa melanjutkan perjalanan darat sekitar 6 jam dengan mobil sewaan. Setelah itu, Anda harus berjalan kaki sekitar 30 menit sebelum akhirnya tiba di Desa Biduk-Biduk yang asri. 

Trek yang disusuri memang tak bisa dibilang mudah. Hutan yang menjadi akses menuju ‘harta karun Kaltim’ itu masih asli dan liar. Pepohonan rimbun dan satwa-satwa liar seperti monyet, babi hutan, burung, owa-owa dan beruang madu, bisa saja Anda jumpai. Menantang bukan? Anda boleh saja terengah-engah. Namun begitu Anda tiba di Desa Biduk-Biduk, rasa letih langsung hilang. Pemandangan desa pesisir yang sederhana tetapi indah, langsung membuat hati melayang.

Pohon Mangrove berjejer mengelilingi tepian pantai
Pohon Mangrove berjejer mengelilingi tepian pantai, perpaduan warna hijau mangrove dengan warna air pantainya yang sangat biru terlihat sungguh indah. Airnya sangat biru jernih dan menyejukkan siapapun yang memandangnya. Sebuah pemandangan sangat langka yang bisa kita temukan di kawasan wisata pada umumnya. Jangan pula harapkan resor nan mewah untuk menginap di lokasi ini. Anda bisa home stay di rumah- rumah penduduk yang berada di sekitar danau cantik itu.

Biayanya tidak mahal 
Paling-paling Anda hanya ‘diwajibkan’ memberi beberapa puluh ribu rupiah dan sedikit makanan. Untuk makanan, juga jangan harapkan restoran yang mewah. Di sekitar danau, terdapat warung-warung kecil yang menjual makanan. Meski fasilitasnya masih serba terbatas, tetapi tempat ini layak dikunjungi karena kecantikan dan keunikannya. Sumber:majalahdetik.

Keramahan Kota Bukittinggi

Sikunir info jalan-jalan. Kali ini sikunir info jalan-jalan ke kota Bukittinggi. Kota yang mendapat julukan paling ramah di Sumatera. Keramahan kota Bukittinggi. Kontur perbukitannya konon tak ada duanya. Dikenal sebagai kota paling ramah di tanah Sumatera. Salah satu pemandangan menawan yang ditawarkan Bukittinggi adalah Lembah Ngarai Sianok. Jika ingin merasakan suasana mencekam, silakan berkunjung pada pagi-pagi buta.

Landmark paling terkenal di kota ini adalah Jam Gadang. Di sini, Anda bisa membeli berbagai oleh-oleh khas Bukittinggi seperti kain songket, camilan, dan bermacam kerajinan tangan. Tempat yang tak boleh dilewatkan adalah museum terbuka yang diselenggarakan tiap hari Minggu dan libur nasional. Di sini, wisatawan akan mendapatkan pengetahuan kebudayaan Minang.

Keramahan Kota Bukit Tinggi
Anda juga bisa melakukan tapak tilas ke kota bekas penjajahan Belanda dengan melihat Fort de Kock. Jangan lewatkan juga Kota Gadang, desa kecil pandai perak. Anda bisa menyewa mobil atau motor untuk. Atau, jika ingin merasakan sensasi berbeda, Anda bisa bepergian dengan delman.

Makanan
Anda tentu sudah tahu ciri khas masakan Minang adalah serba pedas dan bersantan. Begitu juga di Bukittinggi. Jadi buat yang tidak suka pedas, sebaiknya berhati-hati. Salah satu rumah makan yang sayang dilewatkan adalah Family Benteng. Terletak di Jalan Benteng Indah, tepatnya di dekat pintu gerbang Fort de Kock.

Mengapa rumah makan sederhana ini harus dicoba? Karena konon dari tempat inilah masakan ayam pop tercipta. Jadi Anda akan menikmati ayam pop dari resep aslinya. 

Rasanya sangat gurih meski hanya diungkep dengan bumbu minimalis, direbus, dan kemudian digoreng sebentar. Warnanya pucat tapi rasanya lezat. Saking lezatnya, para tamu bisa menghabiskan 3-5 potong ayam pop. 

Dari rumah makan yang berada di ketinggian, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Bukittinggi yang memesona. Satu lagi yang khas dari Bukittinggi adalah nasi kapau. Kalau di Jawa, mungkin semacam nasi rames yang berisi berbagai macam lauk. Salah satu warung makan yang terkenal adalah ‘Simpang Raya’.

Restoran ini terletak dekat dengan jalan muka Jam Gadang. Rumah makan ini terkenal dengan masakan berkualitas tinggi. Selain masakan Minang, di sini juga menyediakan makanan Indonesia lainnya.

Penginapan
Ada banyak wisma dan hotel di Bukittinggi. Jika mencari hotel berbintang dengan fasilitas lengkap, The Hills Bukittinggi Hotel & Convention bisa menjadi pilihan. Selain kamar berfasilitas lengkap, hotel ini juga menawarkan pemandangan yang elok dari bukit Anai yang indah. 

Tarifnya agak mahal, yakni Rp 900 ribuan. Ada juga Nikita Palace di Jalan Sukarno-Hatta, Bukittinggi. Tempatnya memang tidak mewah tapi cukup nyaman untuk ditinggali. Untuk menginap semalam, tamu hanya dikenai tarif Rp 200 ribuan hingga Rp 300 ribuan. Itu sudah termasuk makan pagi gratis untuk berdua. Atau bisa juga mencoba Grand Malindo Hotel di Jalan Panorama, Bukittinggi. Tarifnya sekitar Rp 300 ribuan hingga Rp 400 ribuan. Sudah termasuk makan pagi untuk berdua dan free wi-fi.

Bagaimana menuju kesana
Dari Jakarta, Bukittinggi bisa ditempuh dalam waktu empat jam. Dua jam pertama untuk perjalanan udara dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Minangkabau di Ketaping. Setelah itu, Anda harus melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih dua jam menuju Bukittinggi. Moda transportasi yang bisa Anda pilih antara lain bus atau taksi. Atau Anda bisa juga menyewa mobil dari Padang melalui Bukit Anai yang permai ke Dataran Tinggi Agam. Ada juga bus lokal atau minibus yang menawarkan harga lebih terjangkau. majalahdetik. Ken Yunita. Foto: Afif/detiktravel

Keramahan Kota Bukittinggi
Keramahan Kota Bukittinggi

Jumat, 27 Juni 2014

Legenda dan Budaya Danau Sentani

Tak hanya menjanjikan keindahan alam, tetapi juga budaya yang unik. Sayang, untuk ke sana, butuh biaya yang tak murah. Kali ini sikunir info akan berbagi cerita tentang Legenda dan Budaya Danau Sentani. Bicara soal kecantikan Papua rasanya tak ada habisnya. Pulau paling timur di Indonesia itu kini makin sering dilirik para traveler, baik dari dalam maupun luar negeri.

Salah satu daya tarik Papua adalah Danau Sentani. Danau seluas 9.360 hektare ini terletak di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut dan dipagari Pegunungan Cycloop. Ada 22 pulau kecil yang tersebar di seluruh danau. Danau Sentani sering dijadikan titik awal untuk memahami budaya Papua. Ada 24 kampung di sekitar danau, yang masing-masing mempunyai adat berbeda. Dialek bahasa yang digunakan juga berbeda antara satu desa dan desa lainnya.

Legenda dan Budaya Danau Sentani
Legenda dan Budaya Danau Sentani

Namun ada benang merah yang menyatukan budaya desa-desa adat di Danau Sentani: kepercayaan ritual. Isolo, misalnya, adalah sebuah upacara yang menyatukan perbedaan budaya 24 desa itu. Upacara tersebut kini menjadi bagian dari Festival Danau Sentani, yang biasa digelar setiap bulan Juni. Festival tahunan yang diramaikan berbagai tarian dan peragaan budaya dari suku-suku di seluruh Papua ini kini menjadi daya tarik utama Danau Sentani juga menyimpan legenda. 

Legenda dan Budaya Danau Sentani
Legenda dan Budaya Danau Sentani

Masyarakat setempat percaya nenek moyang mereka berasal dari Papua Nugini, orang-orang itu datang dengan menaiki naga. Namun, saat tiba di Danau Sentani, si naga mati. Para penunggangnya selamat. Mereka lantas tinggal dan membangun peradaban di sekitar danau, yang terus bertahan hingga sekarang.

