SIAPA yang tidak mengenal Tembok Besar Cina? Bangunan terpanjang di dunia yang terbentang sepanjang 8.850 kilometer ini memang begitu mempesona. Indonesia patut berbangga hati, karena ada destinasi wisata lokal yang menawarkan pengalaman meniti tembok besar dengan bonus pemandangan indah namanya Great Wall of Koto Gadang atau Janjang Saribu di Koto Gadang.
Tembok besar Great Wall of Koto Gadang
Tembok panjang dan besar berjuluk Great Wall of Koto Gadang atau Janjang Saribu di Koto Gadang merupakan obyek wisata yang menyajikan pengalaman serasa berada di Tembok Besar Cina. Panjangnya hanya 1,5 kilometer. Great Wall of Koto Gadang menghubungkan dua bukit yang terbentang dari Kota Bukittinggi hingga Kabupaten Agam serta melintasi Ngarai Sianok. Tembok yang diresmikan pada 27 Januari 2013 oleh Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Tifatul Sembiring, ini memiliki sekitar seribu anak tangga.
![]() |
| Indonesia juga punya tembok besar Cina |
Bila datang dari luar Pulau Sumatera, wisatawan bisa menaiki bus lintas Sumatera sampai Terminal Bukittinggi. Lewat jalur udara, silakan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau.
Dari bandara, silakan melanjutkan perjalanan dengan taksi. Ongkosnya sekitar Rp 200 ribu sampai Kota Bukittinggi. Bila datang bertiga, ongkos ini tentu bisa dibilang murah. Lokasi wisata ini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Lobang Jepang atau 3 kilometer dari Jam Gadang. Jika traveler datang dari Kota Padang, jaraknya menjadi agak jauh. Sekitar 106 kilometer.
Jalanan menuju kawasan Great Wall agak menurun. Kabar baiknya, tidak ada biaya untuk masuk ke lokasi wisata. Jika membawa kendaraan pribadi atau bus, cukup membayar uang parkir saja.
Pastikan membawa bekal minuman yang cukup. Sebab, meski jarak Great Wall ini tidak terlalu jauh, perjalanan ini dijamin akan membutuhkan tenaga ekstra. Medan yang akan dilalui berupa tanjakan, turunan, dan kelokan dengan anak tangga yang curam. Sebaiknya tidak membawa anak kecil.
Dari titik pertama, traveler akan langsung menikmati pemandangan lembah raksasa nan indah dan menyejukkan. Ngarai Sianok di Bukittinggi sendiri sudah sangat termasyhur dengan keindahannya.
![]() |
| Indonesia juga punya tembok besar Cina |
Great Wall seakan membelah tebing Ngarai Sianok yang dipenuhi pepohonan hijau di kedua sisinya. Tak mengherankan jika, meski lelah melanda, peluh yang keluar tidak akan terasa. Di sini juga terdapat jembatan gantung. Berfungsi untuk melewati sungai terjal. Di sinilah adrenalin wisatawan akan diuji karena jembatan hanya beralaskan bilah-bilah kayu. Perlu diingat, jembatan gantung ini hanya bisa dilewati 10 orang sekaligus. Bila menaati peraturan yang sengaja dipasang di atas jembatan, rasanya akan aman-aman saja.
Jangan lupa beristirahat sejenak di beberapa pos peristirahatan. Seperti yang terletak 500 meter dari gerbang, agak menjorok ke kanan. Rata-rata pengunjung sengaja berhenti sejenak di anjungan Pandang untuk menghirup udara sejuk sambil menikmati keindahan lembah hijau itu. Dan tentu saja berfoto-foto.
Sayangnya, tangan-tangan jail membuat keindahan tembok ini jadi berkurang. Di sanasini, terdapat coretan-coretan yang dibuat oleh pengunjung. Padahal pembangunan Great Wall ini tidak menggunakan dana APBD dan APBN, melainkan sumbangan swadaya masyarakat, khususnya perantau asal Koto Gadang.
![]() |
| Indonesia juga punya tembok besar Cina |
Dan seperti kebanyakan lokasi wisata di Indonesia lainnya, sampah bertebaran di mana-mana. Saat ini memang belum ada petugas atau pengawas khusus untuk mengawasi hal ini. Ah, sungguh sayang. Sumber:majalahdetik.


