Sabtu, 27 Desember 2014

Kisah para wali yang unik untuk digali

Bertapa di gunung atau di gua itu akan menjadikan mu takabur, lakukanlah tapa di tengah ramainya manusia. Milikilah sikap luhur dan maafkanlah orang yang salah. Hanya itulah langkah yang sejati.” (Sajarah Wali, Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunang jati, Naskah Mertasinga, Wahjoe: Pustaka, 2005

Beberapa kisah menuturkan bahwa peyebaran agama islam yang disampaikan oleh para wali kepada masyarakat punya cara dan dinamika sendiri. Mulai dakwahnya dengan cara yang unik untuk memancing keingintahuan masyarakat agar sudi untuk berangkat dan mendengarkan dakwah para wali. Napak Tilas bicara soal penyebaran Islam di Pulau Jawa, tentu tak afdal jika tak menyebut Wali Songo. Sembilan orang pilihan itu tetap berpengaruh meski telah tiada.

Para wali punya kisah unik dan menarik untuk digali

Kisah para wali yang unik untuk digali
Kisah para wali di Pulau Jawa para pendakwah Islam berjuluk Wali Songo ini tak pernah sepi pengunjung. Makam Wali Songo itu tersebar di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Satu di Jawa Barat, tiga di Jawa Tengah, dan lima di Jawa Timur. 

Dan saya sendiri  (red: sikunir.info) baru berziarah ke tempat para wali yang berada di Jawa Tengah belum berziarah ke tempat para wali yang berada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Masih ada 6 tempat ziarah lagi yang ingin saya kunjungi. Insyaa Allah kalau tempat tersebut sudah saya kunjungi akan saya tulis disini tentang kisah para wali tersebut secara lebih detail lagi.

Berziarah ke makam Wali Songo sudah menjadi salah satu alternatif wisata religi. Bahkan, kini banyak agen wisata menawarkan wisata Wali Songo secara maraton. Anda akan diajak berkeliling Pulau Jawa sekaligus mengunjungi makam Wali Songo. Tapi, kalau Anda tak mau memakai agen wisata, jalan sendiri dengan mobil pribadi pun jadi tak masalah.

Sunan Gunung Jati

Jika Anda dari Jakarta, makam pertama yang dikunjungi sebaiknya adalah makam Sunan Gunung Jati. Lokasinya di Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara, 6 kilometer dari Kota Cirebon. Sunan Gunung Jati, yang bernama asli Syarif Hidayatullah, adalah satu-satunya wali yang memimpin pemerintahan. Dia adalah Sultan Cirebon. Dia menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon hingga ke pedalaman Pasundan. Sunan Gunung Jati kerap membangun infrastruktur untuk menghubungkan antar wilayah.

Kompleks makam Sunan Gunung Jati yang berada di Gunung Sembung memiliki 9 pintu utama yang disebut Lawang Sanga. Namun peziarah hanya boleh masuk hingga pintu ke-4. Pintu ke-5 dan seterusnya hanya boleh dimasuki oleh keturunan Sunan Gunung Jati saja. Itu pun hanya di waktu-waktu tertentu. 

Sunan Kalijaga

Dari Cirebon Utara, Anda bisa beranjak menuju Jawa Tengah untuk “bertemu” dengan makam Sunan Kalijaga. Makam wali ini terletak di pemakaman Desa Ngadilangu, Demak. Dari Masjid Agung Demak, makam dengan ornamen ukiran khas Jepara ini hanya berjarak kira-kira 3 kilometer saja. Jadi, dari makam, Anda bisa mampir ke masjid itu. Konon, sang sunan turut serta dalam perancangan masjid yang menjadi landmark Kota Demak itu. Dia juga ikut merancang Masjid Agung Cirebon. Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali yang berhasil menyebarkan Islam. Sarana dakwah yang dipilih cukup unik, yaitu melalui kesenian dan kebudayaan. Misalnya saja seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk. Tak mengherankan jika pengikut wali yang dikenal senang berpakaian serba hitam ini sangat banyak.

Sunan Kudus

Dari Demak, perjalanan dilanjutkan ke Kota Kudus, Jawa Tengah. Di kota ini terdapat makam Sunan Kudus, yang berada di area Masjid Menara Kudus. Lokasinya di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di area pemakaman ini juga terdapat makam putra Sunan Kudus, yakni Pangeran Palembang. Boleh dibilang, sunan yang bernama kecil Jaffar Shadiq ini adalah “pengikut” Sunan Kalijaga. Cara berdakwah Sunan Kudus dikenal mirip Sunan Kalijaga, namun penyampaiannya lebih halus. Dia dikenal sebagai wali yang toleran dengan budaya setempat. Salah satu bentuk toleransi Sunan Kudus antara lain mengadopsi bentuk candi saat membangun masjid.