Sosok naga dalam legenda itu memang agak membingungkan. Sebab, berdasarkan berbagai literatur, Papua bebas dari pengaruh Cina, apalagi Hindu. Tapi, namanya juga legenda, tak harus dibuktikan kebenarannya, to.

Legenda dan Budaya Danau Sentani
Legenda dan Budaya Danau Sentani

Danau Sentani juga menyimpan sejarah Indonesia modern. Sisa-sisa Perang Dunia II tersebar di sekitar danau ini, seperti markas komando penting selama perang. Di salah satu bukit di Gunung Ifar bahkan dibangun sebuah monumen demi mengenang jejak Jenderal McArthur saat Perang Dunia II. Dari monumen ini Anda bisa menikmati pemandangan yang spektakuler.

Ingin menyusuri Danau Sentani? Anda bisa mengikuti Sentani Lake Tour, yang berangkat dari Dermaga Kalkhote. Menggunakan kapal pesiar berukuran mini, Anda akan diajak berkeliling danau, menikmati keindahan dan mengagumi desa-desa adat yang tersebar di sekitar danau. Salah satu yang menarik adalah desa adat terapung, Desa Ayapo, yang berpenduduk sekitar 700 orang. Rumah-rumah dari kayu berjejer sepanjang 2 kilometer. Dinding dan tiangnya terbuat dari batang kelapa. Dulu atap rumah terbuat dari daun sagu, tapi sekarang sebagian diganti menggunakan seng. Semua rumah menghadap ke danau. Ini merupakan cara penduduk setempat menghormati danau yang dipercaya sebagai pusat kehidupan tersebut.

Sepintas rumah-rumah itu terlihat rapuh. Namun sesungguhnya bangunan itu kuat. Konon, kayu sua, begitu orang lokal menyebutnya, akan semakin awet jika terkena air. Kayu kelapa juga digunakan untuk fondasi jembatan terapung yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya. Akan menjadi pengalaman menyenangkan jika bisa tinggal beberapa saat di desa itu. Sedangkan Desa Taturi, yang terletak di sebuah bukit kecil di tepi danau, memiliki tradisi lukisan batu. 

Desa lain yang juga memiliki seni lukisan batu dan menawarkan pemandangan indah adalah Doyo Lama. Anda juga bisa mengunjungi Pulau Asei, yang menjadi “rumah” para seniman setempat. Pulau Asei dikenal dengan kain kulit kayunya yang bermotif indah dan unik. Kain kulit kayu adalah pakaian tradisional perempuan Sentani, yang kebanyakan bekerja sebagai penangkap ikan. Motif spiral pada kain melambangkan kehidupan di Danau Sentani, seperti buaya serta ikan gergaji. Ada juga motif campuran yang juga dimiliki suku Asmat, seperti bipane.

Tempat Menginap
Masyarakat Danau Sentani kini sudah sangat sadar akan potensi wisata desa mereka. Mereka sangat ramah kepada wisatawan yang datang. Hampir setiap rumah menyediakan tempat khusus untuk wisatawan. Dan untuk menginap di home stay ini, tarifnya cukup terjangkau. Kalau ingin menginap di hotel, ada beberapa hotel yang cukup bagus. Yang paling besar adalah Travelers Hotel. Hotel bintang empat yang tak jauh dari Danau Sentani ini menyediakan berbagai fasilitas, seperti televisi, AC, dan free Wi- Fi. Tarifnya mulai Rp 1 jutaan per malam, termasuk sarapan.

Jika ingin yang lebih murah, ada Sentani Indah Hotel. Hotel bintang tiga ini mengenakan tarif mulai Rp 500 ribuan per malam, sudah termasuk makan pagi. Ingin yang sederhana tapi tetap nyaman, ada Ratna Indah Hotel. Tarifnya sekitar Rp 250 ribu per malam. Selain itu, ada belasan hotel melati dengan tarif mulai Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Jadi pilih yang sesuai dengan bujet dan kebutuhan Anda.

Akses ke Danau Sentani sama sekali tidak susah. Danau ini tak jauh dari Bandara Sentani, yang merupakan gerbang utama Papua. Dari bandara hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Danau Sentani, sementara jika ke Jayapura memakan waktu hingga satu jam. Karena itu, saat transit, orang lebih suka menginap di Sentani daripada di Jayapura. 

Akses ke danau Sentani
Akses ke danau Sentani

Dari bandara tersedia banyak angkutan umum ke Danau Sentani. Anda bisa menyewa mobil atau taksi. Namun, sebelum naik, pastikan sudah ada kesepakatan tarif karena harga yang ditentukan sangat beragam. Wisatawan lokal yang berkunjung ke Papua memang masih terbatas. Bukan lantaran kurang minat, tapi lebih karena faktor biaya yang setinggi langit. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat agar potensi wisata di Papua bisa dimanfaatkan optimal. Selamat bertualang...!

Jalan Panjang ke Wae Rebo

Perlu niat ekstra untuk berkunjung ke Wae Rebo. Tak cuma biaya, tapi juga tenaga. Orang asing saja berkunjung, masak kita tidak? Sikunir info akan berbagi cerita tentang Jalan Panjang ke Wae Rebo ini. Berwisata ke Wae Rebo, desa adat tradisional di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, memang tak semudah pergi ke Bali atau Yogyakarta. Informasi ini dikutif sikunir info dari majalah detik.

Tau tidak bahwa ongkos untuk menuju ke Wae Rebo ongkosnya bisa lebih mahal dibanding berwisata ke Malaysia atau Singapura. Kalau sedang ada promo, harga tiket pesawat ke dua negara tetangga itu tak sampai Rp 400 ribu sekali jalan. Dan kurang dari dua jam kita sudah sampai ke tujuan.

Ceritanya tak semudah itu. Untuk mencapai desa adat berusia hampir 500 tahun itu, wisatawan dari Jakarta harus terlebih dulu ke Denpasar atau Kupang. Penerbangan Jakarta-Denpasar butuh waktu sekitar 90 menit. Harga tiketnya rata-rata Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.

Dari Bali, penerbangan dilanjutkan dengan pesawat kecil menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Sehari ada enam kali penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo. Penerbangan Denpasar-Labuan Bajo memakan waktu sekitar 100 menit. Sedangkan dari Kupang hanya ada dua kali penerbangan ke Labuan Bajo.

Jalan Panjang ke Wae Rebo
Jalan Panjang ke Wae Rebo

Dari Labuan Bajo, perjalanan lantas dilanjutkan ke Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, kota terdekat dari Wae Rebo. Tersedia mobil sewaan, yang dalam bahasa setempat disebut oto. Tarifnya Rp 30 ribu per orang. Sebenarnya jarak Labuan Bajo-Ruteng tidak terlalu jauh. Tapi, karena topografi Pulau Flores yang bergunung-gunung, perjalanan darat itu menghabiskan waktu lebih dari lima jam. Tapi, tenang, di sepanjang perjalanan banyak pemandangan indah.

Pesona Cagar Alam Ruteng, yang dilewati saat menuju ke Ruteng, membuat perjalanan panjang ini sama sekali tak membosankan. Gunung-gunung hijau bersaput kabut putih sungguh menyejukkan mata. Setelah ini jalanan menurun, sehingga mata kembali disuguhi indahnya pantai di Pulau Flores.

Jalan Panjang ke Wae Rebo
Jalan Panjang ke Wae Rebo

Pantai ini sangat indah, dengan air yang biru jernih dan batu-batu hitam yang tersebar di sepanjang pantai. Kami singgah sebentar untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan. Ingin rasanya berlama-lama, tapi kami tak mau terlena. Pasalnya, tak jauh dari Pantai Dintor, ada pemandangan yang tak kalah indah: pulau karang setinggi 500 meter bernama Pulau Mules. Mata saya enggan berkedip saat memandang lahan pertanian terasering yang memanjang dari Kampung Dintor hingga Denge. Tak kalah indah ketimbang yang ada di Bali. Dari Ruteng, perjalanan masih harus dilanjutkan ke Kampung Denge, desa terdekat sekaligus pintu gerbang desa adat Wae Rebo.

