Kali ini sikunir info akan berbagi informasi tentang kota Roma. Karena setiap tahun, berjuta orang dari penjuru dunia mengunjungi kota kuno ini. Ternyata di Roma banyak Copet. Apalah artinya copet dibanding keindahan dan sejarahnya yang spektakuler. Banyak orang bermimpi berkunjung ke Roma, Italia. Pesona kota yang telah berumur ribuan tahun ini tak pernah pudar. Jika menjelajahi Internet, gambaran mengenai Kota Roma terdengar sangar. Ibu kota Italia ini dikenal dengan pencopetnya yang ulung. Pencopet tidak hanya beraksi di atas kendaraan umum, tetapi juga di tempat-tempat umum, seperti taman ataupun stasiun.
Dalam melakukan aksinya, pencopet Roma, yang kebanyakan anak-anak dan perempuan, sangat tak kentara. Jadi jangan pernah lengah saat berada di tengah-tengah anak-anak dan perempuan, bahkan yang tua sekalipun. Salah satu bus yang menjadi tempat beraksi para pencopet adalah bus no. 64. Jadi, jika memang harus naik bus ini, selalulah waspada jika tak ingin dompet dan barang berharga berpindah tangan. Walau terkesan seram, sebenarnya Roma sangat ramah terhadap wisatawan. Kekayaan sejarah, kehidupan malam, dan kulinernya bakal membuat jatuh cinta mereka yang berkunjung ke sana.
Ingin ke Roma? Sebaiknya tidak datang pada bulan Juni-Juli. Selain ramai pengunjung, yang membuat tempat wisata penuh, suhu udara saat itu sangat panas dan lembap. Musim semi mungkin akan lebih nyaman karena udaranya jauh lebih sejuk.
Ada dua bandara utama di Roma, yakni Fiumicino dan Ciampino. Begitu keluar dari bandara, para turis biasanya akan langsung diserbu para pengemudi taksi. Tarif taksi dari bandara ke pusat kota sangat mahal. Jadi pilihlah taksi resmi. Kalau ingin lebih murah, ada kereta cepat menuju pusat kota. Dari Bandara Fiumicino, ada Leonardo Express, yang berangkat setiap setengah jam menuju Stasiun Termini, di pusat Kota Roma.
Sedangkan jika kita tiba melalui Ciampino, ada layanan antar-jemput Terravision menuju Stasiun Termini. Ini pilihan paling oke karena jauh lebih murah, aman, dan nyaman. Jika belum menukar uang, sebaiknya tidak menukar di bandara atau stasiun. Tempat penukaran uang di bandara biasanya mengambil komisi besar, bisa 10 persen. Jika ada orang yang menawarkan kurs lebih baik, jangan diladeni.
Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi saat berada di Roma, salah satunya Jalan Cobblestoned di daerah Trastevere. Kita bisa jalan-jalan saja menikmati suasana jalanan, yang terletak hanya beberapa langkah dari Sungai Tiber. Jika merasa lelah, ada banyak kafe untuk beristirahat. Kita bisa duduk sejenak di salah satu kafe yang menghadap Campo de Fiori. Bersantailah sambil menikmati segelas anggur putih dingin. Roma juga terkenal dengan air mancur yang unik. Salah satu yang terkenal adalah Fontana di Trevi. Ini merupakan air mancur terbesar di Roma. Banyak film mengambil air mancur ini sebagai latarnya.
Ada juga air mancur empat sungai (Bernini) atau yang lebih terkenal dengan Fontana dei Quattro Fiumi. Berkeliling di Catacombs atau monumen pemakaman juga menjadi atraksi menarik saat berkunjung ke Roma. Ada beberapa “Catacombs” yang bisa kita kunjungi, yang berada di sepanjang jalan menuju ke pusat kota. “Menjelajahi” pemakaman yang luasnya berkilometer persegi bakal menjadi pengalaman mengasyikkan.
Kalau ingin yang lebih eksotik, bergeserlah ke Ostia, kota pantai di sekitar 20 kilometer dari Roma. Nikmati pesta di pasirnya yang bersih, dengan kaki telanjang dan mojito di tangan. Pesta akan sempurna dengan tambahan pizza al taglio, carbonara, artichoke goreng, atau sepotong bruschetta, yang banyak dijual di toko di kawasan itu. Tinggal pilih, restoran mana saja tak akan membuat Anda kecewa.
Jika ingin merasakan suasana Roma yang berbeda, datanglah ke wilayah San Lorenzo University. Kawasan yang dibangun akhir abad ke-19 ini rusak berat saat pecah Perang Dunia II. Bangunan yang rusak kemudian dibenahi dengan sentuhan para arsitek muda. Jadi jangan berharap menemukan patung kuno di tempat yang banyak dipilih kaum muda Italia untuk kumpul- kumpul ini. Atau kita bisa berburu barang antik di pasar loak Via del Corso. Jika beruntung, kita bisa mendapatkan barang seni bermutu tinggi dengan harga terjangkau.
Berkunjung ke Roma tentu tak lengkap jika tak pergi ke Colosseum. Di zaman Romawi Kuno, bangunan ini merupakan tempat gladiator diadu dengan binatang buas. Bangunan di jantung Piazza del Colosseo ini bisa dijangkau dengan jalur B dari Metro. Tiket masuk ke Colosseum adalah 15,50 euro atau sekitar Rp 260 ribu. Untuk warga Eropa, tiketnya lebih murah. Datanglah pagipagi saat pengunjung belum begitu banyak.
Jangan lupa juga singgah ke Piazza del Campidoglio di Capitol Hill. Dulu merupakan markas pemerintah Italia. Bisa naik bus no. 64 atau no. 40 (dari Stasiun Termini). Atau bisa juga menggunakan kereta bawah tanah jalur B, berhenti di Colosseo. Kita juga bisa mengunjungi sejumlah tempat bersejarah lainnya, seperti Piazza Navona, yang tampil anggun dalam gaya Barok: Piazza di Spagna karya dari abad XVIII, yang terkenal dengan sebutan Spanish Steps.
Vatikan, tempat tinggal Paus dan wilayah Takhta Suci, otoritas pusat Gereja Katolik, merupakan tujuan wajib saat berkunjung ke Roma. Negara merdeka terkecil di dunia, dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, ini terletak di tengah Kota Roma. Hampir setiap hari Minggu, pada tengah hari, Paus memberikan restunya kepada orang banyak dari jendela tinggi di atas Piazza. Sayang dilewatkan tentunya. Sumber:majalahdetik.