Sunan Muria

Makam Sunan Muria adalah makam wali terakhir di Jawa Tengah. Lokasinya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, sekitar 30 kilometer ke arah utara Masjid Menara Kudus. Sunan Muria adalah anak dari pasangan Dewi Saroh binti Maulana Ishak dan Sunan Kalijaga. Tak mengherankan jika gaya berdakwahnya mirip sang ayah. Namun Sunan Muria lebih suka bergaul dengan rakyat dan menetap di daerah terpencil sambil menyebarkan Islam. Dia dikenal sebagai negosiator ulung. Nasihat dan solusi yang diberikan Sunan Muria dikenal sangat ampuh untuk menyelesaikan masalah antardua pihak yang berseteru. Berkunjung ke makam Sunan Muria tak semudah ke makam-makam lainnya. Untuk bisa sampai ke sana, pengunjung wajib menaiki 700 anak tangga. Lumayan, bukan?

Sunan Bonang

Nah, kini Anda akan memasuki makam-makam wali di wilayah Jawa Timur. Daerah pertama yang sebaiknya dituju setelah dari Kudus adalah Kota Tuban. Tepatnya di pemakaman Desa Kutorejo, Kecamatan Tuban, terdapat makam Sunan Bonang yang dikelilingi tembok dengan empat pintu gerbang besar. Makam sang wali berada di sebelah barat alunalun Kota Tuban, di sebelah barat Masjid Agung Tuban. Ada gapura besar berbentuk paduraksa yang klasik sebagai penandanya. Sunan Bonang memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim, putra Sunan Ampel dan Dewi Candrawati atau yang lebih dikenal dengan Nyai Ageng Manila. Pada masanya, Sunan Bonang dikenal sebagai penggubah karya sastra yang ulung. Cara ini pula yang dipakainya untuk menyiarkan agama Islam.

Sunan Drajat

Dari Tuban, silakan bergeser ke Lamongan. Di kota kecil ini terdapat makam Sunan Drajat. Makamnya berada di atas bukit dikelilingi pepohonan yang menghampar luas. Sunan Drajat adalah anak sulung Sunan Ampel. Dia mendapat tugas berdakwah ke pesisir Gresik dari sang ayah. Semasa hidup, sang wali dikenal bersahaja dan suka menolong. Tak mengherankan jika di pondok pesantren yang dibangunnya banyak tinggal anak-anak yatim dan fakir miskin.

Sunan Maulana Malik Ibrahim

Di Kota Gresik, Anda akan menyambangi makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, sang wali tertua. Makamnya terletak di Kampung Gapura, Jawa Timur. Arsitektur makam Maulana Malik Ibrahim punya ciri tersendiri. Hal ini dapat Anda cermati dari bahan batu nisan dan gaya tulisan Arab. Bahan batu nisannya terbuat dari marmer dengan gaya Gujarat. Sunan Maulana Malik Ibrahim pernah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Di dalam tugasnya untuk menyebarkan agama Islam, dia juga merangkul masyarakat kasta bawah yang terkesan “disisihkan” dalam Hindu.

Sunan Giri

Perjalanan akan dilanjutkan menuju makam Sunan Giri. Wali bergelar Prabu Satmata ini dimakamkan di sebuah bukit di Dusun Kedhaton, Desa Giri Gajah, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Dalam keagamaan, dia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih.

Sunan Ampel

Perjalanan wisata religi Anda diakhiri dengan mengunjungi makam Sunan Ampel, yang terletak di Kampung Ampel di Kota Surabaya. Di depan makam terdapat dua pintu gerbang besar bergaya Eropa. Makamnya terpisah dari makam lainnya dan diberi pagar terali dari besi setinggi 110 sentimeter. Di dalam kompleks juga terdapat 2 makam murid Sunan Ampel, yakni Mbah Bolong atau Sonhaji dan Mbah Sholeh. Sunan Ampel pernah membangun dan mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula, ia merangkul masyarakat sekitarnya, lalu semakin meluas. Pertengahan abad ke-15, pesantren itu menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. (dikutip dari berbagai sumber).

Berikut ini tampilan foto yang sempat saya abadikan sewaktu saya berziarah ke tempat para wali yang berada di Jawa Tengah. Mulai dari makam wali Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan Kalijaga.

Kisah para wali yang unik untuk digali
Di makam Sunan Kalijaga bersama seorang Kuncen (Demak Kota Wali)


Kisah para wali yang unik untuk digali
Makam Sunan Kudus


Kisah para wali yang unik untuk digali
Makam Sunan Muria


Kisah para wali yang unik untuk digali
Gentong Air Sunan Muria


Kisah para wali yang unik untuk digali
Gentong Air Sunan Kalijaga (Demak Kota Wali)