Jalan Panjang ke Wae Rebo
Pantai Dintor
Ada dua pilihan, naik sepeda motor atau mobil. Dua-duanya butuh waktu sekitar empat jam. Jadi, jika memang merasa lelah, cobalah beristirahat karena perjalanan masih panjang. Dari Denge, jalanan benar-benar tak bisa dilalui moda transportasi apa pun. Jarak sekitar 9 kilometer itu pun harus ditempuh dengan berjalan kaki. Sebenarnya ada jasa tandu yang disediakan warga setempat untuk pengunjung yang tak kuat berjalan. Tapi jumlahnya terbatas, sehingga tidak semua pengunjung bisa menggunakan jasa ini. “Prinsipnya, siapa saja yang sudah berniat naik ke Wae Rebo harus sampai, tidak boleh kembali. Karena itu, ada jasa ini,” ujar Fransiskus Mudir, Ketua Lembaga Pelestarian Adat Wae Rebo.

Lorong Kopi
Etape pertama menuju Wae Rebo ditempuh sekitar satu jam. Awalnya, trek yang dilalui lumayan datar dan tidak terlalu licin. Di kanan-kiri jalan hijau oleh kebun cengkeh, kelapa, dan kakao. Tapi lama-lama jalanan berubah jadi menanjak, dengan jurang di sisinya.

Jalan Panjang ke Wae Rebo
Total butuh waktu kurang-lebih empat jam untuk sampai ke Wae Rebo. Terengah saya saat mencapai tepi desa. Rasa lelah setelah perjalanan panjang ini sirna saat mata melihat atap-atap rumah berbentuk kerucut berwarna hitam. Ya, itulah rumah adat warga Wae Rebo. Tapi kami masih harus menyusuri jalan setapak yang menurun, dengan pohon kopi di kanan-kirinya. “Lorong” kebun kopi inilah yang mengantar kami ke Wae Rebo.

Warga di desa adat ini punya cara unik dalam menyambut tamu. Ritual itu dinamakan curu, semacam upacara selamat datang. Setelah itu, masih ada kappu, upacara menerima tamu di rumah adat utama, yakni mbaru niang tembong. Kappu ditandai dengan pemberian ayam putih jantan dan tuak. Ayam putih menyimbolkan keikhlasan hati dan kekeluargaan. Sedangkan tuak menyimbolkan rasa senang warga Wae Rebo menerima tamu, sekaligus hidangan penghilang lelah.Tamu diwajibkan memberikan sejumlah uang sebagai simbol doa untuk arwah para leluhur kampung. “Sudah ada seribuan wisatawan asing ke sini, tapi dari Indonesia baru puluhan,” ujar Yosep Katop, Sekretaris Lembaga Pelestarian Adat Wae Rebo. Hmm, berminat menyisihkan uang dan tenaga untuk menyambangi Wae Rebo?

Kamis, 26 Juni 2014

Ingin liburan murah Pulau Seribu bisa menjadi pilihan

Sikunir info jalan-jalan. Kali ini sikunir info akan menginformasikan liburan kamu menjadi murah meriah. Ingin liburan murah Pulau Seribu bisa menjadi pilihan. Kalau bosan dengan hiruk pikuk suasana Jakarta, Pulau Seribu bisa menjadi pilihan. Nggak usah jauh-jauh! Pergi saja ke Pulau Seribu. Dekat dan nggak bikin kantong bolong. Waktu sempit dan dana cekak. Dua hal itu sering dijadikan alasan orang-orang menunda pergi berlibur. Padahal, rehat dari berbagai rutinitas yang melelahkan sangat penting untuk mengurangi stres.

Kalau Anda tinggal di Jakarta dan ingin bermain air, tak perlu pergi jauh-jauh. Dengan menempuh perjalanan satu hingga dua jam, Anda akan bisa menikmati hamparan pantai berpasir putih nan cantik. Ya, benar sekali. Pergi saja ke Pulau Seribu. Di sana ada puluhan bahkan ratusan pulau yang memiliki kecantikan luar biasa yang mungkin tak pernah Anda sangka.

Ingin liburan murah Pulau Seribu bisa menjadi pilihan
Pulau Seribu

Apalagi jika Anda datang berkelompok dengan agen perjalanan. Untuk liburan dua hari satu malam, Anda hanya butuh dana Rp 300 an ribu. Dengan tarif semurah itu, Anda sudah bisa melakukan berbagai kegiatan di Kepulauan Seribu. Biaya itu sudah termasuk tempat menginap dan makanan.

Memang sih, ada beberapa resor dan cottage yang bertarif lumayan mahal. Nah, jika kantong terbatas, Anda tidak harus menginap di tempat itu. Nikmati saja pulaunya dan cari tempat lain.

Merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, dekat dengan Pulau Bidadari. Di masa kolonial, warga sekitar menyebut pulau ini dengan Pulau Kapal. Hal ini karena Pulau Onrust sering dikunjungi kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Nama Onrust diambil dari bahasa Belanda yang berarti ‘tak pernah istirahat’ atau dalam bahasa Inggris, ‘unrest’.

Ingin liburan murah Pulau Seribu bisa menjadi pilihan
Pulau Onrust

Tak heran jika banyak peninggalan arkeologi Belanda di pulau ini. Termasuk sebuah rumah yang hingga kini masih utuh, bahkan dijadikan Museum Pulau Onrust. Di pulau ini juga terdapat sebuah makam tanpa nama. Konon, makam itu merupakan makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII Kartosoewirjo. Namun hal itu masih diperdebatkan. Pulau Onrust bisa dijangkau dalam waktu satu jam perjalanan dengan kapal kayu dari Muara Angke. Sebaiknya tidak menginap di pulau ini karena pada malam hari agak menyeramkan. Anda bisa menginap di Pulau Bidadari dan menjadikan Pulau Onrust sebagai salah satu destinasi wisata Anda. Bisa juga menyelam di beberapa spot yang tersedia.

Ingin merasakan seperti warga pesisir? Silakan datang ke pulau ini. Tempat menginapnya benar-benar di pinggir laut sehingga saat membuka mata, langsung terlihat bentangan laut nan biru. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan, baik di darat maupun di air. Salah satu yang direkomendasikan adalah snorkeling. Terumbu di sekitar pulau ini masih terjaga keaslian dan keindahannya.

Kalau ingin pengalaman yang lebih menantang, Anda bisa melakukan scuba diving. Ada beberapa bangkai kapal menarik yang bisa dinikmati di bawah laut. Bisa juga menyewa kapal kecil untuk menjelajahi daerah terpencil atau pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kalaupun ingin tetap kering, lakukan penjelajahan pulau dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Ingin liburan murah Pulau Seribu bisa menjadi pilihan
Pulau Macan

Kalau pergi beramai-ramai, berolahraga seperti tenis, bulu tangkis atau membuat istana pasir juga sangat menyenangkan. Tersedia bola dayung yang bisa dimainkan termasuk untuk anak-anak. Lapar? Ada makanan lezat yang bahan-bahannya diambil dari kebun organik yang dikembangkan secara eco-organics. Tarif menginap di pulau ini antara Rp 1,8 juta hingga Rp 3,6 juta. Untuk menuju pulau ini butuh ‘perjuangan’. Selain harus reservasi, Anda harus menaiki kapal dari Ancol. Anda juga bisa pergi sendiri menggunakan kapal nelayan dengan penumpang minimum delapan orang.

Menjadi favorit wisatawan yang datang ke Pulau Seribu. Tak heran jika sangat ramai di saat-saat weekend atau liburan. Bisa-bisa Anda tak kebagian tempat kalau tak reservasi sebelumnya. Pulau ini berada di tengah-tengah gugusan pulau yang berderet dari selatan ke utara perairan Jakarta. Pantainya berpasir putih dengan air bening kehijauan. Menyenangkan!

Ingin liburan murah Pulau Seribu bisa menjadi pilihan
Pulau Pari

Dari Dermaga Marina dengan kapal cepat, Pulau Pari bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Anda juga bisa berangkat dari Pelabuhan Kaliadem di Muara Angke, Jakarta Utara. Pulau ini terletak berdekatan dengan beberapa pulau seperti Pulau Pramuka. Waktu tempuhnya sekitar 30 menit, jadi Anda bisa ‘mampir’ ke pulau-pulau itu selama menginap di Pulau Pari. Kegiatan di pulau ini tak jauh beda dengan di pulau-pulau lainnya. Namun di sini lebih ramai dan lebih banyak pilihan tempat menginap dan tempat makan. Sumber:majalahdetik.

