Jumat, 21 November 2014

Awal mula ritual seks gunung kemukus

Bagaimana awal mula ritual seks gunung kemukus ini. Begini cerita nya, pada abad ke-16 lalu konon ada pangeran muda di sebuah kerajaan di Indonesia yang berselingkuh dengan ibu tirinya. Mereka pun lari ke Gunung Kemukus dan tetap melakukan hubungan seksual hingga tertangkap, dibunuh dan dikubur.

Ada tempat yang dianggap suci di bekas persembunyian pangeran dan ibu tirinya itu di gunung kemukus, dan dipercaya jika melakukan ritual tersebut di tempat itu maka akan membawa keberuntungan. Kebanyakan yang melakukannya petani miskin yang ingin maju dalam hidup, kata Abboud.

Ritual pesugihan Gunung Kemukus 

Ritual pesugihan di Gunung Kemukus Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah ini bisa dibilang ekstrim. Para pencari pesugihan harus berhubungan badan (seks) dengan orang yang bukan pasangan sah. Bagaimana ritualnya?

Pelaku ritual atau biasa disebut peziarah, lebih dulu membersihkan diri di sendang Ontro Wulan. Sendang itu dipercaya sebagai tempat menghilangnya ibunda Pangeran Samudra dari Kerajaan Majapahit.

Selanjutnya, peziarah diwajibkan berdoa di makam Pangeran Samudra dengan dipandu oleh juru kunci. Ada 12 juru kunci di sana. Selesai berdoa, para peziarah menuju lokasi tersendiri untuk memadu kasih.

Lokasinya bisa di sekitar area makam, namun bisa juga di rumah-rumah penduduk yang memang menyediakan tempat untuk memadu kasih. Peziarah bisa membawa sendiri pasangannya asal bukan istri atau suami.

"Tapi kalau tidak memiliki pasangan, peziarah bisa mendapatkannya di sini. Di rumah-rumah itu memang menyediakan wanita-wanita untuk dipakai sebagai syarat ritual," ujar penjaga retribusi Gunung Kemukus bernama Slamet, sambil menunjuk rumah berjejer di bawah bukit makam Pangeran Samudra.

Slamet menjelaskan, agar tujuan peziarah tercapai sebaiknya pasangan yang digauli berasal dari desa yang sama dengan peziarah. Alasannya, perempuan yang ada di rumah-rumah warga, kebanyakan pekerja seks komersil, yang ingin meraup untung dari ritual tersebut.

"Misal, si A berasal dari daerah Z. Seharusnya pasangannya, apa itu pria atau perempuan harus berasal dari desa yang sama dengan si A. Itu cepat terkabul. Kalau disini itukan kebanyakan perempuan tidak benar semua. Yang memang profesinya seperti itu," ungkapnya.

Pemohon pesugihan diharuskan menggauli perempuan yang sama. Bila berganti perempuan, maka harus memulai lagi dari awal. Bila tujuannya tercapai, wajib bagi peziarah memberi nafkah pada orang yang pernah digauli hingga akhir hayat.

Awal mula ritual seks gunung kemukus
Awal mula ritual seks gunung kemukus

Gunung Kemukus mulai terkenal 

Gunung Kemukus kini mendadak populer sehingga menarik wisatawan lokal. Ironisnya, pemerintah setempat menarik pungutan kepada mereka yang memasuki kawasan tersebut.

"Ini sebuah kontradiksi. Pemerintah mengetahui perzinahan yang terjadi, tetapi mengabarkan sesuatu yang berbeda dan menutup mata," kata Abboud dikutip Daily Mail.

Menurut dia, pemerintah dan tokoh agama setempat terkesan membiarkan prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemukus. Selain bertolak belakang dengan ajaran agama, aktivitas tersebut juga rawan penyebaran penyakit kelamin. Abboud menggambarkan ritual itu sebagai kejadian yang luar biasa mengejutkan. Ia pun menunjukkan foto-foto orang sebelum melakukan ritual seks di Gunung Kemukus.

Kamis, 20 November 2014

Heboh, ritual seks gunung kemukus

Malam Jumat Pon, tempat ziarah Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen penuh sesak oleh para pengunjung. Meskipun lokasinya kini sudah terpisah dengan daratan Kecamatan Sumberlawang, akibat genangan air proyek waduk raksasa Kedung Ombo beberapa tahun lewat, namun minat para peziarah yang berdatangan dari berbagai daerah tak pernah surut.

