Selasa, 01 Juli 2014

Masjid Terapung Nan Romantis di Makassar

Ayo kita ke Makasar melihat sunset Pantai Losari dari Masjid Amirul Mukminin konon menjadi momen paling menarik. Pas banget buat ngabuburit. Sikunir info jalan-jalan.  Mungkin agak berlebihan membandingkan Masjid Amirul Mukminin di Makassar dengan Masjid Ar Rahman di Jeddah. Namun masjid-masjid itu memiliki kesamaan yang khas. Dua-duanya sama-sama terapung. Jadi buat yang belum bisa menginjakkan kaki di Jeddah, mungkin bisa merasakan masjid terapung di Makassar dulu ya. Tidak kalah unik dan menarik kok.

Masjid ini terletak di Teluk Makassar, tepatnya sekitar 1 km dari anjungan Pantai Losari. Berdiri megah nan indah di atas permukaan laut. Amirul Mukminin juga dikenal dengan nama Masjid 99 Al Makassary. Ini karena masjid yang diresmikan Jusuf Kalla itu memang melambangkan Asmaul Husna. Uniknya lagi, jika dilihat dari atas ketinggian, masjid ini membentuk angka 99. Bangunan dengan anggaran Rp 6 miliar ini juga melambangkan makna kebesaran dan keagungan Islam.

Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar
Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar
Banyak orang tertarik berkunjung ke sini untuk beribadah, bahkan ada juga yang sekadar mengabadikan gambarnya. Kini, bangunan ini menjadi ikon baru kota Angin Mamiri ini. Masjid terapung ini didesain Danny Pomanto, dosen jurusan arsitektur Universitas Hasanuddin. Desainnya memadukan arsitektur modern namun tetap terlihat islami. Bangunannya tidak begitu luas, dengan diameter hanya 45 meter namun tetap terlihat megah. Masjid ini didominasi warna putih dan abu-abu. Ada dua menara tinggi menjulang di kanan dan kirinya. Terkesan ramah.

Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar
Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar

Lima pilar putih masjid merepresentasikan shalat lima waktu 
Lima pilar putih di akses pintu utama masjid seolah merepresentasikan lima waktu salat. Di area teras masjid, disediakan dua tempat wudu di sisi kanan dan kirinya. Masjid ini terdiri dari tiga lantai dan mampu menampung 400 orang jemaah. Lantai satu adalah ruang utama untuk ibadah, lebih luas dibandingkan dua lantai di atasnya. Selesai beribadah, para pengunjung bisa mampir ke perpustakaan mininya. Ada banyak buku agama yang dapat menambah wawasan Anda.

Masjid Terapung Nan Romantis di Makassar
Pesonanya kian memancar dengan dua kubah bertakhta mozaik kotak bergradasi biru. Pengunjung bisa naik ke kubah berdiameter 9 meter itu dengan menaiki tangga yang ada. Bersantailah sejenak di dalam kubah sambil menikmati embusan angin pantai nan sejuk. Apalagi jika Anda datang di kala senja. Nikmatilah sunset yang konon paling romantis. Tak heran jika menjelang sore, pengunjung masjid ini semakin banyak. Sembari menunggu saat berbuka puasa, Anda bisa sambil memandangi matahari yang beranjak tenggelam. Menjelang puasa, masjid ini juga ramai digunakan sebagai titik pemantau hilal. Beberapa pasangan pengantin memilih menggelar akad nikah dan resepsi di sini. Terbayang romantisnya kan?

Kuliner Khas
Saat azan magrib berkumandang, batalkan puasa dengan minuman dan makanan kecil yang biasa disediakan. Setelah itu, tunaikan salat magrib di masjid ini. Biasanya penuh jemaah sih. Nah, kurang afdal rasanya bila tidak mencicipi kuliner khas di Pantai Losari. Setelah salat magrib, cobalah mencari makanan khas di sekitar masjid. Di pelataran masjid banyak pedagang dengan gerobaknya yang menjajakan pisang epek. Pisang yang dipanggang, di-press, kemudian ditaburi saus dengan pilihan cita rasa durian, keju, dan cokelat. Rasanya yang manis cocok untuk memulihkan tenaga sehabis seharian berpuasa. Apalagi memakannya sambil memandangi pantai. Tambah nikmat!

Puas berkuliner, kembalilah ke masjid untuk mengikuti salat Tarawih. Sebaiknya datang lebih awal untuk mendapat tempat karena masjid ini kerap dipenuhi jemaah. Nah setelah Tarawih, Anda bisa melanjutkan wisata kuliner. Kali ini pilihlah makanan yang lebih berat seperti nasi dengan aneka lauk dari laut. Yummy! Kalau Anda belum pernah berwisata saat Ramadan, mungkin bisa mencobanya ke sini. Biasanya, harga tiket pesawat pada bulan puasa relatif lebih murah. Asal jangan dekat-dekat Lebaran ya. Nah, biar perjalanan Anda di kota Makassar makin lengkap, kunjungi juga wisata menarik lainnya. Datanglah ke Benteng Fort Rotterdam, warisan sejarah Kerajaan Gowa.

Arsitekturnya bagus, ditambah lanskapnya yang menarik. Di dalamnya, terdapat taman hijau yang dikelilingi bangunan tua bertingkat dua. Di kawasan ini juga terdapat Museum La Galigo yang menyimpan ribuan koleksi, di antaranya koleksi sejarah seperti fosil bebatuan dan senjata kuno, naskah, etnografi, keramik asing, dan lain-lain. Ada miniatur rumah adat serta miniatur kapal pinisi yang mendeskripsikan masyarakat Sulawesi Selatan sebagai pelaut yang ulung. Tiket masuknya hanya Rp5 ribu saja. Yuk ke Makassar!