Eksotisme Pulau Menjangan

Sikunir info akan bercerita tentang eksotisme Pulau Menjangan dikutif  dari Ida Ayu Rostini majalah detik. Pantai berpasir putih dengan pesona bawah lautnya menjadikan pulau ini surga bagi para penyelam. Namanya, Pulau Menjangan. Bali memang lekat dengan pesona wisatanya. Sebut saja Kuta, Tanah Lot, Nusa Dua, Sanur, Dreamland dan tempat favorit lainnya. Nah, bagi pencinta snorkeling atau diving, sempatkanlah diri berkunjung ke Pulau Menjangan. Dijamin, ANDA akan terpesona dengan hamparan pasir putih dan beragam keindahan taman bawah lautnya. Tak salah jika pulau di kawasan Taman Nasional Bali Barat ini menjadi salah satu dive spot terindah di dunia.

Pulau kecil nan indah ini memiliki luas sekitar 175 hektare. Konturnya gersang, hanya ada bebatuan dan tumbuhan kering. Seperti namanya, menjangan atau rusa liar menjadi penghuni pulau. Tentu saja menjadi daya tarik tersendiri. Namun sayang, populasinya semakin hari semakin berkurang karena ulah para pemburu liar. Kini pemerintah telah melakukan konservasi untuk menjaga habitat rusa.

Eksotisme Pulau Menjangan
Eksotisme Pulau Menjangan
Seperti daerah di Pulau Bali lainnya, di sini juga terdapat Pura Segara Giri Dharma Kencana, tepatnya  di bagian timur pulau. Umat Hindu menjadikan tempat ini sebagai rumah ibadah. Untuk menuju ke Pulau Menjangan tidak sulit. Ada dua alternatif, pertama Anda yang mengaku backpacker sejati, bisa naik kereta ke Banyuwangi dari Jakarta. Dari situ, cukup berjalan kaki 15 menit menuju Pelabuhan Ketapang.

Eksotisme Pulau Menjangan

Dari Ketapang lanjut menyeberang ke Gilimanuk dengan kapal feri yang memakan waktu selama 20 menit. Tiketnya murah, hanya Rp 6 ribu saja. Dari situ bisa naik minibus jurusan Singaraja yang akan membawa Anda ke Labuhan Lalang. Ini adalah spot untuk menyeberang ke Pulau Menjangan. Waktu tempuhnya tidak lebih dari setengah jam karena kondisi jalanan yang sepi. Cepat bukan? Tarifnya pun hemat, hanya Rp 5-10 ribu, tergantung bagaimana penawaran Anda dengan pak sopir. Bagi yang tidak mau berlama-lama di perjalanan, Anda dapat naik pesawat tujuan Denpasar. Tentu saja, harga tiketnya jauh lebih mahal dari kereta api. Namun Anda tetap bisa sedikit berhemat dengan mencari tiket promo.

Dari bandara, Anda bisa menyewa mobil menuju Labuhan Lalang dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Selain Labuhan Lalang, spot penyeberangan lainnya adalah Banyu Wedang. Baik di Labuhan Lalang maupun Banyu Wedang tersedia paket wisata ke Pulau Menjangan. Satu paket bisa mencapai Rp 500-600 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk sewa perahu motor yang berkapasitas 12 orang.

Anda juga tak perlu membawa peralatan snorkeling jika menggunakan paket ini. Paket juga sudah termasuk tiket masuk, biaya asuransi, tour guide, dan makan 1 kali. Perjalanan menuju pulau biasanya memakan waktu 30 menit. Untuk mengabadikan panorama bawah laut, bawalah kamera underwater. Bila tidak punya, Anda bisa menyewanya dengan harga Rp 100 ribu. 

Disarankan juga bila Anda ke sini, pergilah berkelompok. Ongkos yang Anda keluarkan akan lebih sedikit karena bisa sharing cost. Surga Bawah Laut Menjangan terkenal dengan dinding karangnya yang berkedalaman 60 meter serta biota lautnya yang memesona. Formasi bebatuannya membentuk gua-gua besar dan kecil yang menjadi tempat terumbu karang, kuda laut, penyu, belut besar, dan hiu karang.

Ada 8 dive site yang bisa Anda nikmati, misalnya Eel Garden, Coral Garden, Pos I, Pos II, Bat Cave, Temple Point, Anchor Wreck, dan Secret Bay. Setiap dive site memiliki ciri khasnya sendiri, namun kebanyakan berupa dinding karang yang ditumbuhi soft coral dan hard coral. Hard coral yang bisa dijumpai misalnya acropora branching, acropora tabulate, dan karang otak. Sedangkan soft coral seperti gorgonian atau sea fan, dan anemone.

Hampir semua jenis ikan karang seperti angelfish, moorish idol, batfish, clownfish, parrotfish hingga spanish dancer juga bisa Anda temui. Ada juga biota yang langka seperti anglerfish (frogfish) dan pygmy seahorse. Seorang turis bahkan pernah berkata di Menjangan lebih bagus karena variasi warna karang dan ikannya lebih banyak dibandingkan di Great Barrier Reef. Di spot Anchor Wreck, terdapat bangkai kapal yang diduga kapal laut Belanda yang tenggelam ketika terjadinya Perang Dunia II. Dinamakan Kapal Budak, karena mengangkut para budak dari Bali menuju Jakarta. Lantaran semakin rusaknya terumbu karang, di Pemuteran, desa yang tidak jauh jaraknya dari Banyu Wedang, terdapat metode transplantasi karang yang disebut biorock.

Eksotisme Pulau Menjangan
Eksotisme Pulau Menjangan

Metode ini mempercepat pertumbuhan terumbu karang dengan aliran listrik. Keberhasilan teknologi ini tidak diragukan lagi, karena sudah mendapat penghargaan dari lokal maupun internasional. Bila Anda ingin bermalam, di Labuhan Lalang atau Banyu Wedang ada banyak hotel mewah dengan fasilitas lengkap. Namun buat Anda yang ingin berhemat, carilah hotel lain sekitar Gilimanuk yang harganya lebih terjangkau. Selain bisa menikmati pesona laut, Anda juga bisa berwisata kuliner di Gilimanuk. Salah satu kuliner favoritnya adalah ayam betutu gilimanuk yang pedas- pedas gurih. Ada banyak restoran yang menyajikan menu ini. Seporsi ayam betutu dan nasi rata-rata harganya sekitar Rp 15 ribu. Namun jika Anda ingin membeli satu ekor untuk oleh-oleh, harganya sekitar Rp 80 ribu. Yuk berangkat? 

Rabu, 25 Juni 2014

Pesona Unik Candi Gunung Kawi

Sikunir info jalan-jalan ke Bali. Kenapa di Bali apakah Gunung Kawi letaknya bukan di Jawa Timur? Candi Gunung Kawi ini adalah candi yang unik karena dipahat di tebing. Konon, candi ini merupakan peninggalan Raja Udayana yang sering dipakai bersemedi. 

Apa yang Anda bayangkan saat mendengar kata Gunung Kawi? 
Mungkin Anda langsung teringat sebuah gunung di Jawa Timur yang sering didatangi untuk mencari pesugihan ya? Hmm..tapi ternyata Anda salah. Gunung Kawi yang satu ini berada di Bali. Tepatnya di tepi Sungai Pakerisan, Dusun Penangka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Tak hanya pemandangannya indah, tapi juga candi yang unik. Keunikan candi bernama Candi Gunung Kawi ini terletak pada bentuknya. Tak seperti candi-candi lain yang banyak tersebar di Pulau Jawa dan Bali, candi ini lain karena letaknya yang dipahat di tebing tepi sungai.

Bagi masyarakat Bali, candi ini memiliki sejarah bernilai tinggi. Di dalam kompleks candi yang masih asli itu terdapat makam yang menyimpan abu jenazah Raja Udayana dan keluarganya. Raja Udayana yang berasal dari Dinasti Warmadewa itu merupakan raja yang terkenal dan dihormati oleh rakyatnya semasa bertahta. Diperkirakan, candi ini merupakan peninggalan abad ke-11 masehi.

Jika diperhatikan, candi ini dulunya berupa area pemakaman. Hal itu terlihat dari tulisan yang terdapat di pintu masuk candi. Tulisan itu berbunyi ‘Haji Lumah Ing Jalu’ yang berarti senjata ayam jantan. Menurut pemandu wisata setempat, hal itu bermakna sebagai ‘Sang Raja yang dimakamkan di Pakerisan’. Jadi wajar saja jika di dalam kompleks terdapat makam raja dan keluarganya.