Dengan menggunakan sampan atau perahu sewa, mereka dengan sabar meniti perairan Kedung Ombo untuk bisa mencapai lokasi Gunung Kemukus. Ini merupakan satu-satunya cara berziarah, setelah jembatan beton penghubung antara Kecamatan Sumberlawang dengan Gunung Kemukus lenyap ditelan genangan air waduk.

Miri adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Miri terletak di sebelah barat Ibu Kota Kabupaten Sragen berjarak 35 Km (25 Km dari Kota Surakarta). Tempat wisata Gunung Kemukus berlokasi di kecamatan ini. 

Tekstur wilayahnya yang berbukit dan lebatnya pohon di wilayah pedalaman kecamatan Miri menjadi daya tarik tersendiri, hal ini bisa menjadi pertimbangan bahwa kecamatan Miri menjadi daerah desa wisata. (wikipedia).

Media Australia membuat tayangan investasi seputar gunung kemukus

Media Australia, SBS, membuat sebuah tayangan investigasi mengejutkan mengenai ritual seks gunung kemukus yang kerap dilakukan warga Jawa di Gunung Kemukus, Jawa Tengah. Dalam program berjudul "Dateline", jurnalis Patrick Abboud menggambarkan banyaknya para peziarah yang datang ke gunung itu untuk berhubungan intim dengan orang asing.

Laman Dailymail, Selasa, 18 November 2014 melansir berdasarkan ritual itu, para peziarah harus datang ke gunung tersebut setiap 35 hari sekali. Tiap kali berkunjung ke sana, warga harus melakukan hubungan intim dengan orang asing sebanyak tujuh kali. 

Abboud mengatakan para peziarah melakukan hal tersebut untuk meningkatkan peruntungan dan rezeki.

"Ini merupakan sebuah kisah yang aneh. Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca mengenai kisah ini dan berusaha mencari tahu. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa ke sana," kata Abboud. 

Satu hal yang membuatnya terkejut, ternyata setiap kali ritual tersebut dilakukan, Gunung Kemukus tiba-tiba dipadati hingga 8.000 orang. 

"Sangat sulit dipercaya. Saya sendiri membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memahaminya," ujarnya.
Heboh, ritual seks gunung kemukus
Heboh, ritual seks gunung kemukus

Awal mula ritual mitos itu dimulai abad ke 16

Kalangan yang datang ke sana beragam. Mulai dari pria yang telah menikah, ibu rumah tangga, pejabat pemerintah dan bahkan pekerja seks. Awal mula ritual itu kembali kepada mitos di abad ke-16. Saat itu ada seorang Pangeran bernama Sumodro yang berselingkuh dengan ibu tirinya sendiri. Mereka kemudian memutuskan kabur ke gunung tersebut dan berhubungan intim di sana," tutur Abboud. 

Namun, lanjut dia, di tengah sedang berhubugan seks, mereka tertangkap, dibunuh dan dikubur. Makam Pangeran Sumudro inilah yang kerap didatangi para peziarah yang meminta rezeki. Dan karena mereka belum menyelesaikan hubungan intim itu, maka para peziarah itu meyakini jika hubungan tersebut dilanjutkan, maka keberuntungan akan menghampiri, kisah Abboud. 

Kebanyakan mereka yang datang ke acara ritual tersebut, berasal dari kalangan petani dan menengah ke bawah. Mereka melakukan ritual seks itu di motel yang kini menjamur di dekat Gunung Kemukus. 

Abboud menyebut itu merupakan ritual asli orang Jawa dan tidak terkait dengan agama apa pun yang berkembang di Indonesia, termasuk Muslim.  Kendati menurut pengajar di Universitas Gadjah Mada, Koentjoro Soeparno, yang telah meneliti ritual tersebut selama 30 tahun mengakui hal itu merupakan paradoks dan perbuatan hipokrit. Sebab, sehari-hari para peziarah ini tetap beribadah. 

Selain itu, di dekat tempat ritual tersebut, juga berdiri sebuah masjid. Namun, di samping tempat ibadah, justru terjadi perselingkuhan. Agama Islam melarang perbuatan itu. Tetapi, mereka tetap melakukan hal tersebut, karena hanya keuntungan yang dilihat, sehingga pondasi agamanya ditinggalkan," kata Koentjoro yang turut dimintai komentarnya oleh Abboud. 

