Jumat, 13 Juni 2014

The lost city of Angkor wat

Kenapa sikunir sunrise bercerita disini tentang Angkor Wat yang berada di Kamboja. The lost city of Angkor wat. Karena kalau di daerah dataran tinggi Dieng ada juga yang namanya candi arjuna, candinya mirip. Berikut uraian artikel tentang the lost city of Angkor Wat. Siem Reap merupakan salah satu destinasi wisatawan yang melancong ke Kamboja. Tujuan utama mereka adalah Angkor Wat, salah satu kompleks candi terbesar di dunia. Awalnya Angkor Wat adalah candi Hindu. Tapi, pada abad ke-15, saat ibu kota Kamboja di pindah ke Phnom Penh, candi ini menjadi candi Buddha. Itulah alasan mengapa tampilan fisik Angkor Wat lebih mirip candi-candi di India Utara.

Angkor Wat menjadi bukti sejarah peradaban Hindu-Buddha yang dibawa India dan Cina ke Kamboja. Angkor Wat makin mendunia setelah menjadi tempat syuting film Tomb Raider yang dibintangi Angelina Jolie. Konon, candi ini terkenal bukan semata keindahannya, tapi juga misterinya. Wisatawan yang berkunjung kerap mengalami kejadian mistis.

Pernah Hilang
The lost city of Angkor wat
Angkor Wat pernah hilang dari peradaban. Badan Pariwisata Kamboja menyebutkan Angkor Wat dibangun pada paruh pertama abad ke-12. Candi untuk menghormati Dewa Wisnu ini dibangun selama 30 kompleks candi yang luasnya lebih dari 200 hektare ini. Letak candi satu dengan yang lain berjauhan, sehingga mungkin Anda perlu menyewa kendaraan. Anda bisa menyewa tuktuk dari hotel.

Tarifnya bisa dinegosiasikan, tapi biasanya sekitar Rp 300 ribu per hari. Akan lebih murah jika Anda pergi berombongan. Selain soal harga, sebaiknya Anda memastikan berapa lama akan menggunakan tuktuk. Sebab, banyak traveler yang kecewa terhadap sikap sopir tuktuk yang memburu-buru mereka, sehingga acara menikmati Angkor Wat tidak maksimal. Anda juga bisa menggunakan jasa pemandu wisata resmi, yang banyak menunggu di dekat loket pintu masuk kawasan candi. Tarifnya bergantung pada kepandaian Anda menawar. Sekali lagi, akan lebih murah jika Anda datang berombongan karena biayanya bisa ditanggung bersama.

The lost city of Angkor wat

Jika ingin lebih mudah, ikuti tur Angkor Wat yang ditawarkan di hotel-hotel. Dengan paket tur ini, Anda tinggal duduk manis di hotel dan menunggu dijemput. Biayanya agak mahal, sekitar Rp 500 ribu per orang. Tapi harga yang lebih murah bisa Anda dapatkan jika Anda rajin berselancar di Internet.

Sejumlah paket tur Angkor Wat juga menjajakan jasanya via Internet. Salah satunya melalui media sosial Facebook. Jadi Anda bisa memilih harga yang paling menguntungkan. Kalau ingin mengunjungi semua candi, tentu akan butuh Jika ingin lebih mudah, ikuti tur Angkor Wat yang ditawarkan di hotel-hotel. waktu seharian. Tapi, bila tak punya banyak waktu dan tenaga, Anda bisa memilih yang paling menarik.

Tempat pertama yang wajib dikunjungi adalah bangunan utama Angkor Wat. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan menuju Candi Ta Prohm dan Candi Bayon. Nah, Ta Prohm adalah lokasi syuting film Lara Croft: Tomb Raider. Anda tentu masih ingat Angelina Jolie, yang mengenakan tank top dan hot pants hitam, beraksi di salah satu sudut candi.

Sejak film itu dirilis pada 2001, kompleks ini kian populer. Wisatawan berbondong-bondong datang ke Ta Prohm untuk melihat dan berfoto di sudut tempat Lara Croft beraksi. Selain soal alasan Jolie, Ta Prohm terkenal karena salah satu reliefnya yang misterius. Candi itu memiliki relief aneh, yaitu hewan mirip dinosaurus. Bagaimana bisa?

The lost city of Angkor wat

Ada beberapa teori tentang relief ini. Salah satunya mengungkapkan relief itu hanyalah perbuatan orang iseng yang sengaja memasangnya di sana. Namun teori lainnya menyebut relief aneh itu sebagai peninggalan Khmer kuno. Teori yang lebih masuk akal menyebutkan hewan itu bukanlah dinosaurus, melainkan badak yang sedang berdiri di depan daun palem sehingga tampak seperti dinosaurus. Ini lebih masuk akal karena relief itu memang tidak sendirian. Di atas dan di bawahnya ada gambar monyet, babi, ular, dan ayam.

Sementara Ta Prohm terkenal karena Jolie, lain lagi halnya dengan Candi Bayon. Candi ini menarik karena dipenuhi pahatan wajah Bodhisattva Avalokiteshvara. Ada 54 candi berbentuk kepala dengan empat sisi wajah. Angka 54 melambangkan daerah yang dikuasai Khmer dan empat sisi wajah melambangkan empat arah mata angin.

Di Candi Bayon, Anda bisa berpose bersama penari-penari berkostum tradisional Kamboja. Untuk mengabadikan momen ini, Anda cukup merogoh beberapa dolar AS dari kantong.

Hotel 
Tercatat ada lebih dari 300 hotel di Siem Reap. Mulai penginapan yang biasa digunakan para backpacker dengan sewa Rp 80 ribu per malam hingga hotel bintang dengan tarif Rp 900 ribuan. Silakan melakukan reservasi sebelumnya untuk memastikan tempat untuk Anda.

Makanan
Salah satu area yang bisa dikunjungi pada malam hari adalah Pub Street. Tapi memang agak susah mencari makanan halal di sini. Paling aman adalah makan sayur, ayam, dan ikan. Makanan yang wajib dicoba adalah amok, kari kuah santan dibungkus daun pisang dan dikukus. Yang paling enak, konon, yang disediakan Champey Restaurant, yang juga ada di area ini.

Belanja
Siem Reap memang bukan lokasi wisata belanja. Namun tetap ada tempat untuk berbelanja, seperti Night Market dan Old Market. Tapi sejumlah traveler menyebutkanbelanja di tempat itu lebih mahal dibanding jika berbelanja di Phnom Penh. Oh, iya, di kota ini Anda bisa membayar dengan dolar AS, jadi tak perlu repot menukar dengan mata uang riel, ya.