Pesona Unik Candi Gunung Kawi
Candi Gunung Kawi

Teliti dan Sempurna
Melihat candi yang seakan menempel di dinding batu cadas di tepi sungai, tentu membuat mata terbelalak. Bagaimana caranya membuat arsitektur yang begitu megah dan tingkat tinggi di zaman itu? Entahlah. Namun yang pasti, pemandangan candi yang berjarak sekitar 40 km dari Denpasar itu memang mengagumkan. Pembuatnya seakan memikirkan betul bagaimana agar candi itu terhindar dari erosi. Hal itu terlihat dari bentuk pahatan yang dibuat menjorok ke dalam tebing, dan di bagian luarnya terdapat cekungan yang seakan membingkai candi-candi itu sehingga terhindar dari erosi.

Perjuangan berat mencapai candi Gunung Kawi
Untuk mencapai candi nan cantik itu, perlu perjuangan yang cukup berat. Pengunjung harus berjalan menyusuri 315 anak tangga. Medannya bermacam-macam, ada yang landai, mendaki, bahkan curam. Namun tenang saja, udaranya sejuk jadi Anda tak akan terlalu berkeringat. Kaki boleh pegal, tetapi dijamin mata Anda akan ‘bahagia’. Di kanan kiri perjalanan, Anda akan menemui pemandangan alam yang indah dan tenang. Rimbun pepohonan hijau dan gemercik menambah kesan damai. Meski masih relatif baru, tempat wisata ini sudah menyediakan berbagai fasilitas. Tempat parkirnya memadai, tour guide-nya banyak ditemui, serta banyak tempat makan dengan harga bervariasi.

Anda juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk masuk ke tempat wisata ini. Untuk dewasa, Anda tinggal membayar tiket Rp 6 ribu, sementara anak-anak cukup membayar Rp 3 ribu saja.

Selain melihat keindahan candi, Anda juga bisa menyaksikan warga beribadah di tempat itu. Mereka juga ramah-ramah terhadap pengunjung. Meski ‘keramat’ Anda bebas memotret di tempat ini. Anda juga bisa turun ke sungai untuk sekadar bermain-main dengan airnya yang dingin dan jernih. Atau bisa juga mencuci muka untuk menghapus keringat. Nah, selamat berlibur. Sumber:majalahdetik.

Pesona Unik Candi Gunung Kawi
Candi Gunung Kawi


Jalan-jalan ke Hanoi

Sikunir info jalan-jalan ke Hanoi. Hanoi adalah merupakan ibu kota Vietnam, pamornya kalah dari Saigon atau Ho Chi Minh City. Namun dijamin, objek wisata kota berumur lebih dari 1.000 tahun ini tak kalah memesona. Labelnya memang ‘ibu kota’, tapi Hanoi masih jauh untuk dikatakan modern. Makanya moda transportasi di kota ini juga kurang bagus. Cuma ada ojek, bus kota dan taksi. Kondisinya juga kurang ‘meyakinkan’. Namun tenang saja, banyak yang menyenangkan di sini. Apa itu? Ya, murah. Memang sudah terkenal, berwisata di Hanoi itu murah meriah. Maklum, mata uang rupiah bernilai lebih tinggi dari Dong, mata uang Vietnam. Tanpa banyak kata, langsung saja, welcome to the hottest Asia travel spot.

Danau Hoan Kiem
Konon, ini danau paling indah se Hanoi. Menurut cerita, dulunya Hanoi adalah Sungai Merah. Lambat laun, sungai itu berevolusi, bagian yang dangkal menjadi kota dan yang dalam menjadi danau. Salah satunya danau Hoan Kiem ini. Jadi wajar saja jika banyak sekali danau di kota ini. Sampai dijuluki kota 1.000 danau. Tempat ini sering dipakai berfoto para pengantin baru. Warga Hanoi percaya, sesudah menikah, mereka ‘harus’ berfoto di Danau Hoan Kiem sebagai tonggak mengawali romantika hidup berkeluarga.

Jalan-jalan ke Hanoi

Ho Chi Minh Mausoleum
Tak ke Hanoi kalau tak berkunjung ke tempat ini. Di sini, wisatawan dapat melihat jasad Paman Ho, Bapak Vietnam yang tampak seperti orang tidur. Lokasinya di Duong Hung Vuong Road. Yang menarik, ada satu rumah panggung sederhana. Rumah itu dulunya dihuni Paman Ho, bahkan setelah terpilih menjadi presiden. Hal itu sebagai bentuk solidaritasnya kepada rakyat Vietnam yang masih hidup berkekurangan. Layak dicontoh!

Distrik Ba Dinh
Dulunya Imperial Palace. Meski sudah banyak bagian yang hancur akibat usia maupun perang Vietnam, sisa-sisa keindahannya masih ‘terasa’. Berbagai bangunan seperti pagoda, kuil, taman, serta berbagai monumen penting bisa dinikmati di sini. Bangunan-bangunan itu dulunya kebanyakan didedikasikan untuk tokoh komunis Rusia.

Rising Dragon Palace Hotel
Hotel ini terletak di Nguyen Quang Bich Street, Hoan Kiem District- Old Quarter, Hanoi. Cukup strategis untuk menikmati kota Hanoi secara keseluruhan. Para turis menyukai hotel ini karena fasilitas dan pelayanannya yang bagus. Harga untuk menginap di hotel ini juga tidak terlalu mahal. Jika Anda memesan melalui situs pesan kamar di internet, Anda akan mendapatkan harga promo. Untuk kamar deluxe, tarifnya tak sampai Rp 400 ribu per malam.

The Jasmine Hotel
Letaknya di Distrik Hoan Kiem, sangat dekat dengan Danau Hoan Kiem. Hotelnya memang cukup kecil tapi sangat layak untuk ditinggali. Bersama keluarga juga tak masalah. Tarif termurah kamar di hotel ini sekitar Rp 200 ribuan. Buat Anda yang tidak suka berisik, mintalah kepada petugas reservasi untuk tidak menempatkan Anda di kamar yang dekat dengan jalan. Sejumlah turis mengeluh terlalu berisik.

Hanoi Aurora Hotel
Hotel bintang dua ini terletak di Ma May Street, Hoan Kiem District- Old Quarter, Hanoi. Dulunya, hotel ini bernama Hanoi Emerald Hotel. Lokasinya sangat cocok untuk Anda yang ingin berkeliling Hanoi. Kamar di hotel ini memang kecil-kecil, tapi sangat nyaman untuk ditinggali. Petugas hotel juga sangat ramah dan helpful. Breakfast di hotel ini juga enak dan porsinya banyak. Tarif kamar promo dimulai dari harga Rp 200 ribuan.

Halal Food
Makanan di Hanoi memang menggiurkan. Namun bagi para muslim, pilihannya memang tidak terlalu banyak. Seperti di negara- negara Indocina, pilihan restoran halal terbatas pada restoran India dan Malaysia. Harganya terkadang juga lebih mahal dibanding makanan pada umumnya. Biasanya, restoran halal akan menuliskan ‘halal’ di menu atau di bagian nama restoran. Beberapa restoran halal antara lain Tandoor (India) di Hang Be 24. Restoran lainnya antara lain Warung Sri Belango (Malaysia) yang terletak di 26 Ong Ich Khiem yang terletak di sekitar Distrik Ba Dinh. Ada juga Khazaana (India) di IC Tong Dan.

Makanan Khas Vietnam
Rasanya kurang afdal jika pergi ke suatu kota tapi tidak mencicipi kulinernya. Di Hanoi, ada satu makanan yang layak dicoba. Namanya Nom, makanan yang mirip asinan Bogor dengan tambahan daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Ada juga Xoi Trung, ketan yang dimakan dengan semacam semur telur. Kombinasi semur dan ketan memang jarang ditemukan di Indonesia, tetapi rasa makanan ini terlihat akrab-akrab saja di lidah. Anda juga bisa mencoba bubur nasi dengan campuran jahe parut. Orang Hanoi menyebutnya Che Ba Cot. Rasanya memang radarada aneh, tapi tak masalah jika ingin menikmati kuliner tak biasa ini. Hangat saat Hanoi sedang musim dingin.

Pasar Dong Xuan
Pasar ini merupakan yang tertua dan terbesar di Hanoi. Buat Anda yang mencari oleh-oleh, rasanya wajib ke pasar ini. Dijamin, Anda bakal memborong berbagai suvenir yang murah meriah. Banyak sekali suvenir lucu yang dijual dengan harga antara Rp 3.000 hingga Rp 25.000. Belanja di Vietnam pasti menyenangkan karena nilai rupiah lebih tinggi dibanding Dong (mata uang Vietnam).