Koentjoro turut menyoroti tumbuh suburnya aksi prostitusi di Gunung Kemukus tiap ritual tersebut tiba. Bagi para peziarah yang tidak bisa melakukan hubungan intim dengan sesama peziarah lainnya mereka bisa menggunakan jasa para pekerja seks itu.

Abboud mengatakan pemerintah setempat mengetahui adanya ritual tersebut. Sebab, ada petugas khusus yang diminta untuk mengawasi ritual itu. Menurut petugas yang ditemui Abboud, ritual seks tidak diwajibkan oleh si juru kunci.

"Itu hanya maunya orang itu sendiri. Para peziarah kan seharusnya kalau datang kemari harus dengan hati dan tubuh yang bersih," kata petugas penjaga Gunung Kemukus. 

Saking ramainya para peziarah, pemerintah setempat kemudian mengenakan biaya sebesar Rp10 ribu untuk sekali berkunjung.

Heboh, ritual seks gunung kemukus
Heboh, ritual seks gunung kemukus


Sarang HIV/AIDS
Satu hal yang menjadi kekhawatiran Abboud yaitu, banyak penyakit yang muncul dari ritual tersebut, karena pasangan tidak menggunakan kondom. Menurut dr. Yusinarto yang bekerja di sebuah klinik di dekat gunung itu, mengungkap hampir semua pekerja seks yang bekerja di sana telah mengidap penyakit menular seksual. 

"Sementara, untuk penyakit HIV/AIDS juga sudah banyak ditemukan dan trend nya juga mulai naik," kata Yusinarto. Sayangnya, klinik masyarakat itu, hanya buka satu minggu sekali.

Menurut kesaksian salah satu peziarah bernama Mardiyah yang diwawancarai SBS, setelah tujuh kali berkunjung, hidupnya mulai berubah. Dia mengaku, peruntungannya mulai meningkat. Apa saja yang saya jual mulai laku, walaupun sedikit-sedikit. Saya juga sudah mulai mampu membayar hutang saya sedikit-sedikit, kata dia. Program Seks Gunung ini sudah tayang di saluran SBS One pada Selasa malam, 18 November 2014. Dikutip dari berbagai sumber.

Minggu, 09 November 2014

Wisata CERDAS ke Pulau Menjangan

Pada bagian yang lalu kami pernah menuliskan artikel eksotisme Pulau Menjangan. Tetapi Pulau Menjangan kali ini yang kami bahas letaknya beda bukan berada di Bali melainkan berada di Jawa Tengah tepatnya berada di Karimunjawa. (baca: Eksotisme Pulau Menjangan)

Yuk kita wisata cerdas ke Pulau Menjangan. Wisata disisi ikan hiu yang jumlahnya banyak dan besar-besar. Beranikah ANDA berenang bersama ikan hiu predator ini?

Beriwisata cerdas, unik bukan hehehe, cepat, dan pastinya berbahaya. Begitulah kiranya gambaran hiu pemangsa manusia di film besutan  Steven Spielberg, Jaws. Hiu memang salah satu penghuni laut yang sering dijadikan “tokoh” antagonis dalam film. 

Dalam dunia nyata, stigma hiu sebagai hewan laut paling menakutkan karena keganasannya yang melegenda itu tak juga sirna. Jangankan dekat-dekat, melihat dari jauh saja mungkin sudah bikin merinding. Jadi, jika suatu hari ada tantangan untuk berenang bersama para predator itu, mungkin nyali banyak orang akan  ciut. 

Wisata CERDAS ke Pulau Menjangan
Wisata CERDAS ke Pulau Menjangan

Apa menariknya, coba, selain  hanya membahayakan diri? Tapi, jika Anda punya jiwa petualang dan penantang, silakan datang ke Pulau Menjangan Besar, salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa. Disini, para wisatawan bisa mengikuti uji adrenalin dengan “wisata hiu”.

Destinasi wisata tak biasa ini dirintis oleh warga setempat sejak 30 tahun lalu. Awalnya, mereka hanya membeli sepasang ikan hiu untuk dikembangbiakkan. Rupanya usaha itu berhasil. Seekor hiu bisa melahirkan dua sampai tiga ekor anak per kelahirannya. 

