Sikunir info jalan-jalan ke Teluk Kiluan. Penasaran dengan aksi lumba-lumba di habitat aslinya? Tinggal pilih mau ke Teluk Kiluan atau Lovina, Bali pasti dech dijamin seru, menemani waktu libur kamu.
Bosan dengan aksi lumbalumba di Gelanggang Samudra, Ancol? Cobalah menonton aksi alami mamalia cerdas ini di habitat aslinya. Ada dua tempat yang bisa Anda kunjungi, yakni Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, atau ke Lovina, di pesisir Pantai Utara Bali.
Dua tempat ini sudah lama dikenal sebagai habitat asli mamalia air yang kerap dijuluki sahabat manusia itu. Jika beruntung, Anda juga bakal menemukan aksi penguasa laut, ‘paus’. Teluk Kiluan sudah lama digandrungi traveler yang ingin menikmati aksi lumba-lumba di habitat aslinya. Untuk mencapai Teluk Kiluan, kita bisa lewat Tanggamus yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Bandar Lampung.
Untuk menempuh jarak yang terlalu jauh ini, butuh waktu tiga hingga empat jam perjalanan darat. Karena kondisi jalan yang kurang bagus. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyewa perahu yang disediakan penduduk setempat. Tarifnya dipatok Rp 25 ribu per orang. Sementara jika langsung dari Jakarta, membutuhkan waktu 10 jam perjalanan darat. Tapi jika Anda menggunakan pesawat, waktu tempuh bisa dipangkas hingga separuhnya, 5 jam saja.
Namun kelelahan ini akan segera tertebus dengan pemandangan indah yang tersaji, seperti pantai berpasir putih yang dikelilingi bukit-bukit yang menghijau. Sejenak Anda akan terlena oleh suasana pedesaan yang belum tercemar.
Dan dalam waktu yang tak terlalu lama, Anda akan langsung disuguhi aksi ratusan atau bahkan ribuan lumba-lumba di laut lepas. Wow… Anda pasti akan takjub dibuatnya. Apalagi aksi kawanan mamalia ini bisa berlangsung dari pagi hingga siang. Bahkan, jika beruntung, Anda tak hanya akan melihat lumba-lumba, tapi juga paus dan penyu hijau. Teluk Kiluan juga dikenal sebagai surga bagi para pemancing. Tiap tahun digelar lomba memancing dengan peserta yang sudah profesional. Anda bisa menjajal Pantai Kelapa, Pantai Kelagian, Pantai Queen Artha, Pantai Mutun, dan Pantai Sekar Wana. Semuanya bisa dijangkau dengan menggunakan perahu dari Teluk Kiluan.
Sayang, akomodasi di Teluk Kiluan masih sangat minim. Hanya ada satu rumah panggung yang sering disewakan kepada para wisatawan. Itu pun hanya ada empat kamar. Harga sewa per malam sekitar Rp 150 ribu, bisa diisi sekitar empat orang. Fasilitasnya juga sangat minim, hanya ada listrik dari generator sederhana dengan daya penerangan yang sangat terbatas. Atau Anda juga bisa menginap di rumah penduduk Teluk Kiluan. Kondisinya lebih bagus, baik fasilitas maupun makanannya. Tapi jika Anda menginap di teluk, akan butuh banyak waktu untuk bisa menonton aksi lumba-lumba. Jika di pulau, pagi-pagi buta Anda bisa langsung berekreasi.
Pantai Lovina
Habitat lumba-lumba lainnya, adalah Pantai Lovina di pesisir Singaraja, Bali Utara. Pantainya memang tak seindah Kuta atau Nusa Dua, tapi aksi lumba-lumba menjadi magnet tersendiri di pantai berpasir hitam ini. Tak cuma wisatawan domestik, wisatawan dari mancanegara juga tertarik ke sini. Tak perlu usaha keras untuk bisa menyaksikan aksi si dolphin. Saat tiba di Lovina, para pemilik perahu tradisional akan langsung menawari Anda. Tarif yang ditawarkan berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk tiap orang. Biaya akan lebih murah jika Anda datang berkelompok lima atau enam orang.
Tapi jika pandai menawar, Anda cukup membayar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per kapal. Rombongan ‘pencari’ lumba-lumba itu biasanya berangkat pukul 05.30 waktu setempat. Untuk kelengkapan keselamatan, setiap penumpang akan diberikan jaket pelampung. Bila cuaca sedang bersahabat, pemandangan indah saat matahari terbit akan menemani perjalanan Anda. Anda juga bisa menikmati hangatnya sinar matahari pagi. Banyaknya perahu jukung yang sama-sama bergerak juga sayang untuk dilewatkan. Jadi pastikan Anda membawa kamera, agar pemandangan indah ini tidak terlewatkan sia-sia.
Berbeda dengan Teluk Kiluan, kemunculan lumba-lumba di Lovina lebih sulit diprediksi. Kadang, mamalia air ini cepat muncul. Namun tak jarang, kita harus menunggu hingga berjam-jam untuk menyaksikan aksi kawanan lumba-lumba yang berenang bersamaan sambil sesekali melompat ke udara. Mereka biasanya akan beraksi selama sekitar 30 menit. Setelah itu kawanan lumba-lumba akan menghilang ke laut lepas. Anda bisa melanjutkan petualangan Anda dengan mengintip ‘taman laut’ Lovina. Di sana, Anda bisa melihat aneka ikan dengan terumbu karang.
Akses ke Pantai Lovina sama sekali tak ada kata susah. Kalau bujet tipis, bisa memilih kapal feri untuk menuju Pelabuhan Gilimanuk. Lantas perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot elf sampai ke Lovina. Kalau dana Anda tak terbatas, silakan naik pesawat terbang. Atau Anda bisa menyewa mobil sewaan dengan tarif Rp 600 ribu per hari. Tempat menginap juga beragam. Mau pilih yang Rp 200 ribu atau Rp 1,5 juta per malam, tinggal menyesuaikan dengan bujet Anda.