Van Phuc Silk Village
Ini surganya untuk para traveler yang hobi dengan kain sutra. Kapan lagi membeli kain sutra halus yang harganya di bawah Rp 100 ribu? Mungkin hanya di ‘desa’ ini. Van Phuc Silk Village terletak agak jauh dari pusat kota Hanoi, sekitar 8 km ke arah Distrik Ha Dong. Tempat ini bisa dijangkau dengan motor, bus, atau taksi. Semua transportasi bisa digunakan untuk bisa sampai ke surga sutra ini. Sumber:majalahdetik.

Jalan-jalan ke Hanoi

Selasa, 24 Juni 2014

Ternyata di Roma banyak Copet

Kali ini sikunir info akan berbagi informasi tentang kota Roma. Karena setiap tahun, berjuta orang dari penjuru dunia mengunjungi kota kuno ini. Ternyata di Roma banyak Copet. Apalah artinya copet dibanding keindahan dan sejarahnya yang spektakuler. Banyak orang bermimpi berkunjung ke Roma, Italia. Pesona kota yang telah berumur ribuan tahun ini tak pernah pudar. Jika menjelajahi Internet, gambaran mengenai Kota Roma terdengar sangar. Ibu kota Italia ini dikenal dengan pencopetnya yang ulung. Pencopet tidak hanya beraksi di atas kendaraan umum, tetapi juga di tempat-tempat umum, seperti taman ataupun stasiun.

Dalam melakukan aksinya, pencopet Roma, yang kebanyakan anak-anak dan perempuan, sangat tak kentara. Jadi jangan pernah lengah saat berada di tengah-tengah anak-anak dan perempuan, bahkan yang tua sekalipun. Salah satu bus yang menjadi tempat beraksi para pencopet adalah bus no. 64. Jadi, jika memang harus naik bus ini, selalulah waspada jika tak ingin dompet dan barang berharga berpindah tangan. Walau terkesan seram, sebenarnya Roma sangat ramah terhadap wisatawan. Kekayaan sejarah, kehidupan malam, dan kulinernya bakal membuat jatuh cinta mereka yang berkunjung ke sana.

Ingin ke Roma? Sebaiknya tidak datang pada bulan Juni-Juli. Selain ramai pengunjung, yang membuat tempat wisata penuh, suhu udara saat itu sangat panas dan lembap. Musim semi mungkin akan lebih nyaman karena udaranya jauh lebih sejuk.

Ternyata di Roma banyak Copet

Ada dua bandara utama di Roma, yakni Fiumicino dan Ciampino. Begitu keluar dari bandara, para turis biasanya akan langsung diserbu para pengemudi taksi. Tarif taksi dari bandara ke pusat kota sangat mahal. Jadi pilihlah taksi resmi. Kalau ingin lebih murah, ada kereta cepat menuju pusat kota. Dari Bandara Fiumicino, ada Leonardo Express, yang berangkat setiap setengah jam menuju Stasiun Termini, di pusat Kota Roma.

Sedangkan jika kita tiba melalui Ciampino, ada layanan antar-jemput Terravision menuju Stasiun Termini. Ini pilihan paling oke karena jauh lebih murah, aman, dan nyaman. Jika belum menukar uang, sebaiknya tidak menukar di bandara atau stasiun. Tempat penukaran uang di bandara biasanya mengambil komisi besar, bisa 10 persen. Jika ada orang yang menawarkan kurs lebih baik, jangan diladeni.

Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi saat berada di Roma, salah satunya Jalan Cobblestoned di daerah Trastevere. Kita bisa jalan-jalan saja menikmati suasana jalanan, yang terletak hanya beberapa langkah dari Sungai Tiber. Jika merasa lelah, ada banyak kafe untuk beristirahat. Kita bisa duduk sejenak di salah satu kafe yang menghadap Campo de Fiori. Bersantailah sambil menikmati segelas anggur putih dingin. Roma juga terkenal dengan air mancur yang unik. Salah satu yang terkenal adalah Fontana di Trevi. Ini merupakan air mancur terbesar di Roma. Banyak film mengambil air mancur ini sebagai latarnya.

Ada juga air mancur empat sungai (Bernini) atau yang lebih terkenal dengan Fontana dei Quattro Fiumi. Berkeliling di Catacombs atau monumen pemakaman juga menjadi atraksi menarik saat berkunjung ke Roma. Ada beberapa “Catacombs” yang bisa kita kunjungi, yang berada di sepanjang jalan menuju ke pusat kota. “Menjelajahi” pemakaman yang luasnya berkilometer persegi bakal menjadi pengalaman mengasyikkan.

Ternyata di Roma banyak Copet

Kalau ingin yang lebih eksotik, bergeserlah ke Ostia, kota pantai di sekitar 20 kilometer dari Roma. Nikmati pesta di pasirnya yang bersih, dengan kaki telanjang dan mojito di tangan. Pesta akan sempurna dengan tambahan pizza al taglio, carbonara, artichoke goreng, atau sepotong bruschetta, yang banyak dijual di toko di kawasan itu. Tinggal pilih, restoran mana saja tak akan membuat Anda kecewa.

Jika ingin merasakan suasana Roma yang berbeda, datanglah ke wilayah San Lorenzo University. Kawasan yang dibangun akhir abad ke-19 ini rusak berat saat pecah Perang Dunia II. Bangunan yang rusak kemudian dibenahi dengan sentuhan para arsitek muda. Jadi jangan berharap menemukan patung kuno di tempat yang banyak dipilih kaum muda Italia untuk kumpul- kumpul ini. Atau kita bisa berburu barang antik di pasar loak Via del Corso. Jika beruntung, kita bisa mendapatkan barang seni bermutu tinggi dengan harga terjangkau. 

Berkunjung ke Roma tentu tak lengkap jika tak pergi ke Colosseum. Di zaman Romawi Kuno, bangunan ini merupakan tempat gladiator diadu dengan binatang buas. Bangunan di jantung Piazza del Colosseo ini bisa dijangkau dengan jalur B dari Metro. Tiket masuk ke Colosseum adalah 15,50 euro atau sekitar Rp 260 ribu. Untuk warga Eropa, tiketnya lebih murah. Datanglah pagipagi saat pengunjung belum begitu banyak.

Jangan lupa juga singgah ke Piazza del Campidoglio di Capitol Hill. Dulu merupakan markas pemerintah Italia. Bisa naik bus no. 64 atau no. 40 (dari Stasiun Termini). Atau bisa juga menggunakan kereta bawah tanah jalur B, berhenti di Colosseo. Kita juga bisa mengunjungi sejumlah tempat bersejarah lainnya, seperti Piazza Navona, yang tampil anggun dalam gaya Barok: Piazza di Spagna karya dari abad XVIII, yang terkenal dengan sebutan Spanish Steps.

Vatikan, tempat tinggal Paus dan wilayah Takhta Suci, otoritas pusat Gereja Katolik, merupakan tujuan wajib saat berkunjung ke Roma. Negara merdeka terkecil di dunia, dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, ini terletak di tengah Kota Roma. Hampir setiap hari Minggu, pada tengah hari, Paus memberikan restunya kepada orang banyak dari jendela tinggi di atas Piazza. Sayang dilewatkan tentunya. Sumber:majalahdetik.

Minggu, 22 Juni 2014

Pantai mungil itu bernama Pantai Timang

Kutipan tentang Pantai mungil atau Pantai Timang ini dikutif sikunir info dari majalah detik. Berikut kutipannya. Beberapa bulan lalu, mungkin para traveler kesulitan menemukan pantai di Gunung kidul yang satu ini. Namun saat ini pantai mungil bernama Pantai Timang ini sudah cukup populer.

Memang sih, masih kalah ramai dibanding Pantai Indrayanti. Namun Pantai Timang mulai menjadi salah satu pantai favorit untuk dikunjungi saat bertandang ke Gunung kidul, Yogyakarta.

Dari Kota Yogyakarta, Pantai Timang bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Butuh waktu sekitar tiga hingga empat jam. Tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi lalu lintas tentunya. Saya kebetulan saat itu berangkat bersama rombongan sekitar 20 orang menggunakan minibus. Kami berangkat dari pusat Kota Yogyakarta sekitar pukul 07.30 WIB.

