Airnya jernih. Tak salah jika danau mungil di Berau, Kaltim ini dijuluki cermin raksasa. Konon, di zaman dahulu menjadi tempat mandi para Raja Berau. Semakin ditelusuri, kecantikan Indonesia semakin tak dapat di sangkal. Satu tempat yang bisa membuktikannya adalah Danau Labuan Cermin di Berau, Kalimantan Timur. Ada alasan mengapa danau nan elok itu disebut cermin. Hal itu karena airnya sangat jernih bak cermin raksasa yang membentang. Sungguh indah dipandang. Sikunir info jalan-jalan. Kalau sunrise sikunir terkenal dengan keindahan suasana pagi menjelang sunrise sehingga disebut golden sunrise, nah kalau di raja Berau Kaltim ini dijuluki cermin raksasa.
Air danau nya rasa tawar dan asin
Danau ini juga unik karena dua rasa airnya. Tawar dan asin. Maklum saja, danau itu memang merupakan 'danau bercampur laut'. Air asin, bisa dijumpai di kedalaman sekitar dua meter dari permukaan danau. Sedang air tawar di permukaan danau. Orang bilang, menghipnotis karena Anda hampir tak ingin berkedip. Anda akan dibuat menganga oleh hamparan air jernih dan membiru. Ditambah udara sejuk yang mengeringkan keringat Anda. Konon, danau ini menjadi tempat mandi para Raja Berau zaman dulu. Danau nan indah itu tentu saja tidak hanya sedap dinikmati di permukaan. Dengan berenang, menyelam, atau sekadar snorkeling, Anda bisa menyaksikan biota lautnya yang memesona.
Karena tak cuma airnya yang ‘dua’, jenis ikan yang menghuni danau ini juga ada dua macam. Ikan-ikan air asin hidup di dasar danau sedangkan ikan air tawar hilir mudik di permukaannya. Selain itu, Anda juga bisa menikmati tumbuh-tumbuhan air dan batu-batuan alami. Di sejumlah titik, Anda akan merasakan sesuatu yang hangat karena adanya batas antara air laut dan air tawar. Rasakan juga gelembung-gelembung air yang membuat aktivitas menyelam semakin unik. Semua begitu memanjakan mata sehingga membuat Anda tak ingin beranjak menuju daratan. Namun Anda tetap harus berhati-hati jika berenang atau menyelam di danau mungil ini. Di sejumlah titik, arusnya sangat deras sehingga bisa menyeret dan membahayakan para perenang.
![]() |
| Indahnya raja Berau Kaltim |
Untuk menuju kesana butuh perjuangan ekstra
Untuk menikmati keindahan itu memang butuh perjuangan ekstra. Danau Labuan Cermin terletak di ujung hidung Borneo. Tepatnya di Desa Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kaltim. Dari Bengalon, desa pesisir itu bisa dicapai dalam waktu sekitar 12 jam. Kalau dari Samarinda, waktu yang dibutuhkan sekitar 20 - 24 jam. Perjalanan darat dari Samarinda ke Tanjung Redeb terkenal ganas dan menantang. Di musim hujan, jalur ini sangat berbahaya karena becek, berlubang, dan gelap di malam hari.
Bila pengemudi tidak kenal medan dan berhati-hati, bisa saja kendaraan terguling. Namun tenang saja, Anda tidak harus melewati jalur ini karena ada pesawat terbang dari Balikpapan. Setelah tiba di Tanjung Redeb, Anda bisa melanjutkan perjalanan darat sekitar 6 jam dengan mobil sewaan. Setelah itu, Anda harus berjalan kaki sekitar 30 menit sebelum akhirnya tiba di Desa Biduk-Biduk yang asri.
Trek yang disusuri memang tak bisa dibilang mudah. Hutan yang menjadi akses menuju ‘harta karun Kaltim’ itu masih asli dan liar. Pepohonan rimbun dan satwa-satwa liar seperti monyet, babi hutan, burung, owa-owa dan beruang madu, bisa saja Anda jumpai. Menantang bukan? Anda boleh saja terengah-engah. Namun begitu Anda tiba di Desa Biduk-Biduk, rasa letih langsung hilang. Pemandangan desa pesisir yang sederhana tetapi indah, langsung membuat hati melayang.
Pohon Mangrove berjejer mengelilingi tepian pantai
Pohon Mangrove berjejer mengelilingi tepian pantai, perpaduan warna hijau mangrove dengan warna air pantainya yang sangat biru terlihat sungguh indah. Airnya sangat biru jernih dan menyejukkan siapapun yang memandangnya. Sebuah pemandangan sangat langka yang bisa kita temukan di kawasan wisata pada umumnya. Jangan pula harapkan resor nan mewah untuk menginap di lokasi ini. Anda bisa home stay di rumah- rumah penduduk yang berada di sekitar danau cantik itu.
Biayanya tidak mahal
Paling-paling Anda hanya ‘diwajibkan’ memberi beberapa puluh ribu rupiah dan sedikit makanan. Untuk makanan, juga jangan harapkan restoran yang mewah. Di sekitar danau, terdapat warung-warung kecil yang menjual makanan. Meski fasilitasnya masih serba terbatas, tetapi tempat ini layak dikunjungi karena kecantikan dan keunikannya. Sumber:majalahdetik.
