Selasa, 01 Juli 2014

Jejak islam di Andalusia

Jejak Islam juga ada di Eropa, salah satunya di Negeri Matador, Spanyol. Pengen jalan-jalan ke Andalusia. Yuk kita ikuti cerita sikunir info disini. Eropa pernah memiliki pusat peradaban Islam. Tak percaya? Saksikan sendiri di ‘Pueblo Blancos’, Kota Putih, Andalusia, Spanyol. Andalusia memang tak sepopuler Madrid, Valencia, atau Barcelona yang memiliki klub sepak bola papan atas dunia. Namun kota ini menyimpan warisan sejarah Islam yang sangat layak dikunjungi. Penyebaran Islam di bumi Andalusia, dimulai dengan kisah penaklukan Thariq bin Ziyad dari Bani Umayyah (Afrika Utara) atas Kerajaan Visigoth pada 711 M.

Penyebaran Islam di bumi Andalusia
Saat itu Ziyad membawa tujuh ribu prajurit menyeberangi Selat Gibraltar menuju Andalusia. Dengan mudah mereka menaklukkan pasukan Kerajaan Visigoth, Spanyol yang kala itu dipimpin Raja Roderick. Sejak itu Islam dengan cepat menyebar ke Negeri Matador. Andalusia pun kemudian berkembang menjadi salah satu pusat peradaban Islam. Kemajuan intelektualnya berpengaruh besar di Eropa dan dunia, baik di bidang filsafat, sains, kedokteran, astronomi, hingga sastra dan seni. Tak sedikit ilmuwan muslim lahir dari sini. Bahkan, ilmuwan Barat datang untuk ‘berguru’ di sini.

Jejak islam di Andalusia
Jejak islam di Andalusia

Pembangunan fisik tak kalah megah. Ini terjejak pada gedung pemerintahan, istana, dan tempat ibadah. Luar biasa. Bakal membuat Anda terpana. Islam di Spanyol mulai memudar pada abad ke-15, saat Kerajaan Granada jatuh. Tapi jika suatu hari Anda berkesempatan ke Andalusia, jejak masa keemasan itu masih tersisa di sana.

Cordoba
Kota berjuluk ‘City of Lights’ ini wajib dikunjungi. Cordoba pernah menjadi pusat Kerajaan Granada karena kemajuan ilmu pengetahuannya. Salah satu situs sejarah yang terkenal adalah Mezquita. Seperti artinya, dulunya Mezquita adalah masjid. Mezquita dibangun pertama kali pada tahun 785 M oleh Abdurrahman. Butuh waktu 200 tahun agar bangunan ini selesai sempurna. 

Jejak islam di Andalusia
Jejak islam di Andalusia

Dari luar, Mezquita terlihat sebagai bangunan besar beratap datar dengan sebuah gereja bergaya baroque di tengahnya. Ciri khas Mezquita adalah ‘hutan’ tiang dalam berbagai gaya yang merupakan saksi sejarah perebutan kekuasaan di Cordoba. Awalnya, bangunan ini adalah sebuah kuil yang dibangun bangsa Mor di tepi Sungai Guadalquivir. Penguasa Kristen kemudian mengubahnya menjadi Gereja Saint Vincent. Ketika Islam mengambil alih wilayah ini pada abad ke-8, maka bangunan ini dialihfungsikan menjadi masjid. Ketika Cordoba jatuh pada tahun 1236, Mezquita diubah menjadi gereja dengan menambahkan sebuah altar di tengahnya. Namanya pun berubah menjadi Cathedral Cordoba.

Jejak islam di Andalusia
Hingga sekarang tiang dalam berbagai gaya itu masih tersisa. Ada tiang bergaya Romawi, tiang sisa Gereja St. Vincent, juga tiang-tiang dari marmer bermotif papan catur saat bangunan ini masih berfungsi sebagai masjid. Pintu berlapis perunggu dan emas, serta ukiran kayu nan indah menambah takjub setiap pengunjung yang melihat. Dekorasi megah itu diimbangi dengan manfaat di dalamnya. Selain sebagai tempat ibadah, Mezquita juga menjadi tempat menimba ilmu agama. Sebuah oase berupa sebuah perpustakaan besar di Mezquita dikunjungi oleh 400 ribu orang per tahun. Di malam hari, masjid ini diterangi 4.700 lampu yang menghabiskan 11 ton minyak per tahun. Indah! Di samping Mezquita, ada Roman Bridge, jembatan yang membelah Sungai Guadalquivir. Jembatan yang dibangun pada masa Romawi (abad ke 1) akan lebih syahdu jika dinikmati pada malam hari.

Granada
Granada dulunya adalah ibu kota Andalusia, yang terletak di kaki pegunungan Sierra Nevada. Ikon utama kota ini adalah Istana Al Hambra yang dibangun pada masa Raja Nazrid di kaki bukit La Sabica. Masuk ke dalam Al Hambra akan membuat kita terhipnotis dengan indahnya kaligrafi yang menghias di setiap sudutnya. Pesona itu kian sempurna dengan taman bunga yang cantik, lengkap dengan kolam air mancur berhias 12 patung singa.

Tapi jangan lupa, jumlah pengunjung dibatasi hanya 300 orang per hari. Jadi, sebelum berkunjung pastikan untuk membeli tiket online terlebih dahulu. Sekitar lima menit perjalanan dari Al Hambra, ada taman nan romantis di Generalife. Nama aslinya Jannat Al Arif. Dulunya ini merupakan tempat istirahat raja-raja Granada. Dijamin Anda akan betah menikmati taman bunga yang dipadu dengan kolam di sekelilingnya.

Jejak islam di Andalusia
Jejak islam di Andalusia

Malaga
Daerah di pesisir pantai selatan Spanyol ini kaya akan warisan sejarah serta budaya Romawi dan Islam. Anda akan betah tinggal berlama-lama di kota kelahiran pelukis Pablo Picasso ini. Berkunjung ke Malaga, wajib hukumnya untuk singgah ke benteng besar peninggalan Islam, benteng Alcazaba yang berdiri megah di atas bukit. Pulangnya, luangkan waktu untuk mengunjungi Roman Theatre. Situs bersejarah yang dibangun pada abad ke-1 ini akan melengkapi pengalaman Anda di Malaga. Sedikit ke luar dari pusat kota, Anda bisa menikmati indahnya Laut Mediterania. Jika bosan, Anda bisa mampir ke pelabuhan yang selalu ramai oleh kedatangan kapal pesiar yang mengangkut ratusan wisatawan. Tertarik? Datanglah ke Andalusia.

Jejak islam di Andalusia
Jejak islam di Andalusia