Lalu lintas ke arah Gunung kidul, yang dimulai dari Piyungan hingga Kota Wonosari, pagi itu cukup padat. Namun, selepas Wonosari hingga Tepus, lalu lintas sudah sedikit lancar. Sebelum ke Pantai Timang, rombongan kami mampir ke Pantai Ngandong terlebih dulu. Dari pantai itu, baru kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Timang menggunakan jip. Kira-kira butuh waktu satu jam. Sebenarnya ada jalur jalan biasa. Namun, karena menginginkan sesuatu yang menantang, kami melewati jalan-jalan yang sedikit off-road.

Pantai mungil itu bernama Pantai Timang
Pantai Timang

Jalan yang kami lalui dari jalur pantai menuju Pantai Timang cukup terjal dan berbatu. Menumpang jip rasanya membuat badan kami serasa rontok. Apalagi saat menaiki bukit di Pantai Timang. Remuk! Namun semua perjuangan itu terbayar saat kami tiba di atas bukit. Laut luas yang biru dan bersih menyapa mata kami. Hati-hati, jangan berdiri terlalu dekat dengan bibir bukit agar tak terjatuh.

Jika membawa anak-anak, bermainlah di pantai area bawah. Ada pantai mungil dengan pasir putih yang masih sangat bersih. Lebih aman karena pantainya dibatasi karang memanjang. Belum banyak fasilitas di pantai ini, termasuk listrik. Paling-paling hanya ada toilet untuk buang air kecil. Sinyal seluler dari provider juga tidak “tersedia” di sini, jadi lupakan update status dulu, ya.

Gondola Primitif
Selain pemandangan lautnya yang menawan, ada satu hal lagi yang menarik perhatian saat saya ke pantai ini: gondola tradisional dari kayu yang ditarik orang secara manual. Tunggu, mungkin bukan tradisional. Melihat materialnya, yang dari kayu dan terlihat agak bapuk, mungkin gondola ini bisa disebut primitif. Hmm, bahaya enggak ya ini? Setelah selesai mengagumi pemandangan, saya pun mendekati area gondola di salah satu tebing setinggi 50-60 meter. Beberapa pria setengah baya tampak duduk-duduk di sekitar gondola itu.

Pantai mungil itu bernama Pantai Timang
Gandola Primitif di Pantai Timang

Saya lalu bertanya kepada mereka. Dari hasil berbincang-bincang itu, saya tahu gondola itu pertama kali dibangun pada 1997. Awalnya untuk membantu nelayan mencari lobster di karang besar yang berada di tengah laut. Karang besar itu berjarak kira-kira 50 meter dari pantai. Dulu, para nelayan mencari lobster ke karang itu dengan cara berenang melewati arus laut yang tinggi dan ganas. Lalu, pada 1997, gondola itu dibangun. “Kalau berenang kan bahaya, jadi dulu ada salah satu nelayan yang melihat gondola di Taman Mini, lalu ada ide untuk membangun ini,” kata salah satu nelayan di sana.

Dengan adanya gondola itu, para nelayan memang tak perlu lagi berenang. Tapi, apakah gondola itu aman? Entahlah. Yang jelas, gondola itu hanya terbuat dari kayu dan digantung di tali plastik dengan diameter lumayan besar. Tali-tali itu dikaitkan pada tiang kayu yang ditancapkan ke karang-karang. Meski tak yakin dengan kekuatannya, saya sempat mencoba menaiki dan menyeberang ke karang di tengah laut dengan gondola itu.

Agak deg-degan juga karena nyaris tidak ada pengaman. “Berdoa dulu, Mbak,” kata salah satu nelayan yang membantu menarik tali untuk menyeberangkan saya. Saya pun makin deg-degan. Tak lama, saya pun meluncur. Wusss... ternyata rasanya tak menyeramkan seperti yang saya bayangkan. Paling-paling hanya tiga menit di perjalanan. Di tengah-tengah perjalanan, saya sempat diguyur air laut. Basah, ha-ha-ha.... Di karang besar itu tidak ada apa-apa. Bahkan sesuatu untuk berteduh pun tidak ada. Dan karena saya berada di sana selama kurang-lebih dua jam, kulit saya pun gosong terbakar. Saya juga sempat turun di karang-karang kecil di bawah karang besar itu. Ada tangga kayu untuk turun. Agak mengerikan sih, tapi saya ingin melihat sendiri di mana lobster-lobster itu berada.

Sayang, saat itu bukan musim lobster. Hanya ada beberapa ekor yang nyangkut di “jala” nelayan. “Iya, memang sedang tak musim,” kata salah satu nelayan berambut gondrong, yang malu-malu saat ditanya namanya. Setelah sekitar dua jam, saya kembali ke tebing untuk makan siang. Perjalanan pulang ini sama sekali tidak mendebarkan meski saya tidak yakin dengan keamanan gondola itu. Berani mencoba?

Sabtu, 21 Juni 2014

Togean, The Hidden Paradise

Tak cuma menawan, kepulauan Togean ini juga eksotis. Salah satu ‘surga’ di Indonesia yang masih tersembunyi. Anda mungkin sudah pernah ke Bunaken, Wakatobi, Pantai Losari, atau Tana Toraja. Tapi bagaimana dengan Kepulauan Togean? Sudahkah Anda ke sana?

Kepulauan Togean juga berada di pulau berbentuk huruf K ini. Letaknya memang agak tersembunyi di Sulawesi Tengah, tepatnya di tengah Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una Una.

Destinasi wisata ini belum begitu populer untuk traveler domestik. Tapi tidak untuk pelancong dari luar negeri. Kalau ke Sulawesi, mereka justru kebanyakan ke kepulauan ini. Karena keunikannya, Kepulauan Togean ditetapkan menjadi Taman Nasional pada 2004. Tak cuma pemandangannya yang indah, Anda juga bisa belajar kebudayaan suku Bajo.

Mereka kebanyakan menghuni wilayah pesisir Kepulauan Togean. Suku Bajo terkenal dengan rumah-Jangan lupa juga untuk menjelajah daratan di Kepulauan Togean. Dihuni oleh tumbuh-tumbuhan dan hewan endemik kawasan Wallacea.

Togean, The Hidden Paradise


Pulau Kadidiri 
Pulau Kadidiri bisa dibilang yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Pasir putih pantainya luar biasa indah, cocok untuk melepas penat sejenak dari kesibukan dan bisingnya perkotaan. Bisa sekadar berjemur di pasir pantai, atau langsung nyemplung ke lautnya untuk ber-snorkeling atau diving. Sewalah speedboat seharga Rp300 ribu-Rp500 ribu per hari untuk memudahkan perjalanan. Mau menjelajah hutan? Tenang, di sini traveler bisa trekking ke hutan untuk menyaksikan beragam fauna yang masih dilindungi seperti anoa, rusa, tangkasi, kuskus, dan ketam kenari.

Kalau Anda anak gunung, silakan mendaki salah satunya, yaitu Gunung Colo di Pulau Una Una. Dijamin Anda akan puas karena banyak hal yang bisa diperoleh di sini. Tapi disarankan ambil waktu cuti lama ya. Bermalam Untuk bermalam, jangan khawatir, di sini terdapat cottage yang dikelola oleh pihak asing, yakni Kadidiri Paradise dan Black Marlin. Ada pula Pondok Lestari yang tarifnya lebih terjangkau.

Togean, The Hidden Paradise

Tak ada mesin ATM di sini, jadi siapkanlah uang tunai dan logistik sebelum menuju pulau ini. Listrik hanya menyala sejak pukul 18.00- 23.00 WITA, sekitar 6 jam saja. Satu lagi, sinyal ponsel di sini nyaris tidak ada. Maka, bersiap-siaplah untuk menghilang sejenak dari peradaban! Tak mengapa kan? Namanya juga menyepi dari kesibukan.

How to Get There
Untuk menuju ke Kepulauan Togean, Anda bisa menempuh selama 2 jam perjalanan darat dari Poso menuju Ampana, kemudian lanjut ke Tojo Una Una. Anda bisa menyewa mobil seharga Rp700 ribu per hari, tapi itu belum termasuk bahan bakar ya. Jadi kira-kira Anda akan menghabiskan Rp800 ribu. Akan lebih ringan jika Anda pergi berombongan. Dari sana, naiklah perahu motor untuk menyeberang menuju Wakai, Ibu Kota Pulau Batudaka. Tiketnya tidak terlalu mahal yakni Rp40 ribu rupiah per orang. Atau jika Anda naik pesawat, pilihlah penerbangan menuju Gorontalo, Palu, atau Luwuk. Jangan bayangkan tiket pesawat murah ke Sulawesi kecuali harga sangat promo dan beli jauh-jauh hari.