Lama-lama jumlah hiu di Pulau Menjangan Besar terus bertambah. Warga pun memutuskan membuat dua kolam besar berukuran 30 x 10 meter persegi. Kolam itu sebenarnya masih wilayah laut, hanya dibatasi dengan batubatuan. Saat ini, kolam pertama berisi lebih dari 10 hiu sirip hitam (black tip) dan sirip putih (white tip). Hiu jenis ini lebih menyukai habitat di perairan dangkal berpasir.

Wisata CERDAS ke Pulau Menjangan
Wisata CERDAS ke Pulau Menjangan

Sebagian dari jenis ini bahkan lebih suka tinggal di perairan payau dan sungai air tawar. Sedangkan kolam kedua mengarah ke laut lepas. Di dalamnya terdapat hiu putih dan ikan barakuda yang tergolong ganas.

Wisata CERDAS ke Pulau Menjangan
Ukuran paling besarnya bisa mencapai berat 50 kilogram. Kolam ini benar-benar tertutup  untuk wisatawan. Wisatawan hanya boleh berenang dengan hiu sirip hitam dan putih saja. Kedua jenis hiu ini tergolong tak terlalu ganas, apalagi mereka dipelihara sejak kecil. Meski begitu, yang namanya hiu tetap saja menyeramkan, bukan?

Meski petugas telah menjelaskan bahwa hiu  itu tak akan melukai para wisatawan karena telah diberi cukup makan, masih banyak  traveler yang ketakutan saat mencemplungkan kaki ke dalam kolam.

Rasanya? Jangan ditanya, pastinya sangat menegangkan dan membuat jantung seakan mau copot. Beberapa orang terlihat mengernyitkan mata saat hiu-hiu ini mendekat dan mengitari para wisatawan. Namun mereka lebih sering menghindari manusia. Jika Anda ingin terus dekat dengan hiu ini, mintalah petugas kolam melempar ikan kecil untuk memancing ikan-ikan hiu agar mendekat. Dan bersiaplah didatangi wisata hiu ini.

Untuk memastikan keselamatan Anda, gunakanlah jaket pelampung, terutama bagi yang tidak bisa berenang. Sebelum masuk ke kolam, pastikan tidak ada luka di tubuh Anda. Sebab, hiu sangat sensitif pada bau darah dan mudah membuatnya menjadi agresif. 

Selama di dalam kolam, Anda diperkenankan mengelus dan menyentuh kepala hiu ini  dengan hati-hati, tapi jangan sekali-kali menyentuh siripnya, ya. Selain itu, wisatawan tidak diperkenankan membuat gerakan tiba-tiba yang dapat mengagetkan sang hiu. 

Hiu akan dengan mudah menjadi agresif jika stres. Selain berenang bersama hiu, ada sejumlah daya tarik wisata alam lain yang dapat dijelajahi. Salah satunya adalah menyusuri hutan mangrove atau bakau. Jalur track dari papan kayu menuju jantung hutan dengan jarak 3 kilometer dapat dilalui dengan berjalan kaki. Sambil menikmati pepohonan bakau dengan tinggi rata-rata lebih dari 5 meter membuat traveler dapat merasakan sensasi berbeda. Wisatawan dapat mengamati kekayaan pohon mangrove yang tumbuh alami di lahan seluas 10,5 hektare.

How to Get There? Jakarta-Semarang-Jepara-Karimunjawa

Kepulauan Karimunjawa merupakan kumpulan 27 pulau kecil yang berada di Laut Jawa. Lokasinya sekitar 83 kilometer arah utara dari Kota Jepara. Dari 27 pulau, hanya ada lima pulau yang berpenghuni, yakni Pulau Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, dan Genting. Meski begitu, tak sulit mencapainya. Hanya, tak ada pesawat komersial yang bisa mencapai lokasi ini.

Anda bisa menumpang pesawat sampai ke Kota Semarang. Dari Kota Lumpia, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Nah, dari kota kecil ini, ada dua jalur alternatif yang bisa dipilih. Ada KMP Muria dari Pelabuhan Kartini di Jepara atau kapal cepat Karimunjawa dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Tiket kapal cepat sedikit lebih mahal, tapi lebih cepat sampai. Pulau Menjangan Besar berjarak sekitar 10 menit di selatan Pulau Karimunjawa. Sumber:majalahdetik.