Togean, The Hidden Paradise

Selasa, 17 Juni 2014

Lebaran juga liburan

Lebaran juga liburan, lho. Sembari berhari raya tak ada salahnya sekalian bertamasya dong. Ke mana tujuan favoritmu?

Rencanakan Liburan 
Perencanaan adalah hal penting untuk berlibur. Apalagi jika Anda bepergian bersama keluarga atau banyak orang. Dengan rencana yang matang, perjalanan Anda akan lebih terjadwal dengan baik.

Tiket Pesawat
Sudah bukan rahasia lagi, tiket pesawat saat Lebaran selalu habis meski harganya selangit. Karena itu kalau memang sudah ada rencana liburan, pesanlah tiket jauh-jauh hari. Biasanya ada promo dari berbagai maskapai.

Hotel
Tempat menginap adalah satu hal yang paling penting. Jangan sampai begitu tiba di lokasi Anda kebingungan hendak tidur di mana. Pesanlah kamar jauh-jauh  hari juga. Selain antisipasi kehabisan, biasanya ada diskon yang lumayan.

Kendaraan
Jangan lupa juga siapkan kendaraan untuk transportasi selama di tempat liburan. Kalau hanya pergi berdua mungkin tak akan masalah. Tapi kalau pergi beramai-ramai, sewa mobil adalah pilihan yang paling efektif dan efisien.

Keuangan
Persiapkan keuangan dengan bijak. Jangan terlalu menghamburhamburkan uang untuk berlibur. Jangan sampai sesudah Lebaran, Anda malah kehabisan uang padahal waktu gajian masih lama. Nah, selamat berlibur.

Sudah bukan rahasia lagi, Lebaran menjadi saat yang ditunggu-tunggu banyak orang. Bukan cuma momen hari rayanya, tapi juga liburan panjangnya.  Selain mudik dan bertemu sanak saudara, Lebaran juga seringkali dipakai untuk berwisata. Biasanya hari yang dipilih adalah hari kedua setelah Lebaran dan seterusnya. Maka tak heran, di saat-saat itu, destinasi wisata yang menjadi favorit di berbagai daerah selalu penuh sesak oleh pengunjung. Bahkan untuk mencapainya diperlukan usaha keras. Macet dan sulit parkir.

Jakarta
Kalau Anda berlebaran di Jakarta, tempat yang selalu penuh adalah Kebun Binatang Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol. Dari tahun ke tahun, dua destinasi wisata ‘murah’ itu tak pernah sepi. KB Ragunan terletak di Jakarta Selatan. Tempat ini mulai dipadati pengunjung di hari pertama Lebaran. 

Lebaran juga liburan
Kebun Binatang Ragunan

Meski tidak lebih ramai dibanding hari kedua dan ketiga ya. Di sini, Anda bisa bersantai bersama seluruh keluarga. Sangat cocok untuk Anda yang memiliki anak kecil karena banyak hewan-hewan yang bisa ditonton. Saat libur Lebaran, biasanya pengelola KB Ragunan mengadakan acara atau pertunjukan hewan khusus. Ini tentu sangat menyenangkan untuk anak-anak. Namun tetap awasi anak-anak karena terkadang anak-anak sering lepas kontrol saat bermain sehingga bisa membahayakan. Juga jangan sampai anak Anda terpisah karena saking banyaknya orang. Kalau ingin bermain air, datanglah ke Ancol. Ingin murah, main-main dan berenang saja di pantainya. Tapi sayang, airnya kurang jernih. Kurang asyik untuk bermain. Di area ini juga ada wahana air yang seru, Atlantis. Namun tiket masuknya cukup mahal, yaitu lebih dari Rp100 ribu per orang. Ada juga Dunia Fantasi (Dufan) dan Gelanggang Samudera.

Lebaran juga liburan
Dufan Ancol

Bandung
Nah buat Anda yang berlebaran di Bandung, tempat ini boleh dilirik. Ada tempat rekreasi indoor dengan berbagai wahana permainan menarik. Namanya Trans Studio Bandung. Sejak diresmikan pada 2011 lalu, tempat wisata di Jalan Gatot Subroto, Bandung ini selalu kebanjiran pengunjung saat libur Lebaran. 

Trans Studio Bandung

Tiket masuknya memang cukup mahal, lebih dari Rp200 ribu. Tapi pada waktu tertentu, pihak marketing sering memberikan harga promo. Bisa lebih murah dong. Ada banyak wahana permainan menantang, misalnya Yamaha Racing Coaster, Vertigo, Giant Swing, Si Bolang, the Rides, Sky Pirates, dan lain-lain. Semuanya wajib dicoba ya. Tempat ini cocok untuk remaja hingga orang dewasa. Anak yang terlalu kecil kurang bisa bermain di sini karena kebanyakan wahananya membutuhkan tinggi badan minimal.

Magelang
Magelang memang kota kecil di antara Yogyakarta dan Semarang. Kalau Anda mudik ke dua kota itu, Magelang bisa menjadi pilihan untuk berekreasi. Di sana ada satu destinasi yang terkenal hingga penjuru dunia karena sempat masuk dalam salah satu keajaiban dunia. Ya benar.

Lebaran juga liburan
Candi Borobudur 

Candi Borobudur. Pengunjung candi Buddha terbesar di dunia ini selalu membeludak saat libur Lebaran. Biasanya pengelola membuat program pendukung, seperti pagelaran kesenian tradisional. Selain melihat candi, pengunjung juga bisa me-ngunjungi Museum Karmawibangga. Pertunjukan seperti Tari Cokekan, pertunjukan orkes keroncong, sulap, dan wayang kulit sering digelar di sini. Kalau tak ingin naik ke puncak Borobudur, Anda bisa berkeliling pelataran candi dengan kereta. Ajaklah anak-anak naik. Mereka akan menyukainya. Menyenangkan. Dalam perjalanan pulang, Anda bisa mampir ke pusat kota Mage- lang untuk membeli oleh-oleh. Yang paling khas adalah getuk tiga warna dan tape ketan hijau. Enak.

Lombok
Dulu Lombok sering sepi saat Lebaran. Hotel-hotel nyaris tak ada tamu. Tapi kini, jangan salah, penginapan di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu sering penuh saat libur Lebaran. Semua orang sudah tahu, Lombok menyuguhkan wisata bahari nan memesona. Salah satunya tentu saja kawasan Gili Trawangan. Salah satu pulau dari tiga Gili yang keeksotisannya tidak diragukan lagi. Sebenarnya ada banyak Gili lain di Lombok. Namun memang tiga Gili inilah yang paling tersohor. Tiga Gili ini dikenal dengan 3NP (no pollution, no police, no policy).

Lebaran juga liburan
Lombok

Di sini juga tidak ada kendaraan bermotor demi menjaga kebersihan udaranya. Kalau malas berjalan ada sepeda dan cidomo (kereta kuda) yang bisa mengantar Anda ke mana-mana. Lokasi lainnya adalah Danau Segara Anak. Danau yang terbentuk di Kaldera Gunung Rinjani ini sungguh menakjubkan. Namun memang agak susah untuk mencapainya karena harus mendaki Rinjani.

Gunung sikunir letaknya di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa (2.350 m dpl). Bukit Sikunir merupakan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan terbitnya mentari di ufuk timur. Dari pertigaan Dieng untuk menuju desa ini dapat ditempuh dengan 15 menit berkendara. Jika dari Kota Wonosobo, Desa Sembungan ini ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan pribadi.

Jalan berkelok aspal yang mulus tapi sayang lampu penerangan jalannya yang kurang. Bukit dan jurang yang ada di kanan kiri jalan serta kabut tebal. Desa Sembungan letak posisi gunung Sikunir ini terletak tepat di tepi Telaga Cebong. 

Lebaran juga liburan
Sunrise Sikunir Dieng Wonosobo

Kendaraan diparkir di tepi Telaga Cebong. Berbeda dengan sunrise di Bromo yang sudah sangat populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, sunrise di Bukit Sikunir belum terlalu dikenal oleh para traveler. Namun hal itu justru menguntungkan, karena menikmati momen munculnya mentari keemasan dari balik gunung yang bertudungkan kabut tanpa harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain, namun itu cerita lain saat ini gunung Sikunir sudah mulai dikenal dan sudah banyak orang yang datang untuk berkunjung kesini. Ayo melihat golden sunrise di puncak sikunir.